DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » Gunung Bergelora Kembali, Petani Terancam Gagal PANEN

PANTER – KARO, Gunung Sinabung hingga kini masih terus erupsi dan meluncurkan awan panas guguran (APG) dan Gempa, Petani Terancam gagal panen.

Pada Selasa (1/11/2016) hingga pukul 18.00 WIB, gunung api yang menyandang status Awas (level IV) ini telah 17 kali bererupsi dan disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 1 – 3,5 kilometer (km).

Ketinggian kolom debu mencapai 2 kilometer dan bergerak seiring dengan pergerakan angin. Sejumlah desa di Kecamatan Naman Teran, Merdeka dan Berastagi menjadi tempat pendaratan material debu vulkanik, Daerah terparah yang terpapar debu yakni di seputaran Desa Naman, Kecamatan Naman Teran hingga mencapai 2 centimeter.

Ratusan hektare produk pertanian masyasrakat yang terpapar debu juga dipastikan rusak dan terancam gagal panen. Hal ini diakibatkan produk pertanian yang terkena debu akan langsung mengering dan kemudian layu.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi zona merah guna meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan.

Sedangkan untuk masyarakat yang daerahnya menjadi tempat pendaratan debu diharap agar mengenakan masker apabila hendak beraktivitas diluar rumah. Disampaikan lebih lanjut, untuk aktivitas kegempaan sejak pukul 00.00 WIB telah terjadi 98 kali gempa guguran lava, 6 kali gempa hybrid serta 1 kali gempa low frequency.

“Dengan meningkatnya aktivitas kegempaan ini, potensi yang dapat terjadi yakni longsornya kubah lava yang menggantung di puncak kawah. Kemudian, masih tingginya gempa hybrid dan low frequency menandakan masih adanya pertumbuhan kubah lava. Jadi ada sebagian yang longsor dan ada yang tumbuh kembali,” papar Derry.

Camat Naman Teran, Kasman Sembiring mengatakan, “pasca erupsi kami langsung berkoordinasi dengan unit pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Karo untuk melakukan penyiraman material debu di desa – desa terpapar”.ucapnya

“Untuk stok masker hingga saat ini masih ada stok yang cukup di kantor kecamatan, Bagi masyarakat yang membutuhkan silahkan langsung diambil di kantor. Kita juga membagikan masker ke warung – warung di seputaran desa. Kepada masyarkat kami imbau agar mematuhi rambu – rambu yang telah ditetapkan pihak vulkanologi,” ujar Kasman.



Berdasarkan data yang dihimpun dari media center Pemkab Karo, hingga saat ini pengungsi korban erupsi Sinabung yang masih bertahan di kamp – kamp penampungan berjumlah 9.317 jiwa (2.592 KK) yang ditempatkan di sembilan titik posko terpisah. (ADM)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6