KANTOR DPRD DEPOK DIDEMO KONTRAKTOR

Depok | Pantau Terkini | Sejumlah kontraktor yang bernaung dalam gabungan pengusaha konstruksi seluruh Indonesia(GABPEKSI)  belum lama ini mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah kota depok..maksud dan tujuan para kontraktor tersebut adalah untuk melakukan aksi unjuk rasa karena mereka menilai para anggota dprd kota depok sudah menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya sebagai  wakil rakyat.tindakan para anggota dprd depok menurut walsen adalah sebagai wujud penghianatan kepada rakyat yang berbau tindakan  pelanggaran hukum (gratifikasi)
Walsen nainggolan sekretaris Gabpeksi selaku koordinator aksi unjuk rasa kepada wartawan  ditengah  berlangsungnya aksi mengatakan,aksi unjuk rasa tidak ditunggangi  kepentingan siapapun ini murni berdasarkan kesepakatan seluruh anggota Gabpeksi yang merasa kecewa dengan sikap anggota dprd yang terkesan ingin memonopoli seluruh paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang tersedia diseluruh organisasi perangkat daerah pemkot depok
Contohnya pada dinas pekerjaan umum dan penataan ruang( DPUPR) serta dinas perumahan dan pemukiman,(DRUMKIM) hampir seluruh paket pekerjaan yang bersifat penunjukan langsung di klaim sebagai pokok pikiran para anggota dprd. Sehingga para wakil rakyat yang terhormat tanpa malu malu meminta uang komitmen fee kepada para kontraktor yang berminat untuk melaksanakan paket adalah pekerjaan tersebut.jika dihitung kasar setiap anggota dprd masing masing memperoleh 100 juta. Uang komitmen fee dari para kontraktor,rinciannya adalah 50 orang anggota dprd dikali Rp 2 Milyar = Rp 200 milyar x 10%.
Mungkin uang  Rp200 juta pendapatan dari jual paket pekerjaan hasil pokir oleh para anggota dprd dianggap belum cukup, sehingga mereka mengolah gerak,memaksakan kehendaknya,dengan menggunakan kapasitasnya selaku fungsi control eksekutif untuk menekan para pejabat di  seluruh organisasi perangkat daerah dipemkot.mungkin karena segan atau takut maka, para kepala opd menuruti apa saja yang di inginkan para anggota dprd,ujar walsen (Herdian)

Post a Comment

Post a Comment