Achmad Bin Daim Pemalsu Surat Tanah Hanya Divonis 2 Tahun Oleh Majelis Hakim PN Balikpapan


Pantau Terkini | Balikpapan, Setelah menjalani sidang yang cukup panjang dari Majelis Hakim PN Balikpapan memvonis bebas Achmad bin Daim yang jelas-jelas melakukan pemalsuan surat tanah milik keluarga lamijo dan dilaporkan oleh Sugito Bin Lamijo setelah diketahui oleh pewaris yang sah ini pada tahun 2013 ketika ahli waris telah membuat akta yang akan di jual kepada peminat yang ternyata tanah seluas itu telah di jual achmad bin daim kepada Zakiman.


Achmad bin Daim (61) warga Jl Senayan RT 38 no 42 Karang Rejo, Balikpapan Tengah, menjadi terdakwa pemalsuan dokumen berupa surat pelepasan hak atas lahan seluas 1 hektar di Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara.



Sidang awal pada 24/06/2015 dengan majelis hakim  Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan yang diketuai F Frans Samuel Daniel SH beranggotakan Muhamad Asri SH dan Makmurin Kusumastuti SH  mengeluarkan putusan yang terbilang berani. Dan vonis yan dijatuhkan majelis hakim tersebut merupakan yang pertama kali di PN Balikpapan.

Sidang kasus pidana atas tuduhan penipuan dan pemalsuan dengan terdakwa Achmad bin Daim berakhir dengan vonis bebas, dimana kasus yang di ajukan oleh Sugito dianggap telah kadaluarsa.
Yakni persidangan tidak sampai pada pokok perkara, hanya sampai pada putusan sela.   Dalam putusan sela itu, majelis hakim menyatakan dakwaan tidak bisa dilanjutkan dan saat itu juga.



Setelah Pengadilan Tinggi memerintahkan agar kasus yang semula dianggap daluarsa kembali di gelar ?.

Pada tanggal (03/10/2016) sidang dilanjutkan kembali dengan perkara yang sama walaupun adanya berbagai macam pelaporan terhadap personal para penyidik dan JPU ke Komisi Yudisial dan putusan PN Balikpapan pada selasa (07/02/2017) dengan pembacaan keputusan . 

Dalam kasus tersebut, Achmad dituntut hukuman penjara selama 2 tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU) Prima Gunawan SH karena membuat surat pelepasan hak dengan mencantumkan dirinya dengan nama Achmad bin Lamijo. Padahal, Lamijo yang memiliki lahan, bukan ayah kandung Achmad.  Ayah kandung Achmad yang sebenarnya adalah Daim. 
Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan di PN Balikpapan,  Selasa (7/2) kemarin. Selain menuntut penjara,    JPU meminta kepada  Majelis Hakim yang diketuai Adeng Abdul Kohar SH  agar dokumen yang diduga dipalsukan, dirampas oleh pengadilan.(Deddy Djumhana/ Hardiansyah)



Post a Comment

Post a Comment