DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » » Penyuluh dan Petani Harus Bersama - sama dalam meningkatkan swasembada pangan

PANTER, PALUTA, Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Paluta gelar pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) penyuluh pertanian di Aula Serbaguna kantor Bupati, Kamis (13/10).

Acara yang diikuti seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Paluta dibuka oleh Wakil Bupati H Riskon Hasibuan serta dihadiri Ketua DPRD Mukhlis Harahap.

Hadir juga Kepala Bakorluh P2K Provinsi Sumatera Utara diwakili Erpison Moise, yang juga bertindak sebagai narasumber bersama Oktarina Rizky Nanda Spt, Danramil 05 PB Kapten Tenggar Harahap, KUPTD BP2KP se-Paluta beserta undangan lainnya.

Dalam laporan Kepala BP2KP Paluta sekaligus ketua panitia Henry Hamdani Hasibuan menyampaikan, pelatihan peningkatan kapasitas SDM penyuluh pertanian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM Penyuluh, serta terselenggaranya sistem kerja latihan dan kunjungan bagi penyuluh demi pengembangan pertanian khususnya di Kabupaten Paluta.

Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan peningkatan kinerja dari seluruh PPL dalam menghadapi perkembangan jaman serta perkembangan ekonomi yang memasuki era Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA). Sehingga bidang pertanian dapat disesuaikan dengan kecanggihan tekhnologi.

Sementara Wabup Paluta H Riskon Hasibuan menyampaikan, keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan sumber daya pertanian, perikanan, kehutahan dan ketahanan pangan. Akan tetapi juga ditentukan peran penyuluh di bidang masing-masing, kualitas sumber daya manusia yang mendukung dan didukung oleh penguasaan iptek. Hal ini sangat dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan.

Pelatihan ini tidak mencetak orang menjadi sempurna, tetapi mencetak individu-individu yang lebih baik dari yang lain. Sehingga apapun bentuknya, penyuluh harus tetap bersatu. Sehingga dengan pengingkatan kapasitas SDM diharapkan ada peningkatan pengetahuan sikap dan ketrampilan dari Penyuluh Pertanian. Apalagi tugas penyuluh sekarang adalah adanya pengawalan akan kedaulatan pangan.

Oleh karena itu, penyuluh sebagai mitra petani di pedesaan diharapkan mampu membantu petani dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada saat ini maupun di masa yang akan datang.
Sehingga pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai, khususnya di lokasi-lokasi UPSUS yang telah dicanangkan pemerintah dapat terwujud.

“Penyuluh adalah mitra petani yang merupakan salah satu garda terdepan dalam meningkatkan pertanian di daerah ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bakorluh P2K Provsu Ir Bonar Sirait yang dibacakan Erpison Moise mengatakan, dalam rangka perwujudan swasembada pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan, tidak saja ditentukan tersedianya SDA, tetapi juga ditentukan SDM handal yang salah satunya diperankan penyuluh.

“Tahun ini, tenaga bantu penyuluh untuk Provsu sebanyak 1.657 orang. Sebanyak 516 orang di antaranya berusia 35 tahun ke bawah telah direkrut menjadi CPNS. Pelaksanaan seleksinya dilakukan oleh BKN Regional VI Sumut dan telah dilaksanakan tanggal 4-7 Oktober lalu. Dari 516 orang tersebut, sebanyak 35 orang berasal dari Paluta,” ujar Erpison Moise.

Sementara penyuluh THL tenaga bantu berusia di atas 35 tahun sebanyak 1.141 orang dan 46 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Paluta. Mereka diajak untuk tetap semangat bekerja dalam mengabdikan ilmu di bidang penyuluhan. Sebab, mereka nantinya juga bakal diangkat sebagai ASN dengan Pola Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) setelah PP tersebut diterbitkan.

Kepala Bakorluh P2K Provsu juga meminta agar penyuluh tetap disiplin dan meningkatkan kinerja dalam melaksanakan pembinaan, pendampingan dan pengawalan terhadap petani melalui kelompok tani, dan berusaha meningkatkan kapasitas dan kompetensi individu melalui berbagai media dan sarana yang ada dengan menguasai Iptek terutama yang sangat dibutuhkan pelaku utama. (aizu)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6