Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP




Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» »Unlabelled » Pemerintah dan Aparat Tutup Mata, Tiga Alat Berat Meluluhkan Bekas Lahan Karlahut
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post


PANTER | Rokan Hilir--Beberapa kalangan masyarakat di Rokan Hilir (Rohil) resah dengan keberadaan tiga unit alat berat jenis excapator yang mengerjakan lahan dibekas lahan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) sabanyak ratusan hektar di Lapangan Hely Desa Kota Paret Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir/(Riau).

Pasalnya, alat berat tersebut meluluhkan areal lahan untuk dijadikan kebun sawit yang mana masyarakat ada yang mempunyai lahan diareal tersebut yang mempunyai legalitas tidak dihiraukan oleh pengelola lahan. 

Saat ditanyakan kepada Miswar, salah seorang karyawan pengusaha itu mengatakan tanah mereka garap merupakan tanah kilang bekas pengumpulan kayu bekas ilegal loging.  "Masalah surat tanya saja pak pihak Desa, kita disini hanya bekerja,'' ungkapnya.

Bismar (40) salah sorang pemilik lahan mengatakan, lahannya yang ditanami sawit saat ini sudah ditimbun oleh excapator. Belakangan diketahui, excapator tersebut milik salah seorang pengusaha dari Kisaran Sumatra Utara bernama Ationg yang memerintahkan anak buahnya untuk segera menggarap lahan tersebut.

"Menurut kata operatornya lahan yang mereka garap merupakan lahan mereka, tapi tidak ada legalitasnya. Sementara kami menanam dilahan di tanah sendiri yang memang kita punya legalitas," ungkapnya.

Salah seorang warga lain yang enggan menyebut namanya merasa bingung atas kejadian tersebut. Sebab sudah dua bulan kurang lebih kejadian ini berjalan dengan mulus tanpa ada respon dari pihak kepolisian kenapa memperbolehkan pengusaha tersebut mengelola diatas lahan yang kebakaran.

"Tak ada respon dari pihak pemerintah baik desa maupun Kecamatan apa memang sengaja tutup mata sementara pada era sekarang ini kita tau dengan gencarnya pengawasan kebakaran lahan dan hutan sampai masyarakat pun takut dengan arahan-arahan dari pihak aparat tentunya areal ini masih dalam pengawasan karena habis terbakar ini malah alat berat yang beroperasi yang dikendalikan oleh pengusaha eks illegal logging tahun 1995 sampai 2004 minta kepada aparat hukum terkait
tolong investigasi lahan tersebut bila terbukti segera usut,'' bebernya.

sementara itu ketika media ini menjumpai Abdul Kosim SE wakil Ketua DPRD Rohil menyayangkan sikap aparat penegak hukum maupun pemerintahan di Simpang Kanan yang sengaja membiarkan alat berat itu bekerja dilahan bekas karlahut diareal perusahaan yang diduga tidak memiliki izin perkebunan dari Dinas Perkebunan. 

Untuk itu dia minta kepada pihak Kecamatan dan aparat lainnya agar dapat turun kelapangan karena laporan dari masyarakat sudah sampai kemeja DPRD Rohil. Jika tidak diindahkan juga, Akos sapaan akrabnya berjanji akan turun kelokasi untuk membuktikan kebenaran tersebut dalam waktu dekat.

"Jangan masyarakat kecil aja yang pelaku karlahut ditangkap. Sementara perusahaan yang kepemilikan lahan tak berizin tidak ditindak ada apa. Ini jangan ada diskriminasi dalam penindakanhukum. Bila mana perusahaan yang melakukan karlahut seharusnyakan ada alat-alat berat yang bekerja harus diproses secara hkum, '' tandasnya. (Chandra)

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments