DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » Samsudin : "Musyawarah terbaik duduk bersama antara kami, PPK dan P2T " Demi Pembanguna TOL Cijago

PANTER | Depok, Samsudin warga Kukusan, Beji, Kota Depok salah satu orang yang ditunjuk oleh warga yang terdampak akibat proyek tol cijago (Cinere - Jagorawi) masih bersikeras dengan harga dan kesepakatan yang di ajukan leh tim Pejabat Pembuat Komitmen, "Bukan hal yang baru bagi warga disini mengenai gusuran, cermin kami adalah sewaktu penggusuran lahan untuk Universitas Indonesia tidak ada penolakan bahkan kami sangat mengapresiasi selain di lokalisir lahan di kavling yang di sediakan untuk penggantian bagi mereka yang tidak cukup banyak mempunyai tanah" tutur Sam di Kediamannya  kepada pewarta Panter.
"Penggusuran UI cukup bagus menurut saya sebab membebaskan tanah misalkan 1.5 jt/meter dan menyediakan Kavling dengan Harga Rp.500.000 jadi masih ada lebih buat kami untuk membangun dengan lebih Rp. 1 juta, ini kan dengan sesuai dengan undang undang Penggantian lahan akan menjadikan warga terdampak lebih baik " papar Samsudin kepada pewarta dan Wartawan .

Lanjut Samsudin "Sosialisasi Awal pemanfaatan lahan untuk Tol di kelurahan Kukusan pada 2006 sampai 2012 baru ada pertemuan kembali di Kecamatan Beji dengan penetapan Zona yang sangat tidak sesuai dengan UU, karena terjadi ketidak sesuaian harga ...saya sempat menanyakan dari mana zonanya ?  "
"Perpres No36 2005 itukan sudah jelas kalau kita kaji " ungkap Sam.
"Pada awalnya kami menolak kami pada pembagian Zona yang menurut kami tidak ada di dalam UU " tegas Sam  
"Jadi konflik penolakan ganti rugi hanya Teknis dan Musyawarahnya tidak ada jadi tim appraisal (Penaksir) juga menentukan harga sendiri tanpa ada musyawarah dengan kelompok kami" Tegas Sam.
Demikian penuturan ketua kelompok penolokan ganti rugi Samsudin dari Kelurahan Kukusan, Beji Kota Depok.  (dj)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

video

Cat-5

Cat-6