Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » » » Herry Sunaryo " Masyarakat Menagih Janji Kinerja Polresta Balikpapan Terkait Dugaan Adanya Mark Up Anggaran RPU "
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Balikpapan | Pantau Terkini | Sudah hampir 14 bulan lebih Polresta Balikpapan tak membuahkan hasil penyidikan di duganya mark up lahan Rumah Potong Unggas yang berlokasi pengadaan lahan Rumah Potong Unggas (RPU) di Jalan Soekarno-Hatta Km 13 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Beberapa media sebelumnya menanyakan kinerja penyidikan yang dilakukan Polresta Balikpapan atas dugaan adanya murk up anggaran RPU tersebut  seperti jalan di tempat. 

Kapolresta Balikpapan Jeffri Dian Juniarta ketika diwawancarai wartawan bulan lalu memang tak menampik hal tersebut. Namun, ia menyebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya mengedepankan asas-pro Justitia.

Jangan sampai memberikan statement dan masyarakat langsung menghakimi adanya korupsi. “Pelan-pelan kami lakukan,” ujarnya.

Namun menurut Koordinator LSM STABIL, Herry Sunaryo mengatakan kepolisian Balikpapan terlihat lemah ketika menangani kasus korupsi.

Mereka menilai, hal ini didasari Track Record selama ini tidak ada kasus korupsi yang selesai hingga ke hijau yang ditangani oleh Polresta Balikpapan .

"Kita ingat tahun lalu sempat ramai pemberitaan soal dugaan korupsi di Balikpapan Timur. Tapi panas diawal saja, akhirnya tidak ada," kata Kordinator Program LSM Stabil, Herry Sunaryo.

Kami hanya melanjutkan lidah masyarakat yang menagih janji penanganan kasus dugaan Korupsi Lahan RPU  dimana ada yang janggal dalam draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015. 
Di mana anggaran untuk pengadaan lahan RPU tertulis Rp 2,5 miliar. Namun dalam APBD 2015 sendiri anggarannya menjadi Rp 12,5 miliar. 

Selanjutnya, dalam laporan realisasi anggaran semester pertama 2015 dan prognosis enam bulan ke depan, anggaran untuk lahan RPU kembali berubah menjadi Rp 12,273 miliar. Ada selisih Rp 227 juta. Padahal, pada kolom realisasi pembayaran di lapangan masih nihil.

Dalam pemaparannya Asisten III Setkot Balikpapan Chaidar Chaerulsyah menjelaskan, memang ada hal yang berpotensi rancu dalam perencanaan anggaran untuk lahan RPU. 
Chaidar Chaerulsyah yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) ini, mengakui pada saat penyusunan anggaran ia masih menjabat sebagai kepala satuan kerja perangkat daerah . (Team Investigasi )
  

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments