Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » » » Akhirnya Pelaku Dugaan Pelecehan Sholat Minta Maaf ,Melalui Jumpa Pers
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

WAJO-Pantau Terkini.coid.Setelah diamankan Polisi 7(tujuh)pemuda   yang diduga melecehkan gerakan sholat dan sempat viral di media sosial, meminta maaf pada umat islam ,melalui konfrensi pers di Mapolres Wajo kemarin,10/06/017 “Saya mewakili teman-teman, meminta maaf kepada seluruh umat muslim Indonesia dan seluruh dunia, atas tindakan dan lelucon yang kami lakukan. Saya sangat menyesal, tidak ada niat kami sama sekali untuk menistakan agama,kami berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan kami  dan siap menerima hukuman seberat-beratnya apabila melakukan hal yang sama lagi,”kata Sinardi

 Ketua Majalis Ulama Kabupaten Wajo Dr Salman M. Ag,dihadapan awak media menjelaskan  bahwa, apa yang dilakukan ketujuh anak pemuda ini  bukanlah perbuatan yang menistakan agama. “Setelah melakukan interviu, mencari tau apa motif dari kegiatan tersebut,ternyata  mereka pernah melihat di YouTube kegiatan sholat secara cepat dan spontanitas mereka akan mencontoh itu,artinya hanya ingin  ingin mencontoh dan meniru apa yang ada di YouTube itu,” jelasnya
 Dr Salman, juga  berkesimpulan, anak tersebut tidak melakukannya berdasarkan akidah aliran tertentu dan tidak juga mengolok-olok agama.,meskipun mereka bersalah tapi tidak masuk koridor penistaan agama.

“Kami mencari tau, apakah ada akidah atau aliran tertentu sehingga mereka melakukannya,tapi  setelah mendengar pengakuannya tidak ada indikasi ,mereka hanya meniru dan murni lelucon,” tutupnya.
Hal juga Senada  juga dijelaskan Wakapolres Wajo, Kompol Muh. Marsuki , dari tujuh pemuda yang melakukan praktek sholat  tarwih dengan cepat di Masjid Fastabiluq Khaerat, Kelurahan Minange Kecamatan Sajoangin, tidak terindikasi adanya penistaan agama.

Kompol .Marsuki juga menjelaskan bahwa kuat alasan, karena belum menyentuh sampai ke akidah. Namun ketujuh warga Kelurahan Minange yakni, Sinardi (25) bertugas selaku merekam, Hamka (21) bertindak sebagai imam, Muh. Sahriadi (27), Haerudin (13), Muh. Musli (13), Suparman (22), dan Muh. Ikhram (15) sebagai ma’mun, melakukan perbuatan tersebut secara spontanitas.
Selain itu menurutnya, ketujuh lelaki juga merupakan remaja masjid yang kegiatan rutinnya setiap malam dalam bulan Ramadan, membangunkan warga untuk makan sahur.

“Itu setelah dilakukan penyelidikan dan hasil yang kita capai tidak ditemukan indikasi terjadinya penistaan agama,” kata Marsuki kepada awak media
Namun meski tidak dinyatakan menistakan agama ke tujuhnya masih belum dibebaskan karena masih akan dilakukan penyidikan lebih mendalam,oleh Polres Wajo.
(Muhlis)

About Berita Terkini

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments