Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP

Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» » » Pelaksanaan UNBK SMP Kurang Sarana dan Prasarana
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post


Depok, Pantau TerkiniPara siswa peserta UNBK mengeluhkan masih kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurangnya sarana dan prasarana tersebut diketahui saat Walikota Depok Mohammad Idris meninjau langsung pelaksanaan UNBK di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Depok, di wilayah Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Senin (8/05).

Walikota didampingi Kadisdik Thamrin dan Camat Sukmajaya Taufan Abdul Fatah melihat langsung para siswa yang sedang mengikuti UNBK.


Usai meninjau, Walikota kepada wartawan mengatakan, kurangnya sarana dan prasarana seperti komputer atau laptop bukan saja terjadi di Kota Depok, tetapi hampir terjadi di seluruh Indonesia.


"Hampir merata ada kendala dalam pelaksanaan UNBK, khususnya untuk sarana dan prasarana pendukung. Depok masih bersyukur karena pelaksanaan UNBK relatif lebih baik walaupun sarana dan prasarananya masih belum maksimal,"jelas Idris.

Karena itu, kata Idris, untuk melengkapi kekurangan komputer, pihak sekolah meminjam PC atau laptop kepada orang tua murid atau pihak lain untuk pelaksanaan UNBK."Kemampuan orang tua untuk mengadakan alat ini juga beragam, karenanya kita lakukan subsidi silang, bisa pinjam dari siswa, orang tua atau sekolah lain,"tuturnya.

Namun demikian, lanjut Idris secara umum pelaksanaan UNBK tingkat SMP berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti yang mengganggu peserta UNBK."Insya Allah tahun 2017 ini kita mendapat hibah tambahan sarana dan prasarana berupa komputer dan jaringannya untuk SMP Negeri,"ungkap Walikota.

Idris menargetkan tingkat kelulusan UNBK tingkat SMP di Kota Depok bisa mencapai 100 persen."Saya ingin memprioritaskan angka partisipasi murni, artinya orang Depok bisa belajar di Depok dengan nyaman dan berprestasi. Sebab saat ini kita masih menghadapi persoalan kenyamanan belajar. Masih ada siswa yang menumpang belajar dan kurangnya sarana fasilitas sekolah,"tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Negeri 3, Komar Suparman mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK di sekolahnya sebanyak 419 siswa reguler, dan 148 siswa terbuka. Sedangkan sarana komputer yang dimiliki sebanyak 130 unit PC dan laptop."Sarprasnya memang masih kurang, sekolah hanya memiliki 130 unit, sedangkan pelaksanaan UNBK membutuhkan 230 unit PC. Kekurangannya kita pinjam dari siswa,"jelas Komar.(ndi) 

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments