Lagi lagi Molor "Terminal Siluman Marak" Ada Apa Rencana Pembangunan Terminal  Kota Depok ?


Depok | Pantau Terkini | Sepertinya   penataan kawasan terminal bis kota jalan Raya Margonda, Kota Depok, yang sudah menjadi gersang, kumuh dan kembali molor hingga akhir april 2017  dan membuat Walikota Depok geram seperti di beritakan media masa nasional lainnya pada bulan oktober 2016 lalu tak dapat membuat PT. Andyka Investa  putus kontrak dan sebelumnya DPRD Depok juga mempertanyakan Hal tersebut.

Sejumlah warga Kota Depok, menilai molornya rencana pembangunan terminal bis Depok tak lepas kurang profesionalnya dan lebih jelas PT. Andyka Investa sebagai pengembang atau developer  yang akan membangun terminal bis tersebut tak punya dana atau belum punya uang untuk segera mulai membangun terminal terpadu Margonda .
Selain semrawut, kumuh dan jadi seram bahkan banyak warga yang takut jika melintas menuju statiun Depok baru.

Nyaris dengan pernyataan walikota depok pada bulan oktober tahun lalu , pemkot Depok mengancam akan memberikan surat peringatan hingga pembatalan kontrak kerja pembangunan terminal tersebut.
“Saya sudah ingatkan kepada pengembang yang akan membangun terminal bis terpadu Depok untuk melakukan upaya penataan, penghijauan dan lainnya di terminal, sesui yang dijanjikan,” tegas Walikota Depok Muhammad Idris, Selasa (25/10).
Kondisi terminal bis sekarang ini memang terkesan kumuh serta semrawut jadi perlu adanya upaya penataan serta pemeliharaan yang ekstra terlebih mendekati kegiatan penilaian Adipura.

Tak hanya masalah penataan dan kekumuhan saja yang harus ditangani tapi penghijauan juga perlu lebih ditingkatkan termasuk penambahan bak sampah dan lainnya.

Atas kondisi itu, Walikota M Idris mengancam pengembang untuk memutus kontrak kerja pembangunan terminal Depok itu, kalau mereka belum juga melakukan perubahan atas pekerjaannya.
“Bukan hanya surat peringatan saja yang akan kami kirimkan, jika memang masih belum ada niat baik dan melakukan perubahan tentunya konrak kerja yang telah ditandatangani bisa saja diputus di tengah jalan,” tegas Walikota Muhammad Idris yang berharap pengembang atau pengeloa memperhatikan masalah ini dengan serius.

“Bisa saja kontrak perjanjian dibatalkan jika tak ada kegiatan sama sekali di lapangan berkaitan rencana pembangunan terminal bis terpadu tersebut,” tuturnya yang meminta tim Dipura Kota Depok untuk terus memantau perkembangan di lapangan termasuk penangganan kebersihan, sampah dan penghijauan di sejumlah pasar  tradisional. (red)
«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post


Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » Lagi lagi Molor "Terminal Siluman Marak" Ada Apa Rencana Pembangunan Terminal Kota Depok ?



Depok | Pantau Terkini | Sepertinya   penataan kawasan terminal bis kota jalan Raya Margonda, Kota Depok, yang sudah menjadi gersang, kumuh dan kembali molor hingga akhir april 2017  dan membuat Walikota Depok geram seperti di beritakan media masa nasional lainnya pada bulan oktober 2016 lalu tak dapat membuat PT. Andyka Investa  putus kontrak dan sebelumnya DPRD Depok juga mempertanyakan Hal tersebut.

Sejumlah warga Kota Depok, menilai molornya rencana pembangunan terminal bis Depok tak lepas kurang profesionalnya dan lebih jelas PT. Andyka Investa sebagai pengembang atau developer  yang akan membangun terminal bis tersebut tak punya dana atau belum punya uang untuk segera mulai membangun terminal terpadu Margonda .
Selain semrawut, kumuh dan jadi seram bahkan banyak warga yang takut jika melintas menuju statiun Depok baru.

Nyaris dengan pernyataan walikota depok pada bulan oktober tahun lalu , pemkot Depok mengancam akan memberikan surat peringatan hingga pembatalan kontrak kerja pembangunan terminal tersebut.
“Saya sudah ingatkan kepada pengembang yang akan membangun terminal bis terpadu Depok untuk melakukan upaya penataan, penghijauan dan lainnya di terminal, sesui yang dijanjikan,” tegas Walikota Depok Muhammad Idris, Selasa (25/10).
Kondisi terminal bis sekarang ini memang terkesan kumuh serta semrawut jadi perlu adanya upaya penataan serta pemeliharaan yang ekstra terlebih mendekati kegiatan penilaian Adipura.

Tak hanya masalah penataan dan kekumuhan saja yang harus ditangani tapi penghijauan juga perlu lebih ditingkatkan termasuk penambahan bak sampah dan lainnya.

Atas kondisi itu, Walikota M Idris mengancam pengembang untuk memutus kontrak kerja pembangunan terminal Depok itu, kalau mereka belum juga melakukan perubahan atas pekerjaannya.
“Bukan hanya surat peringatan saja yang akan kami kirimkan, jika memang masih belum ada niat baik dan melakukan perubahan tentunya konrak kerja yang telah ditandatangani bisa saja diputus di tengah jalan,” tegas Walikota Muhammad Idris yang berharap pengembang atau pengeloa memperhatikan masalah ini dengan serius.

“Bisa saja kontrak perjanjian dibatalkan jika tak ada kegiatan sama sekali di lapangan berkaitan rencana pembangunan terminal bis terpadu tersebut,” tuturnya yang meminta tim Dipura Kota Depok untuk terus memantau perkembangan di lapangan termasuk penangganan kebersihan, sampah dan penghijauan di sejumlah pasar  tradisional. (red)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Panter Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Nasional

video

video

kesehatan

Kesehatan

Cat-5

Cat-6