Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP




Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» » » Mantap....!! Mahasiswa Kedokteran UISU Jadi Pemenang Di Miss Grand International 2016
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER – SUMUT, Prestasi Membanggakan diraih oleh Ariska Putri Pertiwi. Wanita 21 tahun asal Indonesia ini berjaya di ajang kontes kecantikan dunia, Miss Grand International 2016, di Las Vegas. Dia sukses menjadi pemenang.

Dalam siaran live Facebook, jalan Ariska tembus 10 besar pada final yang digelar di Las Vegas, pada Rabu 26 Oktober 2016 waktu Indonesia cukup mendebarkan. Namun kemudian mahasiswi Fakultas Kedokteran UISU, Medan ini ternyata masuk ke lima besar terbaik.

Selanjutnya dua kandidat juara pun terpilih. Namanya lagi-lagi muncul. Barulah pada bagian terakhir pembawa acara mengumumkan Indonesia adalah peraih mahkota Miss Grand International 2016.

Ariska Putri Pertiwi lahir di Lhokseumawe pada 13 Januari 1995. Dia adalah seorang mahasiswi dan model yang juga merupakan Runner-Up 3 kontes kecantikan Puteri Indonesia 2016.

Dia akhirnya terpilih mewakili Indonesia pada kontes Miss Grand International 2016.

Dengan raihan ini, Ariska mencatat sejarah sebagai wanita Indonesia pertama yang berhasil memenangi kontes kecantikan bertaraf international.

Ariska Putri Pertiwi (21) terbang ke Las Vegas, AS. Dia akan berlaga dalam Miss Grand International.

Lebih spesifik dari kontes kecantikan yang lain, Miss Grand International memiliki misi menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan di dunia.

Tidak hanya cantik, para peserta juga harus memiliki beberapa sifat untuk bisa mendapatkan nilai tinggi saat penjurian. Misalnya, bersahabat, cerdas, berkepribadian baik, dan tentu saja memiliki misi yang sama dengan tujuan kontes yang memasuki penyelenggaraan kali keempat tersebut.

Itu adalah keikutsertaan Indonesia yang kedua. Yang pertama adalah Novia Mamuaya, runner-up 3 Puteri Indonesia 2013. Karantina Miss Grand International 2016 mulai berlangsung pada Sabtu (8/10) dan malam puncaknya dihelat pada Selasa (25/10/2016) di West Gate Las Vegas Resort & Casino.

Ariska yang sebelumnya mewakili Sumatera Utara di ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016 menyatakan siap bertarung melawan para putri dari 87 negara.

Gadis yang akrab disapa Ika itu mengaku sudah bekerja keras untuk bisa membawa gelar pemenang.

”Mulai dari cara jalan, make-up sendiri, public speaking, dan nge-gym untuk menjaga bentuk tubuh,” kata Ika saat dijumpai di Graha Mustika Ratu, Jakarta Selatan, sebelum keberangkatan.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) itu tidak ingin setengah-setengah. Dia sampai diet karbohidrat, tidak makan nasi, untuk menurunkan berat badan.

”Kalau badannya cewek Latin, kan bagus-bagus baget ya. Walaupun mungkin enggak bisa seperti mereka, jangan sampai beda jauh lah,” kata perempuan yang mengikuti kelas modeling sejak duduk di bangku SMP itu.

Berbulan-bulan Ika diet karbohidrat. Dia mengganti nasi dengan makanan berserat seperti sayur atau buah.

Hanya Sabtu dan Minggu dia bertemu nasi meski hanya dua sendok dalam sehari itu. Selama diet, dia sama sekali tidak mau menimbang berat badan. Takut, katanya. Mendengar orang berkomentar kalau saya kurusan, itu sudah cukup,” ujarnya.

Bagi Ika, ikut ajang kecantikan internasional merupakan mimpi sejak kecil. Dia ingat, sang ibu selalu mengajaknya menonton Puteri Indonesia saat dirinya duduk di kelas IV SD. ”Ikut ajang internasional ini cita-cita sejak kecil. Kalau dokter, itu hobi,” tuturnya.

Ingin tampil sempurna, saat berkemas kemarin, rasanya Ika ingin membawa semua barang di lemarinya. Bahkan, bagasi pun sampai lebih dari 100 kg. ”Selain bawa busana dan kostum nasional, saya juga bawa batik untuk dibagikan kepada peserta lain,” ujarnya.

Malam sebelum berangkat itu, Ika menunjukkan tiga buah busana dan satu kostum nasional. Sama seperti Felicia, kostum nasional Ika juga dibuat oleh Dynand Fariz, perancang di balik kesuksesan Jember Fashion Carnival (JFC).


Kali ini Dynand terinspirasi busana pernikahan Lampung yang bertema Royal Sigokh. Dia membuat busana untuk Ika itu selama satu bulan. Beratnya 15 kg, termasuk mahkota. ”Targetnya menang satu gelar,” harap Ika. (Aasof)

About Kareem

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments