» » » » » Tak Setuju Bayar Uang Tambahan Materi Kemuhammadiahan Mahasiswa UMSU Bentrok Dengan Satpam dan Pegawai Biro

Tak Setuju Bayar Uang Tambahan Materi Kemuhammadiahan Mahasiswa UMSU Bentrok Dengan Satpam dan Pegawai Biro

Penulis By on 16 October 2016 | No comments

Ratusan mahasiswa terlibat tawuran dengan Satpam dan pegawai
Biro Kemahasiswaan di halaman kampus UMSU Jalan Mochtar Basri
Medan, Kamis (13/10). Pemicu tawuran berasal dari aksi pemukulan
satpam kepada mahasiswa.
PANTER – MEDAN, Bentrokan antar mahasiswa dengan pihak keamanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), membuat Kopertis Wilayah I Sumut - Aceh angkat bicara. Kopertis mempertanyakan alasan mahasiswa yang keberatan tersebut sehingga berujuk rasa. Unjuk rasa mahasiswa itu terjadi lantaran keberataan adanya biaya tambahan sebesar Rp 250 ribu untuk mengikuti pendidikan kemuhammadiyahan.

"Apa benar itu karena harus membayar Rp 250 ribu untuk materi itu. Setahu saya, semua perguruan tinggi bernuansa agama memiliki standar pendidikan agama tersebut. Misalnya, Al Wasliyah, Santo Thomas juga menerapkan materi serupa," ujar Prof Dian saat dihubungi wartawan.

Dian menyebutkan, hal itu wajar saja jika masuk ke dalam kurikulum pendidikan di perguruan tinggi bernuansa agama. Kenyataan itu tak mungkin dihilangkan akibat keberatan segelintir mahasiswa.

Menurutnya, biasanya penerapan materi perkuliahan itu adalah sukarela dan tanpa biaya tambahan. Namun, jika mahasiswa keberatan dengan program yang sudah tertulis, silakan mencari tempat perkuliahan yang lain yang lebih nasionalis. "Kan banyak pilihan kalau tidak terima. Tinggal rektor yang mengeluarkan surat pindah. Sederhana saja kok," cetus Dian.

Namun demikian, sambungnya, tidak ada salahnya jika mahasiswa mengikuti program kurikulum yang ada. Walaupun sebenarnya tidak suka, tapi bolehlah materi itu sebagai ilmu tambahan saja.

"Penambahan materi agama itu telah melalui tahapan yang panjang. Banyak waktu dan pihak yang terlibat dalam memutuskan persoalan itu. Jadi, ikuti sajalah adik-adik mahasiswa, kan bisa jadikan itu sebagai pengetahuan baru. Kalau mau diterapkan ya bagus, kalau tidak ya juga tidak ada persoalan," jelas Dian. (M.Ir)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya