Diduga Penuh Kecurangan 2(dua) Tim Paslon Minta Gagalkan Pilkada Siantar
PANTER – SIANTAR, Pelaksanaan Pilkada Susulan di Kota Pematangsiantar diduga diwarnai kecurangan.

Indikasi kecurangan yang terjadi, dua pasangan calon yakni nomor urut 3, Teddy Robinson Siahaan -Zainal Purba dan nomor urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto, meminta agar Pilkada susulan tersebut dibatalkan.

Kedua paslon tersebut mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Siantar, Kedatangan mereka bertujuan untuk melaporkan adanya indikasi kecurangan-kecurangan tersebut.

Keluarga, kerabat serta seluruh tim pemenangan kedua paslon itu memadati kantor Panwaslih, Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personel Polres Siantar langsung melakukan pengamanan.

Dikantor panwaslih kedua paslon itu disambut langsung Ketua Panwaslih, Joseph Sihombing beserta petugas Panwaslih lainnya, seluruh tim dan keluarga paslon meminta agar Panwaslih menindaklanjuti seluruh laporan yang ada.

“Tindaklanjuti laporan kami, banyak C6 yang ditahan Hulman, ada 70 ribu, Apa tindakan Panwas? Kenapa money politics dibiarkan?” ujarnya Teddy Robinson Siahaan 

Teddy Robinson Siahaan  menegaskan, pihaknya ingin Pilkada susulan dibatalkan. “Pilkada harus dibatalkan dan diberhentikan. Seluruh rakyat Siantar tahu kalau masyarakat Siantar ke rumah Hulman, Bapak sama ibu jangan merasa aman, ngapai saja Panwas? Ada juga anggota kami yang dipukuli sampai berdarah, kenapa Panwas diam saja?” ketusnya lagi.

Lokasi yang sama, Wesly juga meminta agar pelaksanaan Pilkada Susulan dibatalkan. 

“Lindungi kami dengan undang – undang, Pilkada ini harus dibatalkan karena banyak kesalahan. Ada di 31 TPS suara saya dinyatakan tidak sah padahal tidak ada yang salah,” jelasnya.

Tak ingin keributan terus berlanjut, Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Faidil Zikri kemudian menenangkan suasana. Faidil mempersilahkan pihak yang tidak berkepentingan untuk keluar dari kantor Panwaslih kemudian, suasana pun menjadi tenang.

Joseph menuturkan, pihaknya akan menampung dan menindak lanjuti seluruh laporan yang diterima.
“Kami bekerja sesuai aturan, prosedur, sesuai Perundang – undangan. Saya minta laporannya, setelah itu akan kami proses dan kami tindaklanjuti,” ujarnya. (M.Aizu)
«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post


Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » » » Diduga Penuh Kecurangan 2(dua) Tim Paslon Minta Gagalkan Pilkada Siantar

PANTER – SIANTAR, Pelaksanaan Pilkada Susulan di Kota Pematangsiantar diduga diwarnai kecurangan.

Indikasi kecurangan yang terjadi, dua pasangan calon yakni nomor urut 3, Teddy Robinson Siahaan -Zainal Purba dan nomor urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto, meminta agar Pilkada susulan tersebut dibatalkan.

Kedua paslon tersebut mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Siantar, Kedatangan mereka bertujuan untuk melaporkan adanya indikasi kecurangan-kecurangan tersebut.

Keluarga, kerabat serta seluruh tim pemenangan kedua paslon itu memadati kantor Panwaslih, Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personel Polres Siantar langsung melakukan pengamanan.

Dikantor panwaslih kedua paslon itu disambut langsung Ketua Panwaslih, Joseph Sihombing beserta petugas Panwaslih lainnya, seluruh tim dan keluarga paslon meminta agar Panwaslih menindaklanjuti seluruh laporan yang ada.

“Tindaklanjuti laporan kami, banyak C6 yang ditahan Hulman, ada 70 ribu, Apa tindakan Panwas? Kenapa money politics dibiarkan?” ujarnya Teddy Robinson Siahaan 

Teddy Robinson Siahaan  menegaskan, pihaknya ingin Pilkada susulan dibatalkan. “Pilkada harus dibatalkan dan diberhentikan. Seluruh rakyat Siantar tahu kalau masyarakat Siantar ke rumah Hulman, Bapak sama ibu jangan merasa aman, ngapai saja Panwas? Ada juga anggota kami yang dipukuli sampai berdarah, kenapa Panwas diam saja?” ketusnya lagi.

Lokasi yang sama, Wesly juga meminta agar pelaksanaan Pilkada Susulan dibatalkan. 

“Lindungi kami dengan undang – undang, Pilkada ini harus dibatalkan karena banyak kesalahan. Ada di 31 TPS suara saya dinyatakan tidak sah padahal tidak ada yang salah,” jelasnya.

Tak ingin keributan terus berlanjut, Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Faidil Zikri kemudian menenangkan suasana. Faidil mempersilahkan pihak yang tidak berkepentingan untuk keluar dari kantor Panwaslih kemudian, suasana pun menjadi tenang.

Joseph menuturkan, pihaknya akan menampung dan menindak lanjuti seluruh laporan yang diterima.
“Kami bekerja sesuai aturan, prosedur, sesuai Perundang – undangan. Saya minta laporannya, setelah itu akan kami proses dan kami tindaklanjuti,” ujarnya. (M.Aizu)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Kareem

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Nasional

video

video

kesehatan

Kesehatan

Cat-5

Cat-6