» » » » Nilai JPU Atur Jalannya Persidangan Sang Ketua Majelis Hakimpun Naik Pitam

Nilai JPU Atur Jalannya Persidangan Sang Ketua Majelis Hakimpun Naik Pitam

Penulis By on 24 November 2016 | No comments

PANTER – MEDAN, Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Trifonia alias Luna kembali dilangsungkan di ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri (PN), Medan, Selasa (22/11).

Agenda sidang mendengarkan keterangan dari saksi terdakwa yakni, Trifina alias Ayen (40), kakak terdakwa, Silvia Dela Vista (17) keponakan terdakwa dan Amirudin (37) pihak lesing.

Ada yang menarik pada proses sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hiras Nainggolan sempat bersitegang dengan Ketua Majelis Hakim, Rosmina. Peristiwa itu terjadi saat para saksi selesai menyampaikan keterangannya.

“Apakah kuasa hukum terdakwa ada mau menampilkan saksi yang lainnya,” tanya majelis kepada Hasbi Sitorus.

Mendengar itu, Hasbi selaku kuasa hukum terdakwa mengaku ada.

“Minggu depan kemungkinan ada dua orang saksi lagi yang mulia,” jawab Hasbi.

Namun, tiba-tiba JPU merasa keberatan dengan alasan waktu sudah mepet.

“Maaf yang mulia. Waktu kita tidak memungkinkan lagi,” timpal JPU.

Seketika, majelis hakim langsung pitam.

“Maaf bukan JPU yang mengatur persidangan ini ya. Sama semua hak terdakwa maupun saksi korban. Kalau kamu (JPU) merasa keberatan itu bukan urusan saya,” tegas majelis hakim.

majelis hakim menerangkan, kuasa hukum terdakwa memiliki hak untuk menampilkan saksi lainnya.
Tak terima, JPU terus mengeluarkan argumennya kepada majelis hakim.

“Maaf yang mulia, bukan saya yang memperlama sidang ini tapi yang mulia sendiri karena sebelumnya ketika terdakwa tidak didampingi kuasa hukum, yang mulia sendiri menundanya,” lanjut JPU.

Dengan nada Geram, majelis hakim pun langsung menghardiknya. 

“Bukan kamu yang mengatur saya. Saya secara resmi tidak hadir ataupun menunda persidangan. Bukan kamu. Dengar itu ya,” tegas majelis.

Sidang pun akhirnya ditunda hingga pekan depan dengan agenda yang sama. Sementara itu seusai persidangan, JPU mengaku sudah bertindak tepat.

“Saya sudah sesuai tupoksi. Saya rasa, saya sudah adil dalam persidangan ini,” bilangnya singkat sembari berlalu.

Kasus ini berawal pada tahun 2014 lalu saat terdakwa Luna dan Wongso menjalin jual-beli emas. Singkat ceritanya, Luna memiliki hutang 784 gram emas. Kemudian Luna mencicilnya dengan mengembalikan emas sebanyak 267 gram, uang tunai Rp4,5 juta, dan memborohkan 1 unit mobil Xenia BK 1753 ZV warna abu-abu yang masih dalam keadaan kredit namun Luna tetap dilaporkan ke polisi dan diproses hukum. (Kareem)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya