Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP




Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» » » » » » PKC PMII Sumut Unjuk Rasa Kritisi Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Bentrok Antar Kader PMII dengan Pihak Kepolisian Yang Mengawal Unjuk Rasa, Kammis,  (20/10)
 PANTER -  MEDAN, Aksi perIngatan dua tahun kinerja Jokowi-JK yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia diwarnai bentrokan, Kamis (20/10).

Massa berkumpul tepat di persimpangan empat Jalan Putri Hijau. Dalam statemennya PMII menyoroti beberapa hal yang dianggap urgent dalam pemerintahan Jokowi JK.

Dalam orasi mereka, massa PMII menyoroti sejumlah hal yang dianggap perlu diperhatikan oleh pemerintahan Jokowi-JK. PMII menilai, selama dua tahun memimpin negara, banyak kebijakan Jokowi-JK yang tidak pro rakyat. 

"Rakyat sudah jenuh dengan rezim kapitalis. Banyak kebijakan Jokowi-JK yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Jokowi tidak peduli lagi dengan rakyatnya," pungkas salah satu orator.

Massa berkumpul tepat di persimpangan empat Jalan Putri Hijau. Dalam statemennya PMII menyoroti beberapa hal yang dianggap urgent dalam pemerintahan Jokowi JK.

Aksi sempat diwarnai kericuhan saat beberapa massa mencoba melakukan aksi bakar ban. Saat ban bekas hendak diturunkan dari mobil komando, bebberapa petugas langsung masuk ke barisan dan menrik ban. Aksi saling dorong tak bisa dielakkan.

Ketua PKC PMII SUMUT
(Bobby Niedal)
Massa yang dijaga oleh barisan Polwan mencoba membubarkan barikade. Bentrokan tak berlangsung lama, saat massa berhasil ditenangkan. Namun sempat terjadi provokator oleh Pihak – Pihak Tertentu dengan mengisukan bahwa Kader – Kader PMII Meraba – raba Polwan yang Berjaga, dan di bantahkan Oleh Ketua PKC PMII sumut Bobby Niedal.

"Nggak ada itu, tuduhan itu hanya upaya membubarkan aksi unjuk rasa," kata Bobby
.
 “PMII menilai, selama dua tahun banyak kebijakan Jokowi-JK yang tidak pro terhadap rakyat. "Kebijakan jokowi JK yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Jokowi tidak peduli lagi dengan rakyatnya," katanya.

Awalnya aksi berjalan tenang. Berselang lima menit, seratusan massa yang berkumpul di persimpangan Jalan Putri Hijau dan Jalan Perintis Kemerdekaan terlibat aksi saling dorong dengan barikade Polwan. Bentrokan berawal saat sejumlah massa ingin melakukan aksi bakar ban. Namun, beberapa petugas tidak mengizinkan karena dianggap mengganggu ketertiban.

Massa yang tak terima mendorong barikade yang dijaga Polwan, Aksi saling dorong tak berlangsung lama. Massa berhasil ditertibkan. Namun selang beberapa saat, bentrokan kembali terjadi.

Petugas sempat mengeluarkan kader PMII yang dianggap provokator dan jadi bulan - bulanan oleh pihak kepolisian yang tidak berseragam. Namun dilepaskan kembali karena dikejar massa unjuk rasa yang melihat kawannya jadi bulan - bulanan. Petugas akhirnya melepaskan massa setelah terlibat dorong-dorongan ditengah jalan. Unjuk rasa kembali dilanjutkan dengan orasi.

Terkait Tuduhan yang dilemparkan Pihak kepolisian Safrijal Batubara Alumni PMII berkomentar “sudah tahu kalau hampir rata – rata kader PMII itu laki – laki masak yang diturunkan untuk mengawal aksi mereka POLWAN, saya menduga pasti ada unsure permainan yang dilancarkan agar terjadi chaos dan aksi dapat segera dibubarkan oleh oknum – oknum tsb agar citra nama pencitraan tidak begitu terluka” ucapnya.

Di jln. sutomo Ahmad Sofwan selaku Alumni PMII berkomentar, “PMII itu Organisasi yang menanamkan cinta NKRI, cinta Rakyat, dan tetap pada jalur social control dalam dirinya terhadap perjalanan sebuah kepemimpinan, jadi wajar kalau sedikit keras, daripada jadi penjilat seperti oknum – oknum lain yang dulunya jauh dari jokowi-jk, karena kepentingan jabatan sekarang merapat, menjilat kepemimpinan Nampak sekali plin – plannya dalam mengambil keputusan” ucapnya.


“itu sih Polisinya yang bodoh, sudah tahu PMII yang turun masak yang di turunkan POLWAN, kan tau sendiri kok POLWAN tu Payudaranya didepan, jadi timbul gesekan sedikit tersentuh lah barang tu, di tebarlah issu yang tujuannya untuk membungkam kelangsungan unjuk rasa, coba kalau yang diturunkan laki – laki, pasti tidak akan ada issu grape – grape yang tujuannya untuk merusak citra nama pengunjuk rasa, perlu direhab juga itu otak mereka yang menurunkan pengawalan” pungkasnya. (kareem)

About Kareem

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments