Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP




Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» » » » » Bakar Pukat Trawl, 15 Warga Nelayan Tradisional diangkut Pihak Kepolisian
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Kapal Langsir Yang di Bakar Oleh Nelayan Tradisional
desa simandulang.
PANTER – LABUHAN BATU, Sebanyak 17 nelayan tradisional ditetapkan tersangka terkait  peristiwa pembakaran 2 kapal trawl dan 1 kapal lansir di perairan Tanjung Leidong dan Sei Berombang. Terkait ilegal fishing, polisi menetapkan 3 tersangka.

Informasi dihimpun, sebanyak 40an warga Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara diamankan pihak Polres Labuhanbatu, Minggu (9/10) sekira jam 09.00 WIB. Mereka diduga pelaku pembakaran dua unit kapal pukat trawl (Pek To) dan sebuah kapal lansir di perbatasan perairan Tanjung Leidong (Labuhanbatu Utara) dan Sei Berombang (Kabupaten Labuhanbatu)

Aksi warga ditengarai puncak dari kekesalan beroperasinya pukat gandeng tersebut di perairan dangkal. Alhasil, nelayan tradisional kesulitan dalam menangkap ikan. Padahal, sejak lama hal tersebut menjadi gejolak di tengah warga.

Terlebih lagi, dua hari sebelum kejadian, warga sempat mengeluhkan hal itu. Dan, membuat laporan ke pihak Keamanan Laut (Kamla) serta pihak aparat desa setempat. 

“Sekira Rabu malam atau Kamis malam, memang ada keluhan dari para warga terkait beroperasinya pukat trawl di perairan Simandulang,” ungkap Sangkot, Kepala Desa Simandulang, Labura, Senin (10/10) di Mapolres Labuhanbatu.

 “Pertemuan itu dihadiri pengusaha bernama Lam Yiong alias Budi. Sedangkan Ayun tak hadir ketika itu. Akhirnya tak didapat kesepakatan,” paparnya.

Pasca pertemuan itu, sejumlah pukat trawl di sana masih terus beroperasi. Sehingga, Minggu pagi warga kembali datang menemui Sangkot dan mengeluhkan hal serupa. Setelah itu, sekira jam 13.00 wib penduduk setempat mengabarkan sejumlah warga lainnya diboyong ke Polsek Kualuh Leidong karena dugaan pembakaran kapal.

Menurut informasi dari Sangkot sedikitnya 15 orang warga Desa Simandulang. Dan, beberapa diantaranya masih anak dibawah umur. 

Pihak Kepolisian Resort Labuhanbatu akhirnya menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus pembakaran tiga kapal tersebut. Terdiri dari, 11 orang dijadikan tersangka dalam kasus pembakaran kapal pukat trawl dan 6 orang warga dijadikan tersangka dalam kasus pembakaran kapal lansir.

“11 orang ditetapkan dalam kasus pembakaran kapal pukat trawl (pukat harimau) yang sedang mengambil ikan. Sedangkan 6 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam pembakaran kapal lansir,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK didampingi Kasubdit Gakum Polairud Poldasu AKBP Martin Nasution dalam siaran persnya. Para tersangka, lanjut Kapolres dikenai pasal 187 ke 1e atau pasal 410 KHUPidana.

Kesebelas tersangka masing-masing Jaharuddin Sagala, Antoni Margolang, Jafaruddin, Asri Dalimunthe, Hendra Hanafi, Madar Marpaung, Kamaruddin Munthe, Eka Suryadi, Nurdin Sitorus, Rustam Harahap dan Agus Salim.

Sementara keenam tersangka lainnya masing-masing, Abdul Rasyid, Johan Wahyudi Silalahi, Juhari, Irfan Efendi, Kamarus Zaman dan Aan Siswadi. (AIZU)

About Kareem

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments