Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » » Tim Terpadu Akan Kembali Eksekusi Lahan Kampung Harapan Batam
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Pantau Terkini | Batam , ‎Eksekusi lahan di kampung harapan, Bengkong Sadai akan dilaksanakan kembali dalam waktu dekat ini. Beberapa pihak terkait pun sudah menggelar pertemuan tertutup mengenai rencana eksekusi kedua tersebut di Mapolresta Barelang, Kamis (23/2/2017) pagi.

 Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi mengungkapkan, rencananya untuk eksekusi kedua akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret mendatang.

Harmidi yang ikut dalam rapat tersebut mengatakan seluruh pihak sepakat bahwa eksekusi memang tetap harus dilaksanakan sesuai keputusan akhir kasus tersebut.
"Sudah diputuskan tidak ada upaya lain, kecuali pengosongan. Eksekusi kedua 1 Maret nanti rencananya," ujar dia usai rapat.

Ia menuturkan dalam rapat tertutup tersebut pun membicarakan bagaimana pelaksanaan eksekusi tidak terulang seperti yang pertama kalinya.

"Tadi yang kita bicarakan, bagaimana pelaksanaannya di lapangan nanti tidak anarkis," ujarnya.
Selain itu, ia mewakili DPRD Batam pun mengupayakan agar adanya pertemuan kembali antara pihak perusahaan dengan warga. Pertemuan diharapkan, agar perusahaan mempertimbangkan nasib warga yang terkena gusur nantinya.
"Kami juga mengupayakan dari luar segi hukum ya, siapa tahu perusahaan, Glory Point ini punya rasa kasihan terhadap masyarakat. Adalah pertimbangan-pertimbangan sosial, mereka ini mau dipindahkan kemana, terus anak-anaknya mau dipindahkan juga tidak sekolahnya. Kita sangat berharaplah, sebelum pelaksanaan eksekusi nanti, masih ada upaya-upaya kekeluargaan," tuturnya.

Di dalam pertemuan tersebut pun ikut dibahas mengenai proses ‎hukum pengrusakan 18 rumah milik warga akibat pelaksanaan eksekusi pertama.

Ia menyebutkan, dari pihak kepolisian sendiri menyatakan akan tetap profesional mengusut kasus tersebut.

"Kami juga tanyakan tadi siapa yang bertanggungjawab terhadap dampak eksekusi sebelumnya. Siapa yang bertanggungjawab atas 18 rumah yang terbakar itu. Mereka yang jadi korban itukan tidak tahu menahu masalahnya, tapi jadi sasaran kemarahan warga Kampung harapan. 
Kalau dari penegak hukum yah menyatakan diusut itu," ucapnya.

Meskipun sudah ada ditetapkan tiga orang yang menjadi tersangka, namun untuk proses ganti rugi rumah yang telah rusak belum mendapatkan solusi. "Kan tersangkanya sudah ada, tapi mau dihukum seumur hidup pun, apa mampu mengganti itu. Apalagi mereka juga orang luar. Belum ada solusi untuk itu," ucapnya. (Nzr)

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments