DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » 7 maha guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap Direskrimum Polda Jatim di Jakarta

PANTER | Probolinggo, Tujuh Maha Guru Padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi yang diagung-agungkan oleh pengikutnya ternyata mempunyai latar belakang yang memprihatinkan.


Beberapa diantaranya bahkan ada yang berprofesi sebagai gelandangan, pengemis hingga penjual kopi.
Ke-7 Maha Guru ini direkrut Vijay selaku Ketua tim event organizer Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk berperan sebagai tokoh spiritual dalam acara Istighosah di berbagai daerah.

Untuk meyakini pengikutnya, ke-7 pria berjenggot ini diberi jubah dan sorban layaknya seorang Kiai atau ulama. Bayarannya pun bervariasi, antara Rp2 Juta hingga puluhan juta sekali tampil di panggung.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol RP Argo Yuwono menegaskan, Tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil menangkap ketujuh orang ini atas informasi Vijay, pria turunan India yang dipercaya Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk menyiapkan segala macam kegiatan keagamaan Dimas Kanjang di berbagai daerah.

Pengangkatan 7 orang sebagai Maha Guru semata mata hanya untuk mengagungkan nama Taat Pribadi di mata pengikutnya. Saat ini penyidik juga tengah mencari orang yang disebut Abah Gimbal yang katanya berusia 600 tahun lebih dan tugasnya sebagai penunggu 9 gudang gaib.

Sebelum direkrut oleh Vijai, 7 orang ini tinggal di rumah-rumah petak di kawasan Tomang Jakarta Barat.

Berikut nama tokoh spritual atsu Maha Guru Padepokan Dimas Kanjeng yang ditangkap di kawasqn Tomang, Jakarta Pusat, Sabtu (5-11-2016), oleh Tim Jatanras Ditreskrium Polda Jatim:
1.R alias Abah Abdurrohman (9 kali beraksi).
2.AK alias Abah Sulaiman Agung (15 kali beraksi).
3.M alias Abah Nagasosro (4 kali beraksi).
4.Mar alias Abah kholil (9 kali beraksi).
5.Aalias Abah Kalijogo (3 kali beraksi).
6.S alias Entong (2 kali beraksi)
7.Sut alias Abah Sutarno (7 kali beraksi).
[Mbah-Humas Polda Jatim]





«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6