FOKUS

Panter Streaming

Nusantara

DAERAH

Derap TNI & Polri

HUKUM

PERISTIWA

Advertorial

» » » 2 Anggota DPRD Labuhan Batu Perihatin melihat Hancurnya Lantai Jembatan di Kec Bilah Hilir.

Ilham Nasution (Anggota DPR dari Demokrat)
dan Idham Pohan (Anggota DPR dari PKB)
melihat kondisi jembatan di Kecamatan Bilah Hilir
PANTER – LABUHAN BATU, Ilham Nasution dari Fraksi Partai Demokrat dan Irham Pohan, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang merupakan Anggota DPRD Komisi A Kabupaten Labuhanbatu, merasa prihatin atas kondisi lantai jembatan yang berada di Kecamatan Bilah Hilir menuju kehancuran.

Pasalnya jembatan tersebut tiap harinya dilalui kenderaan truk milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang over tonase. Amatan awak media, kemarin, lantai jembatan sudah ambruk pada bagian ujungnya. Antisipasi sementara yang dilakukan hanya dengan melapisinya dengan beberapa batang pokok kelapa, diikat sebagai penyanggah dan dilapisi tanah gunung agar tampilannya merata.

Kedua anggota dewan tersebut juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara segera turun serta jalankan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) nya, jangan tutup mata sebab ini mendesak.

“Dishub jalankan tupoksinya di jalan provinsi, tertibkan truk over tonase, jangan tutup mata,” tegas Ilham, usai mendampingi warga yang tergabung dalam Koptan Wonosari saat aksi damai di kahan PT Cisadane Sawit Raya (CSR) Desa Sei Tampang Negerilama, terkait sengketa lahan seluas 400 hektar. 

Dia mengatakan, kalau truk over tonase tetap melenggang seperti selama ini, maka ada pembiaran pengrusakan akan fasilitas publik, di mana sikap pembiaran itu perlu dipertanyakan, bahkan yang lebih menyeramkan lagi jangan sampai terjadi kemarahan warga karena kondisi ini.

“Bila Dishub tidak tanggap, warga bisa marah dan efeknya beragam,” tambahnya mengingatkan.
Selain itu, timpal Ilham, jembatan ini merupakan sarana vital yang dilalui 4 kecamatan yakni, Kecamatan Bilah Hilir, Panai Hulu, Panai Tengah dan Kecamatan Panai Hilir, bahkan Kecamatan Pasir Limau Kapas-Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. “Jembatan ambruk, sembilan bahan pokok (sembako) naik, maka warga akan marah,” jelas Irham.

Pihaknya juga menghimbau agar para pengusaha angkutan yang membawa hasil perkebunan mulai dari Crude Palm Oil (CPO), TBS sawit, kernel, inti, maupun pupuk. 

Mengingat bahwa Jalan Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu menuju Ajamu Kecamatan Panai Hulu adalah jalan provinsi dengan kapasitas muatan yang terbatas, untuk itu jangan disamakan kapasitas sumbu muatan dengan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). (Kareem)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: