DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » Silahkan cari ikan sebanyak-banyaknya. Tapi jangan sampai melanggar aturan dan merugikan nelayan kecil

PANTER - LABUHAN BATU, Pasca pembakaran 3 kapal pukat gandeng oleh nelayan tradisional Desa Simandullang, Kecamatan Kualuh Leidong, beberapa waktu lalu. DPRD Labura melakukan pertemuan dengan nelayan dan pengusaha, Jumat (14/10).
Pertemuan bermaksud untuk melakukan investigasi dan mencari solusi atas penahanan 20 warga Simandullang. Polres Labuhanbatu telah menetapkan 17 nelayan dan 3 pelaku illegal fishing sebagai tersangka atas kasus itu.
Di hadapan Muspika dan masyarakat nelayan, Ketua DPRD Drs H Ali Tambunan berharap antara pengusaha dan nelayan dapat duduk bersama menyelesaikan kasus yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Diharapkan kasus pembakaran kapal yang terjadi beberapa waktu lalu tidak membesar. Antara pengusaha dan nelayan serta Muspika dapat duduk bersama menyelesaikannya,” ujar Ali pada pertemuan itu.
“Saya dapat laporan ada upaya mediasi yang dilakukan unsur pimpinan kecamatan. Kita harapkan masalah ini dapat diselesaikan dan tidak semakin membesar,” sambung Ali.
Dia juga meminta agar pengusaha tidak menggunakan ilegal demi mendapatkan hasil tangkapan yang besar. “Silahkan cari ikan sebanyak-banyaknya. Tapi jangan sampai melanggar aturan dan merugikan nelayan kecil,” pintanya sambil menambahkan hasil laut itu hendaknya dapat dirasakan oleh pengusaha dan nelayan.
Ali juga menyebutkan, adanya upaya dari pihak pengusaha untuk tetap mengoperasikan kapal pukat gandeng pada malam hari. “Pihak aparat keamanan diminta agar menjaga situasi tetap kondusif. Saya mendengar ada upaya dari pihak pengusaha untuk tetap mengoperasikan pukat gandeng malam hari. Kalau hal ini terjadi sebelum ada kesepakatan, kami dari DPRD akan menjadi lawan anda bersama dengan masyarakat,” katanya.
Terkait penahanan seluruh masyarakat atas kasus itu, Ali mengatakan akan berupaya membicarakannya melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Kami berupaya agar masyarakat yang ditahan dapat ditangguhkan. Kesepakatan atau perjanjian damai nantinya akan dijadikan bahan untuk mencari solusi agar persoalan ini dapat selesai,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Desa Simandullang Sangkot menyebutkan, pihaknya telah melakukan upaya perdamaian antara pengusaha dengan nelayan. Perdamaian melalui kesepakatan tertulis antara kedua pihak itu berisikan beberapa poin, diantaranya antara pelaku dan korban sepakat damai dan tidak ada ganti rugi.
Ditambahkannya, dari 40 nelayan yang sempat ditahan, 23 diantaranya sudah kembali ke kediaman masing-masing.  Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulhanuddin SSos, Ketua Komisi B Tahan Munthe, Sekretaris Komisi B HM Rulis Harahap SIP, Augustinus Simamora SH MSi, Jainal Samosir, Maruahal Sinurat, Sugito dan Aman Sihombing. Dari unsur Kecamatan terlihat Kapolsek AKP Jony Tampubolon, Camat Kualuhleidong Drs Adlin Sinaga, Danramil Mayor Jimmi Barus dan Serma Ranto Damanik dari Kamla.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6