Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Liputan Langsung

» » » Sampah Menjadi Sahabat Kita
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Depok, Pantau Terkini | Hampir seluruh masyarakat terkait dengan sampah masih berpikir negatif, image masyarakat bahwa sampah itu bau, busuk, menjijikan, sumber penyakit, penyebab banjir, pekerjaan yang hina dan sebagainya dan jarang yang berpikir positif terhadap sampah, bahwa sampah adalah sarana mendapatkan pahala, sampah sahabat kita, sampah berkah buat kita dan sebagainya.

Kota Depok yang hari ini genap 18 tahun dengan luas 20.029 Ha, 11 Kecamatan, 63 Kelurahan, 895 RW dan 5.103 RT dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 sesuai data dari BPS sebanyak 2.106.102 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 3,5% pertahunnya dengan timbulan sampah kurang lebih 1.250 ton per hari.
Upaya yang dilakukan oleh DLHK  untuk mengurangi sampah yang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung, yaitu dengan melakukan sosilisasi pemilahan sampah ke RW-RW se Kota Depok.

Berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PERDA Kota Depok Nomor 16 tahum 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum dan PERDA Kota Depok Nomor 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, bahwa dalam penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya (rumah tangga, rumah makan/resto, pasar, taman kota, perkantoran, sekolahan dan tempat-tempat lain dimana timbulnya sampah).

Pengeloaan sampah di Kota Depok dengan cara memilah sampah mulai dari sumbernya, misalnya saja sampah dari rumah tangga, sampah dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu yang pertama sampah organik, kedua sampah an organik dan yang ketiga sampah residu.

Sampah Organik yaitu sampah yang mudah diurai oleh bakteri atau sampah yang mudah busuk, ini terbagai menjadi 2 yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering.

Sampah Organik basah yaitu sisa makanan, sayuran, ikan/tulang ikan, kulit buah, cangkang telor, tulang ayam dan daun/ranting. Sampah organik basah diwadahi dengan ember sedangkan yang kering bisa menggunakan plastik/karung yang kemudian akan diangkut oleh petugas kebersihan DLHK 2 hari sekali, dibawa ke Unit Pengolahan Sampah (UPS) organik untuk diolah dan dijadikan kompos.


Sampah an organik yaitu sampah yang masih dapat didarur ulang (Recycle) dan dapat dipergunakan kembali (Reuse) contohnya kertas, kardus, plastik, aluminium, besi dan kaca, sampah ini akan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat/Bank Sampah dapat menghasilkan kerajinan dan bisa sebagai pemberdayaan masyarakat.


Sampah Residu yaitu sampah yang tidak dapat di recycle maupun di reuse, contohnya puntung rokok, pempers, pembalut wanita, tissu, styrofoam dan sampah spesifik lainnya. Sampah residu ini dibawa ke TPA Cipayung apabila diolah dengan menggunakan teknologi maka bisa dijadikan sebagai sumber energy.


Berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Daerah tersebut diatas, untuk menegakkan peraturan bagi pembuang sampah tidak pada tempatnya/liar, dibentuklah Buser Kebersihan Kota Depok, kegiatan mengawasi dan menangkap pembuang sampah sembarangan di wilayah Kota Depok. Buser Kebersihan ini dibentuk mulai tahun 2015 tepatnya pada bulan februari 2015 seiring dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 Februari. 

Kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan mulai pukul 22.00 wib sampai dengan 05.30 wib dengan nama operasinya Embun Pagi. Hasilnya sangat efektif, pada tahun 2015 telah tertangkap 244 orang, tahun 2016 tertangkap 237 orang dan pada tahun 2017 baru 81 orang. 
DLHK bekerjasama dengan Pol PP dan Pengadilan untuk memindak para pembuang sampah sembarangan/liar dengan Tindak Pidana Ringan (TIPIRING).


Kami dari DLHK menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Depok agar segera melakukan pemilahan sampah bagi yang belum. Di Kota Depok ada 185 RW yang telah melakukan pemilahan sampah untuk memgurangi sampah yang ke TPA Cipayung.

AYO pilah sampah supaya menjadi berkah, sampah tidak dipilah maka akan menjadi musibah.

Sampah tanggung jawab kita bersama...yaitu masyarakat, pemerintah dan pengusaha...masyarakat melakukan pemilahan, pemerintah memfasilitasi dan mengolah, pengusaha/industri me recycle/me reuse..(Tiga Pilar).

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments