Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Liputan Langsung

» » » » Tuntutan Warga Tak Di Dengarkan Jalan Rusak Marelanpun Menelan Korban Jiwa.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER – MEDAN, Kerusakan ruas jalan Pasar 2 Medan Marelan, menelan korban jiwa. Rahmad Buddin alias Amat (43), pengendara sepeda motor Yamaha Mio, tewas setelah terjatuh akibat terperosok ke lubang jalan, Jumat (4/11) kemarin, saat itu korban yang merupakan warga setempat, bermaksud menuju ke Jalan Marelan Raya. Karena kondisi jalan rusak dan lubang, membuat pengendara berjalan merayap serta harus ekstra hati-hati.

Namun, korban tidak mengetahui ada lobang tepat diruas jalan tsb sehingga tampa disadarinya kendaraannya terperosok kelobang yang tertutup air, Diduga korban kehilangan kendali setelah terperosok masuk ke lubang tertutup air sisa hujan, hingga korban terjatuh.

“Kepala korban sempat membentur batu, makanya dia tak sadarkan diri,” ujar, warga sekitar.

Korban sempat dibawa ke salah satu klinik di Marelan, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun akibat luka dideritanya cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia.

”Jalan disini sudah lama rusak, tapi tak juga diperbaiki. Bahkan, warga sudah pernah menggelar aksi demo supaya diperbaiki pemerintah,” tutur warga sekitar.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, AKP SR Sihite yang dihubungi mengaku, belum mengetahui adanya kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pasar 2 Barat, Marelan yang menewaskan seorang pengendara roda dua.

”Belum ada laporannya, tapi nanti akan kita cek ke lapangan,” sebut, Sihite.

Sebelumnya ratusan warga jalan Pasar 2 Barat Kel.Terjun Kecamatan Medan Marelan, Kamis(03/11) mengamuk sembari mengelar aksi blokir jalan lintas dengan menanami sejumlah pohon pisang di tengah badan jalan.
Aksi protes warga pada pihak Pemko Medan melalui Dinas PU Bina Marga Kota Medan ini kali keduanya digelar. Warga mengaku sudah bosan terus dijanjikan perbaikan jalan rusak sepanjang hampir 300 mter tersebut sementara warga terus dibebani pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Kegiatan demo warga tersebut cukup mendapatkan perhatian serta pengawalan dari sejumlah petugas kepolisian dan koramil, meski begitu aksi blokir jalan itu berjalan lancar dengan berorasi di sekitar badan jalan rusak.

Surianto selaku tokoh masyarakat tergabung dalam Forum peduli rakyat dalam orasinya menyesalkan kinerja pihak Pemko Medan Cq Dinas PU Bina Marga yang terkesan memperbaiki jalan tak tuntas dan terkesan ada unsur pilih kasih.

"Kenapa jalan kami disini yang sudah kupak-kapik malah tak diperbaiki sementara diujung arah Timur jalan Marelan Pasar 2 ini sudah dibeton, kami akan melakukan penyetopan pembtonan jalan bila kondisi jalan rusak di ujung sebelkah barat jalan Pasar 2 Marelan ini tak dibeton juga,"cetus Surianto alias Anto berteriak dengan alat pengeras suara tersebut.

Surianto juga mengaku, akibat kondisi jalan rusak dibiarkan mengakibatkan sudah banyak pengguna jalan yang jatuh tergelincir bahkan kemarin ada warga yang masuk rumah sakit akibat masuk lobang di jalan rusak ini, ujarnya lagi.


"Buat apa kami membayar pajak kalau uangnya justru dibajak, kenapa Pemko Medan tak juga mempercepat pembangunan kawasan Medan Utara padahal janjinya dulu akan percepat pembangunan, selain jalan rusak marak ternyata lampu jalan juga banyak yang rusak serta pembangunan drainase di Marelan banyak yang dikerjakan asal jadi sehingga kawasan Marelan menjadi rawan banjir kalau sudah turun hujan, ungkap Surianto disambut tepuk tangan meriah dari warga yang berujukrasa tersebut. (Aasof)

About Kareem

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments