Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » » PANSUS WAGUBSU Tetap Lanjutkan Sidang Paripurna
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER – MEDAN, Pansus Pengisian Kursi Wagubsu DPRD Sumut tampaknya tetap mengelar sidang paripurna pemilihan Wagubsu pada Senin (24/10) mendatang. Meskipun, PTUN Jakarta telah mengabulkan gugatan PKNU Sumut dan meminta Kemendagri menunda pelaksanaan keputusan surat No 122.12/5718.OTDA pertanggal 4 Agustus 2016 yang menjadi acuan DPRD Sumut menggelar paripurna.

Anggota Pansus Pengisian Kursi Wagubsu, Sopar Siburian mengatakan, putusan PTUN Jakarta yang mengabulkan gugatan PKNU Sumut tidak akan mempengaruhi jadwal yang telah diputuskan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut.

Sekretaris DPW PPP Sumut, Yulizar Parlagutan Lubis juga mengaku tak menghiraukan proses hukum yang ditempuh PKNU Sumut. "Sudah dengar ada putusan PTUN atas gugatan PKNU, tapi Mendgari belum memberikan pemberitahuan apapun, jadi proses yang berada di DPRD Sumut tetap berjalan sebagaimana mestinya," sebut politisi yang akrab disapa Puli ini.

Mengenai siapa calon yang akan didukung pada Senin nanti, Puli juga mengaku partainya belum memutuskan kepada siapa suara akan diberikan. Dia mengaku, PPP baru bertemu dengan salah satu kandidat cawagubsu asal Hanura, Nur Azizah Marpaung.

"Tapi itu bukan berarti PPP memberikan dukungan ke beliau (Nur Azizah). Belum ada arahan dari Ketua maupun DPP," tuturnya.

Sementara, DPW Partai Nasdem menghargai proses hukum yang ditempuh PKNU Sumut. Bahkan, partai besutan Surya Paloh itu menilai putusan yang dikeluarkan PTUN Jakarta itu untuk dipatuhi.

"Hukum di negeri ini harus dipatuhi, karena itu panglima tertinggi," ujar Sekretaris DPW Nasdem Sumut, Iskandar, Jumat (21/10).

Secara khusus, Iskandar mengaku belum membaca salinan putusan PTUN Jakarta bernomor 219/G/2016/PTUN-JKT secara langsung. "Kalau memang putusannya mengintruksikan agar dilakukan penundaan, maka lakukan," ungkapnya.

Meski begitu, Iskandar mengatakan, dirinya tidak akan memberikan instruksi khusus kepada Fraksi Nasdem di DPRD Sumut. Sebab, dia mengaku partainya menganut azas demokrasi.


"Memang Fraksi itu perpanjangan tangan partai, tapi di Nasdem sistemnya demokrasi. Silahkan Fraksi Nasdem di DPRD Sumut menentukan sikap, apakah menjatuhkan pilihan kepada cawagubsu asal Hanura, atasi PKS. Atau bahkan menolak digelarnya sidang paripurna karena ada putusan PTUN Jakarta," jelasnya.

About Kareem

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments