DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » APBDP Rohil Belum Ada Kejelasan

PANTER | Rokan Hilir—DPRD Rohil baru-baru ini menggelar rapat tertutup dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas keberlangsungan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan ABBD Tahun 2016.

Sampai saat ini, pihak legislatif dan eksekutif di Rohil masih terus melakukan pembahasan dan belum mendapat kepastian berapa total APBDP Rohil disisa tahun 2016 ini. Dengan belum jelasnya APBDP Rohil ini, maka banyak kegiatan pembangunan baik secara fisik akan terancam diberhentikan.

Menurut keterangan Wakil Ketua DPRD Rohil Suyadi SP dari hasil rapat itu ternyata masih ada kendala di Kemenkeu yakni adanya salah tafsir antara Pemkab dan DPRD terkait sisa anggaran tersebut untuk kabupaten Rohil. Kesalahan tafsir tersebut Pemkab dan DPRD menilai masih ada sisa dana untuk Rohil sekitar 400 miliar.

Namun, setelah seluruh ketua fraksi di DPRD bersama TAPD Rohil bersama-sama ke Kemenkaeu meminta penjelasan, ternyata setelah dijelaskan oleh Kemenkeu sisa dana yang ada untuk Rohil hanya 433 juta. Jadi, perediksi APBD Rohil yang diperkirakan sebesar 2,9 triliun, mejadi 2,3 triliun. “Pada dasarnya mereka itu (Kemenkeu, red) sudah betul, kita yang salah tafsir,” ungkapnya.

Setelah hal itu diluruskan lanjutnya, DPRD dan Pemkab mencoba untuk meminta agar agaran tersebut dapat ditambahkan lagi oleh Kemenkeu. Namun, karena memang adanya pengurangan dana dari pusat, mau tidak mau dana yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Ya Sudahlah, dana yang ada ini kita manfaatkan untuk yang memang kegiatan rill lah, nanti yang belum dilelang itu bisa kita lanjutkan 2017 mendatang,” pungkasnya.

Dia berharap, kepada Pemda agar pengesahaan APBDP ini bisa disahkan secepatnya. Sebab, masih banyak lagi yang akan dibahas terutama membahas KUA PPAS APBD murni 2017 mendatang. (Chandra)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6