FOKUS

Panter Streaming

Nusantara

DAERAH

Derap TNI & Polri

HUKUM

PERISTIWA

Advertorial

» » » » Naib Pedagang Pasar Aksara Terganjal Pembangunan Fly Over


PANTER – MEDAN, Nasib pedagang Pasar Aksara yang menjadi korban kebakaran semakin tak jelas. Selain belum ada lokasi relokasi yang dijanjikan Pemko Medan, bekas gedung Pasar Aksara juga kian kabur.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, Pemko Medan saat ini dalam kondisi dilematis untuk merevitalisasi pasar tradisional tersebut. Soalnya, usulan pemko pada 2017 mendatang untuk membangun fly over Aksara sudah disetujui pemerintah pusat. Atas dasar itu, tentu nanti akan ada pelebaran jalan di lokasi tersebut.

"Pemko hanya memiliki tanah di lokasi tersebut sekitar 4.000 meter persegi. Sementara sisa tanah lainnya dimiliki oleh PT Aksara Jaya Indah (AJI)," kata Eldin di sela sidang paripurna Nota Jawaban Kepala Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2016, di ruang paripurna DPRD Medan, Senin (24/10).

Secara hitung-hitungan, Eldin mengungkapkan lahan 4.000 meter persegi yang dimiliki Pemko tersebut, tidak akan bisa menampung 700-an jumlah pedagang Pasar Aksara. Oleh karenanya Pemko Medan tengah mencoba menawarkan pilihan relokasi di kawasan Jalan Yos Sudarso, persis di depan pintu masuk jalan tol."Inilah yang nantinya akan kita beri pengertian kepada para pedagang, agar solusi relokasi dapat dicarikan," kata Eldin seraya mengaku Pemko Medan juga bersedia mengganti rugi lahan di kawasan tersebut.

Pada kesempatan itu, Eldin menepis berbagai asumsi terkait perubahan peruntukkan Pasar Tradisional Aksara. Dia mengimbau agar pedagang dan masyarakat tidak terpengaruh dengan banyak rumor akan peruntukkan tempat itu. "Kita mau para pedagang memiliki tempat berjualan dan bisa hidup nyaman. Karena itu merupakan tugas pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya," kata Eldin.

Menurut dia, kalaupun Pasar Aksara mau dibangun kembali, sementara nanti akan terkena imbas pelebaran jalan, maka hal tersebut sangat tidak efektif dilakukan. "Kita maunya jangan sampai dua atau tiga kali kerja. Kita harapkan jangan pula anggaran kita habis untuk ke situ saja," kata Eldin. (M.Aizu)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: