DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » BAH..!! Mantan Personel ADA BAND Di Peras Oknum Kepolisian??

PANTER – MEDAN,  Mantan Personel ADA BAND Di Peras Beberapa Oknum Kepolisian.

Selain AKP DS, dua Perwira Polisi lainnya berinisial Iptu JH dan Iptu YH serta seorang Bintara berinisial IS, juga diperisa Propam Polda Sumut terkait dugaan pemerasan mantan personil Ada Band, Eel Ritonga senilai Rp 1 miliar.

Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Syamsul Lubis mengatakan, tim yang langsung turun ke Polres Padang sidempuan dipimpin langsung Kasubbid Paminal AKBP Dayan. Namun, hingga saat ini proses pemeriksaan belum selesai dilakukan.

"Berhubung karena waktu kejadiannya sudah lama baru terungkap, maka perlu pemeriksaan secara intensif. Apalagi para personil yang disebutkan itu sudah ada yang pindah tugas," katanya.

Sebab, sambung Syamsul, penelusuran dilakukan secara komprehensif siapa saja orang yang ada pada saat penyerahan uang tersebut, berapa nilainya dan kemana saja uang itu diberikan. 

"Dua tahun sudah kejadiannya, siapa saja yang ada pada saat penyerahan uang itu, dimana diserahkan, jam berapa, nilainya berapa dan kepada siapa saja uang itu mengalir setelah diterima. Ini harus dapat, itu makanya proses pemeriksaanya butuh waktu. Karena orang-orang yang diperiksa itu tidak hanya tiga atau empat orang saja," ujarnya.

"Belum ada kesimpulan, kita tunggu saja dulu tim pulang dari Padang sidempuan baru kemudian hasil pemeriksaanya dianalisis, setelah itu yang bersangkutan kita sidang di Polda," sebutnya.

Dia meminta, korban agar memberikan informasi dan data bila masih ada yang belum diserahkan kepada tim Propam. 

Sebab, untuk membuktikan adanya suatu tindak disiplin yang dilakukan oknum tersebut perlu ada pembuktian.

"Harapannya kepada korban agar memberikan keterangan dan informasi kepada tim. Sehingga kasus ini bisa terungkap," terangnya.

Pengakuan mengejutkan datang dari Muhammad Darwin Ritonga, yang merupakan saudara kandung mantan personel Ada Band Eel Ritonga. Darwin mengaku dia dikriminalisasi dan diperas oleh oknum perwira polisi di Polres Kota Padangsidimpuan berinisi DS.

Menurut Darwin, dia dipaksa oleh  JJH, YH, IS, yang merupakan tim penyidik dari Polres Kota Padangsidimpuan, untuk mengakui dugaan penggelapan uang harta warisan keluarga yang dilaporkan oleh Syarifah Hasibuan, ibu tiri dari Eel Ritonga.

"Saat itu saya dipaksa agar mengakui tuduhan penggelapan uang itu," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Selasa (25/10).

Dijelaskannya, dia dituduh menggelapkan uang sebesar Rp2,4 miliar, padahal uang tersebut merupakan titipan ahli waris dari saudara mereka.

"Saya dipaksa mengakui penggelapan, padahal uang itu sudah ditransfer kepada ahli waris," ujarnya. 

Diceritakannya, saat dia diperiksa di Mapolresta Padang sidimpuan, tiba-tiba JJH datang sembari mengatakan "tekan saja dia" kepada Darwin Ritonga. Spontan, mendengarkan perkataan itu Darwin langsung emosi.

Dia menegaskan, dalam kasus tersebut, dia sudah ditetapkan menjadi tersangka tanpa adanya proses hukum yang jelas. 

Sementara itu, Muhammad Tohir Ritonga, saudara tiri Eel Ritonga mengatakan, untuk membuat pengaduan dugaan penggelapan yang dituduhkan kepada Darwin Ritonga, dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 juta sebagai jaminan agar kasus tersebut cepat diproses."Saat itu, DS meminta Rp50 juta agar kasusnya cepat diproses," imbuhnya. 

Tohir menambahkan, uang sebanyak Rp 50 juta itu langsung diantar oleh dia bersama kuasa hukum keluarganya. 

"Uangnya langsung saya serahkan bersama Aseng, kuasa hukum keluarga ke ruangan DS langsung," ujarnya.

Dia meminta agar penegak hukum segera memproses tindakan kriminalisasi terhadap keluarganya itu. 

Pernyataan yang sama juga datang dari Eel Ritonga. Menurutnya, oknum perwira tersebut sengaja membuat konflik keluarga sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan.

"Mereka membuat konflik dikeluarga kami dengan tujuan untuk kepentingan pribadi," imbuhnya.
Dia mengatakan, selain meminta uang Rp 50 juta atas kasus Darwin Ritonga, DS juga meminta uang Rp 80 juta dalam kasus dugaan penggelapan uang yang ditujukan oleh Muhammad Mukto Ritonga, yang merupakan saudara kandung Eel Ritonga.

"Setiap buat pengaduan oknum perwira itu meminta uang agar perkara cepat diproses," pungkasnya. (Kareem)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6