PANTAU NUSANTARA

Derap TNI POLRI

Nasional

Peristiwa

Video News

PANTER – Asahan,   Polres Asahan dirikan Pos Apung di Bagan Asahan. Pos ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan di perairan Asahan-Tanjung balai, Sabtu (29/10).

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja saat meresmikan pos tersebut mengatakan, Pos Apung dibentuk untuk dapat melaksanakan tugas-tugas kepolisian dan memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang berada di kawasan Bagan Asahan dan sekitarnya.

“Selain menekan kejahatan di laut, pos ini berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat agar aman selama menjalankan pekerjaannya mencari nafkah,” kata Tatan Dirsan Atmaja.


Polres Asahan menempatkan personil berseragam untuk dapat memantau dan melakukan pencegahan masuknya barang-barang ilegal (Penyeludupan) ke wilayah Tanjung balai dan juga dapat memberikan bantuan segera kepada pihak Pol Air, pihak Bea dan Cukai maupun instansi terkait lainnya yang melakukan penindakan di laut.

pembangunan Pos Apung itu dinilai Pencitraan yang lebih tinggi oleh pihak pemuda pesisir, seperti Ahmad Sofwan iya menyatakan pos apung itu sudah lama dan baru di resmikan hari sabtu (29/10) 

"saya Menilai itu cuma ajang pencitraan element tertentu dan ajang angkat nama, agar terlihat peduli, pos apung itu sudah lama berdiri bahkan sudah beberapa bulan yang lewat paska pembakaran nelayan terkait pukat operasi alat tangkap yg tak sesuai di wilayah pesisir asahan, tanjung balai dan labuhan batu, tiba - tiba sekarang diresmikan demi kepentingan Nelayan, padahal dari awal terkait pengamanan nelayan tidak sesuai dengan kenyataan, paska tuntutan tank kerang beralih issu sempat, setelah timbul kisruh nelayan akan membakar tank kerang apa bila tidak diamankan baru di selesaikan" pungkasnya di warung pergerakan

"diasahan ini banyak pengaduan masyarakat jadi peti es, terkait banyak masalah, sekarang untuk mencari nama dibuatlah kegiatan demi kepentingan nama, ingat demi kepentingan NAMA" pungkasnya menambahi. (Kareem)
PANTER – SUMUT, Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi ajak Wagirin Arman mendorong peningkatan sinergi antara Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hal itu disampaikannya pada syukuran Ketua DPRD Sumut ,Senin (30/10) di rumah dinas Ketua DPRD Sumut Jalan Jend. AH Nasution Medan.

Hadir pada acara syukur tersebut Sekdaprovsu Hasban Ritonga, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI TBH Age Arief Wiraksono, Wakapolda Brigjen Adi Prawoto , mewakili Pangdam Kolonel I Made Sukarya, Wakil Ketua DPRD Sumut HT Milwan, Parlinsyah, Ruben Tarigan serta sejumlah anggota DPRD Sumut , tokoh masyarakat, agama, pemuda dan organisasi serta para pimpinan partai politik.

Gubsu berkeyakinan DPRD Sumut sebagai lembaga yang mewakili masyarakat Sumut dibawah pimpinan Wagirin Arman dapat mendampingi Pemerintah Sumatera Utara untuk membangun Sumut lebih baik dan paten.

"Dengan adanya kerjasama /sinergitas antara Pemprovsu dan DPRD Sumut, insya Allah kita bisa membangun Sumut lebih baik ,"paparnya.

Gubsu juga menjelaskan harapan masyarakat terhadap dua lembaga ini cukup besar,

"Meski masa kerja tinggal dua tahun (berakhir 2018) dengan anggaran yang kecil, saya yakin bila seluruh tugas pokok dan fungsi di daerah bisa dijalani dengan baik, tentunya harus ada kerjasama,"jelasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Sumut defenitif Wagirin Arman. Diakuinya terpilihnya dia sebagai Ketua DPRD Sumut tak terlepas dari peran serta dan dukungan dari Gubernur Sumut. Hingga  Wagirin menyambut baik ajakan kerjasama yang tujuannya untuk membangun Sumut tsb.
Wagirin mengakui kondisi parpol di Sumut saat ini mengalami gejolak.

"Mari kita sikapi perbedaan pendapat ini sebagai anugerah. Kebebasan berpendapat itu suatu bagian demokrasi,"katanya.

Wagirin mengatakan saat ini waktunya untuk saling intropeksi diri,


"Mari kita sama-sama saling intropeksi diri agar jangan ada  hambat kita kedepan serta kinerja kita bisa lebih baik karena rasa kita sebagai anak bangsa,"jelasnya. (M.Ir)
PANTER – SUMUT, Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengatakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut memiliki peran strategis dalam mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara. Dia mengharapkan Kantor Wilayah DBJC Sumut dapat menyederhanakan prosedur kepabeanan dan cukai demi memperlancar logistik impor dan ekspor.

Hal itu disampaikan Gubsu saat menerima kunjungan Kepala Kantor DJBC Sumut Iyan Rubianto beserta rombongan serta Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto di ruang kerja, Senin (31/10). Gubsu meminta DJBC sebisanya  mendukung iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara melalui pelayanan kepabeanan yang prima.

“Melalui pelayanan kepabeanan dan cukai yang efektif dan sederhana, tentunya akan sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan industri di Sumatera Utara. Kita berharap Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumut bisa mendukung kelancaran logistik ekspor dan impor,” harap Gubsu. 

Gubsu juga menyebutkan agar proses penanganan logistik atau waktu bongkar-muat (dwelling time) di Pelabuhan Belawan lebih baik melalui berbagai peningkatakan efisiensi.

Kepala Kantor DJBC Sumut Iyan Rubianto menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung perekonomian daerah melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran. Salah satu hal yang sedang dalam perbaikan, adalah dwelling time yang sebelumnya mencapai lima hari sudah semakin efisien menjadi 3,2 hari.

“Dweling time berkaitan dalam rangka waktu bongkar container dari kapal sampai pelabuhan. Pak Presiden sempat marah karena masih ada hingga lima hari lebih, sekarang kita sudah semakin efisien yaitu 3,2 hari. Target Pak Jokowi adalah  3 hari, dan kita sejauh ini menuju kesana,” jelas Iyan .

Pihaknya dengan dukungan Kepolisian Daerah Sumut, berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepabeanan dan cukai untuk mendukung perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu Iyan menyampaikan perkembangan dan berbagai isu tentang kebaenan dan cukai di Sumut. Diantaranya adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Bandara Silangit menjadi bandara internasional dan pengembangan kuala tanjung menjadi hub port international untuk wilayah barat Indonesia yang membawa implikasi bagi pelayanan kepabeanan.

Dirinya juga menyampaikan Bahwa Agustus 2016 pihaknya bersama tim gabungan melalakukan penindakan terhadap 228 kasus.


tercatat jumlah importir yang melakukan kegiatan impor di Sumut berjumlah 1.575 importir. (Aasof)
PANTER | Batam Praktek pungli dahulu bagaikan bau yang dapat tercium namun seolah tutup mata. Namun kali ini pemerintah sedang gencar melakukan operasi tangkap tangan terhadap PNS yang melakukan upaya pungutan liar.

Bagai mengakar kuat pungli tak hanya dapat ditemukan di pemerintahan tinggi. Dari lini terendahpun dapat dijumpai pungli. Presiden sempat mengatakan bahwa nominal pungli hanya Rp 10.000 namun tetap menyengsarakan warga.

Kali ini giliran Kota Batam yang mendapatkan beberapa oknum dipemerintahannya melakukan pungutan liar. Muhammad Rudi selaku Wali Kota Batam telah membuat keputusan yang mengejutkan masyarakat Indonesia.

Rudi memberikan ketegasan bahwa dirinya akan mengganti seluruh PNS di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan pegawai baru. Pasti publi bertanya-tanya dengan keputusan mengejutkan dari Rudi.

Pencopotan dilakukan karena Polda Kepulauan Riau di instasi tersebut sempat melakukan operasi tangkap tangan. Dari hasil OTT yang telah dilakukan terdapat banyak pegawai yang melakukan pungutan liar kapada masyarakat.

Pergantian dan pemecatan ini dilakukan untuk membersihkan Disduk dari pungutan liar yang telah mengakar dan membudaya. Tak hanya para PNS yang akan diganti, kepala dinas yang menjabat juga ikut kena copot

Sementara itu dua pegawai Disduk resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya adalah Staf Bidang Catatan Sipil Irwanto dan Kabid Catatan Sipil Jamaris. Keduanya juga akan segera diberhentikan dari jabatannya saat ini.

Namun untuk Irwanto belum dapat diberhentikan karena masih kewenangan dari Wali Kota Batam untuk memberikan sanksi. Namun sanksi juga bisa diberlakukan untuk pemecatan dirinya sebagai PNS di Kota Batam.

Nampaknya Muhammad Rudi tak menginginkan hal serupa terjadi pada dinas lainnya. Dinas Perhubungan dan Badan Penanaman Modal diingatkan oleh Rudi agar menghindarkan diri dari praktek yang dapat merugikan masyarakat.

Rudi mengatakan jika kedapatan melakukan pungli para PNS yang bekerja di Dishub dan BPM Kota Batam akan mendapatkan sanksi. Bahkan sanksi tegas dan pemecatan sebagai seorang pegawai negeri sipil.(jon)
PANTER | Rokan Hilir - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan olahraga pernafasan Indonesia (Porpri) mengelar HUT  ke-30 tahun di Kabuaten Rokan Hilir (Rohil) dipusatkan dipugar sekolah Setai Budi, Bagansiapiapi, Minggu (23/10/16) pagi.

Pelaksana tugas (Plt) Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi mengatakan, Meskipun sudah Porpi sudah berumur 30 tahun namun olahraga ini belum banyak dikenal olah orang. Nah, dimomen ini kita mengajak agar semua pihak bisa ikut olahraga ini karena memang sangat bermanfaat bagi kesehatan," Ajaknya.

Ia mengaku kalau dirinya beberapa tahun terakhir rutin mengikuti olahraga ini setiap akhir pekan. "Kalau saya hari sabtu dan minggu, sementara istri saya setiap sore bergabung dengan pengurus lainnya untuk mengikuti senam pernafasan ini," Kata Surya Arfan.

Memang peminat olahraga ini sebutnya didominasi dari warga tionghoa dan orang tua yang sudah berumur lanjut. Karena mereka itu tau manfaatnya dan tidak heran kalau mereka sudah berumur 50 tahun keatas masih terlihat bugar," Ujarnya.

Acara puncak itu ditandai dengan pengumuman pemenang lomba senam sekaligus dilakukannya pelantikan pengurus Dpc Porpri rohil dan pekanbaru. Sebelumnya pada sabtu (22/10) malam kemaren juga digelar acara pemotongan kue Ultah dan dihadiri oleh seluru pengurus DPD Porpri Propinsi Riau.

Acara Ultah Porpri itu juga turut dihadiri oleh Kepala Badan Perbatasan (BPP) Rohil H Wazirwan Yunus S Sos Msi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H Azhar Achmad SE Msi, Plt Kadis Perhubungan komunikasi dan informatika (Kadishubkominfo) Rohil Rahmatul Zamri, dan Sekretaris Badan Katahanan Pangan (BKP) Budiman ST.(Chandra)
PANTER – SUMUT,  Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi deklarasikan organisasi kemasyarakatan ‘Gerbang Swara’ atau Gerakan Membangun Swadaya Rakyat, di Hotel Garuda Plaza Medan, Minggu (30/10)

Ormas yang terdiri elemen generasi muda lintas profesi dideklarasikan dengan disaksikan langsung oleh kedua tokoh Sumatera Utara, diiikuti dengan melantik Ketua Umum DPP Gerbang Swara Tasimin MT yang langsung dilakukan oleh Tengku Erry Nuradi sebagai Ketua Dewan Pembina.

Dalam sambutan singkatnya Tengku Erry Nuradi menyatakan, bahwa beliau amat puas dan bangga dengan terdirinya lembaga “Gerbang Swara” yang berorientasi Independent tanpa kepentingan politik, dan bertujuan mulia untuk memikirkan pembangunan sumatera utara kedepan diberbagai sector dan daerah.

“program swadaya ini sudah lama dicanangkan dari tahun 2004 hingga alhamdulillah pada tahun 2016 bisa di deklarasikan sekaligus pelantikan “Gerbang Swara Sumatera Utara”  adapun tujuan gerbang swara untuk memajukan pembangunan dan perbaikan di semua sector di setiap daerah”. ucapnya.

Selain itu Tengku Erry Nuradi juga menyatakan bahwa membangun sumatera Utara tidak harus meminta, namun bisa dengan program masyarakat yang ada lalu bersinergi dengan pemerintahan untuk membangun Indonesia pada Umumnya dan sumatera utara khususnya.

“kita tidak mesti membangun sumatera utara itu dengan cara meminta, kan bisa dengan program masyarakat yang ada di diskusikan dengan pemerintahan, sehingga kloraborasi rakyat dan pemerintahan setempat mampu mencanangkan program yang langsung bersentuhan pada masyarakat” pungkasnya menambahi isi sambutannya.

Beliau juga mengutip perkataan soekarno, “berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku goncang dunia, apa lagi dengan terbentuknya Gerbang Swara di 26 kabupaten/kota di sumatera utara tentu sumatera akan luar bisa dan tambah PATEN dalam Pembangunan”pungkasnya menambahi

Ketua Umum DPP Gerbang Swara Tasimin MT dalam pidato singkatnya mengajak generasi untuk bersama – sama berkarya dan membangun Indonesia pada Umumnya dan daerah – daerah pada khususnya, melalui Gerbang Swara.

“mari bersama kita membangun wilayah kita masing – masing dengan memanfaatkan setiap anggaran dan program yang ada sehingga mampu tersalur dengan baik kesetiap kalangan yang membutuhkan, melalui Gerbang Swara” Pungkasnya

“kita sudah mulai berpikir bagaimana canangkan program – program yang berhaluan kemasyarakat bik petani, nelayan dan lain – lainnya, sehingga pemerintahan bisa menerima setiap permohonan kita, diskusi kita untuk membangun sumatera utara tambah PATEN, kedepan” ucapnya

Selain itu ketua Umum Tasimin MT juga merasa bangga atas antusias setiap kabupaten/kota yang sudah hadi meskipun jauh dari medan

“saya bangga dengan antusias setiap pengurus Gerbang Suara Kabupaten/kota yang mampu hadir meskipun harus mengorbankan uang, tenaga bahkan waktunya untuk menghadiri deklarasi Gerbang Suara, ini juga menunjukkkan bahwa setiap anggota Gerbang Suara memiliki Loyalitas, semangat dan keyakinan serta pemikiran terbaik untuk membangun Sumatra utara kedepan tambah Paten” pungkasnya.

Muhammad Irwan Pimpinan TC Production berkomentar “saya amat mendukung kegiatan Tersebut, karena potensi yang besar membangun sumatera utara amat besar jika program – program gerbang swara tersebut murni di salurkan, apa lagi dengan aktifnya kalangan muda sbagai motor pemikir, penggerak setiap program yang ada. Dari beberapa program yang saya baca saya menilai program yang dicanangkan Gerbang swara itu adalah kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat yang pasti mampu memberikan solusi untuk percepatan pembangunan sumatera utara tambah Paten” ucapnya. (Aasof)
PANTER | BALIKPAPAN - Setalah Satuan Reskrim Polresta Balikpapan, Kalimantan Timur membekuk bandar judi togel beserta agen dan pengecernya di tiga tempat berbeda di Balikpapan, Selasa (25/10/11) kemungkinan akan ada lagi yang lebih besar dari mereka kita tinggal tunggu siapa lagi bandar yang akan di bekuk jelas seorang pengamat Judi Togel di kota balikpapan yang tidak mau di sebutkan namannya.

"Yang ditangkap ini masih kelas kecil jika di bilang bandar yang satunya" tegasnya saya beri inisial saja  "ER" kata pengamat yang menjelaskan kenapa "ER" ini belum dibekuk juga "banyak hal sih mungkin ada apa-apanya gi tu loh " sambil menggerakkan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah kepada wartawan Panter disela pembahasan mengenai Judi Togel yang marak di Balikpapan.
Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya dibekuk juga nasib sialnya  Eric Wibowo alias Atek (46), warga Jalan Hendriawan Sie, Gunungsari Ilir, Balikpapan Tengah sebagai bandar, Andi Lalong (51), warga Jalan Telindung, Batu Ampar, Balikpapan Utara sebagai pengecer dan Samsibar (47), warga Jalan A Yani, Mekarsari, Balikpapan Tengah sebagai pencatat dan pengirim rekap ke bandar di Jakarta.
Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono didampingi Kasat Reskrim AKP Gendut Supriyanto mengungkapkan, penangkapan ketiga pelaku merupakan hasil penyelidikan selama tiga bulan terakhir ini.
"Ketiganya merupakan target operasi kami yang berasal dari laporan masyarakat. Mereka ini termasuk Bandar besar karena omsetnya bisa mencapai lebih Rp 50 juta sehari. Bahkan dari catatan buku tabungan yang dimiliki Atek, ada dana keluar masuk hingga Rp 120 juta dan Rp 150 juta dalam satu kali transaksi," kata Gendut.

PANTER | Medan,  Usaha spa dan pijat alias massage ternyata tak bisa dipisahkan. Terbukti dengan ketatnya perhatian terhadap massage atau panti pijat berbumbu plus-plus, perlahan usaha yang konon dari segi kesehatan bermanfaat melemaskan otot tubuh redup dan perlahan kolaps. Benarkah plus-plus penyebabnya? Akankah ini hanya kedok praktek prostitusi?

Spa-spa dalam tanda kutip menyiapkan service plus-plus dari beberapa informasi dan investigasi, bisa didapati di kawasan Jalan Biduk Petisah misalnya. Plangnya bertuliskan “Ratu Spa” tempatnya sederhana, ruko lantai dua berpintukan kaca yang tak tembus pandang. Suasana panas di luar langsung adem begitu kita memasuki ruang utamanya.

Senyum menawan wanita setengah baya langsung menyapa. Sementara 8 terapis berbaju seksi tak berhenti mengumbar senyum menggoda "Duduk dulu mas, mau kusuk, spa atau sauna. Atau yang plus-plus?" tanya wanita yang biasa dipanggil terapisnya dengan sebutan mami itu.
Belum sempat menjawab, awak wartawan langsung dirayu beberapa wanita muda (terapis) yang mengenakan pakaian seksi. "Ayok bang, ke kamar," ajak salah satu terapis ngaku bernama Ayu. Di dalam kamar yang di sekat triplek itu, Ayu mengaku tak ahli memijat. Karena itu, ia menawarkan jasa layanan esek-esek. “Biasanya tamu datang kemari tujuannya memang gituan. Short time tarifnya cuma nambah Rp150 ribu,” beber Ayu. Karena memang tak berniat macam-macam, wartawan hanya minta kusuk dengan tarif Rp100 ribu. Usai menyerahkan uang itu ke kasir, pengawas spa yang diajak ngobrol mengaku, maminya punya 8 pekerja wanita (terapis) berusia 25 sampai 30 tahun. Para terapis itu rata-rata berdomisili di Medan dan Tanjung Morowa.
“Rata-rata spa memang plus-plus. Kalau nggak gitu manalah laku. Bangkrutlah kita. Tau sama taulah kita,” akunya.
Pantauan di lapangam, di lokasi itu memang banyak usaha spa, seperti spa bunga, nirwana, yu yu,ratu, d'amor, the king star, fortune dan chantika.
Saat didatangi satu per satu, semua spa tersebut menyediakan layanan plus-plus dengan rata-rata 8-15 terapis. “Kalau mau plus-plus Rp300 ribu saja,” kata wanita paruh baya yang jadi pengawas di spa yu yu. “Kita juga siap dipanggil ke hotel,” tandasnya.
Selain di Jalan Biduk, bisnis spa juga menjamur di kawasan Jalan Gatot Subroto seperti makro spa, chika dan yun spa.
Di sana si pengelola mewajibkan para terapisnya memakai baju dan celana yang resletingnya digembok. “Sebenarya ini hanya akal-akalan saja bang. Kalau abang mau bayar Rp300 ribu, gembok ini langsung bisa dibuka,” kata Ines (31), salah seorang terapis yang ditemui di makro spa. Selain di di dua lokasi itu, spa dan panti pijat plus-plus juga tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan.
Menanggapi banyaknya spa dan panti pijat yang beralih fungsi jadi praktek prostitusi, Kepala Seksi (Kasi) Hiburan Disbudpar Kota Medan, Baginda Uno Harahap yang ditemui kru koran ini, Kamis (10/9) siang mengaku akan meningkatkan pengawasan.
“Hari ini kita menyebarkan surat edaran yang intinya para pekerja (terapis) harus mengenakan kartu identitas,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga sudah memanggil pengelola Glamour Spa di Jalan H.Adam Malik Medan. “Kita sudah panggil manajemen Glamour Spa terkait penggerebekan yang dilakukan polisi beberapa waktu lalu. Kita akan tetap memberikan sanksi tegas pada pengelola yang sengaja menyediakan bisnis prostitusi,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya sangat berharap pengusaha mau membuat surat pernyataan dari para karyawan untuk tidak melakukan transaksi narkoba, prostitusi dan judi. "Ini terkadang pengusahanya sudah taat, malah pekerjanya yang mengulah. Dia pura-pura saja jadi terapis," kilahnya sembari mengaku kedepan pihaknya akan menggiatkan monitoring ke sejumlah tempat usaha hiburan di Kota Medan. (mri/win/deo)

PANTER | TANGSEL - Keberadaan usaha pijat plus-plus di dekat gedung DPRD Tangsel di Jalan Viktor Buaran Gardu dipelihara oknum Satpol PP. Aparat penegak Perda tersebut selalu berkoordinasi dengan pemilik panti pijat.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu terapis, Ade (36). Ia menyebutkan untuk mengamankan bisnis pijat yang telah lama beroperasi itu, pemiliknya berkoordinasi dengan Satpol PP. "Aman-aman aja disini mah mas. Kan bos kita selalu koordinasi sama Satpol PP. Kalau mau ada razia, kami diberi tahu. Sudah seperti dipelihara saja," ungkapnya, Senin sore (25/10/2016).
Ade mengatakan kebanyakan usaha pijat mulai tradisional hingga spa dan sauna berkoordinasi dengan Satpol PP. "Kalau tidak ada koordinasi. Ga mungkin bisa aman dan beroperasi sampai sekarang,” katanya.
Menanggapi tudingan itu, Kasatpol PP Tangsel Azhar Syamun akan memanggil pengelola tempat pijat. “Kami akan menertibkan usaha prostitusi tersebut dan mencari tahu siapa oknum Satpol PP yang ada di belakangnya,” ujarnya, Ranu (26/10/2016).(red)

PANTER | Rokan Hilir—DPRD Rohil baru-baru ini menggelar rapat tertutup dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas keberlangsungan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan ABBD Tahun 2016.

Sampai saat ini, pihak legislatif dan eksekutif di Rohil masih terus melakukan pembahasan dan belum mendapat kepastian berapa total APBDP Rohil disisa tahun 2016 ini. Dengan belum jelasnya APBDP Rohil ini, maka banyak kegiatan pembangunan baik secara fisik akan terancam diberhentikan.

Menurut keterangan Wakil Ketua DPRD Rohil Suyadi SP dari hasil rapat itu ternyata masih ada kendala di Kemenkeu yakni adanya salah tafsir antara Pemkab dan DPRD terkait sisa anggaran tersebut untuk kabupaten Rohil. Kesalahan tafsir tersebut Pemkab dan DPRD menilai masih ada sisa dana untuk Rohil sekitar 400 miliar.

Namun, setelah seluruh ketua fraksi di DPRD bersama TAPD Rohil bersama-sama ke Kemenkaeu meminta penjelasan, ternyata setelah dijelaskan oleh Kemenkeu sisa dana yang ada untuk Rohil hanya 433 juta. Jadi, perediksi APBD Rohil yang diperkirakan sebesar 2,9 triliun, mejadi 2,3 triliun. “Pada dasarnya mereka itu (Kemenkeu, red) sudah betul, kita yang salah tafsir,” ungkapnya.

Setelah hal itu diluruskan lanjutnya, DPRD dan Pemkab mencoba untuk meminta agar agaran tersebut dapat ditambahkan lagi oleh Kemenkeu. Namun, karena memang adanya pengurangan dana dari pusat, mau tidak mau dana yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Ya Sudahlah, dana yang ada ini kita manfaatkan untuk yang memang kegiatan rill lah, nanti yang belum dilelang itu bisa kita lanjutkan 2017 mendatang,” pungkasnya.

Dia berharap, kepada Pemda agar pengesahaan APBDP ini bisa disahkan secepatnya. Sebab, masih banyak lagi yang akan dibahas terutama membahas KUA PPAS APBD murni 2017 mendatang. (Chandra)

PANTER | Beji, Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Depok dan Jakarta menghadiri roadshow Festival film pendek KPU 2016 di SMK Mahardika, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, Jum'at (28/10). Dalam roadshow yang diselingi dengan diskusi tersebut panitia festival berupaya mengajak para siswa Depok untuk ikut berpartisipasi mengirimkan karya film pendek buatan sendiri.

"Kalau kalian punya karya, tunjukkan supaya kalian bisa mengharumkan nama sekolah, dan sekolah kalian menjadi broadcast nomor satu,"ujar aktor senior sekaligus juri Festival Film Pendek 2016, Mathias Muchus.

Diskusi dengan tema Indonesia memilih dalam film pendek berlangsung sangat komunikatif. Para peserta yang hadir memberikan memberikan pertanyaan kreatif kepada pembicara sehingga diskusi berjalan aktif.

Produser layar lebar Avesina Soebli menghimbau kepada para peserta membuat karya sederhana namun memiliki makna.

"Pengalaman dapat dijadikan sebuah karya, Coba kalian buat film pendek mengenai pengalaman pertama kalian terlibat dalam pemilu. Itu merupakan hal sederhana yang dapat menginspirasi banyak pihak,"imbau Avesina.

Selain itu, penulis skenario Swastika Nohara ikut berh bagi ilmu tentang penulisan skenario dan tips untuk mendapat inspirasi dalam menulis."Dalam menulis dan mencari inspirasi terkadang butuh banyak berdiskusi dengan orang lain dan riset. Riset merupakan hal penting dalam penulisan skenario,"jelas Swastika.

Dengan adanya diskusi dan sosialisasi Festival Film Pendek KPU ini, Lissa salah satu siswa SMK broadcast mengaku inspirasi dan motivasinya bertambah untuk berkarya memproduksi film pendek,

 "Pesan dalam diskusi ini menarik dan membangkitkan semangat kami sebagai siswa broadcast untuk terus berkarya,"ungkapnya.(rsk)
Panter | Rokan Hilir - Cuaca ekstrim yang melanda di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih terus terjadi. Setelah dihadapi dengan bencana kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dan Pasang keling beberapa waktu yang lalu, kini kabupaten (Rohil) yang berjuluk negeri seribu kubah itu dihadapi dengan bencana angin puting beliung. Bencana ini setidaknya telah membuat beberapa fasilitas yang ada dipusat perkantoran batu enam mengalami kerusakan.

Bencana angin puting beliung ini terjadi pada Sabtu (22/10) sekitar pukul 13.00 wib dan telah merusakkan berbagai fasilitas yang ada dipusat perkantoran batu enam seperti bangunan tempat mesin genset kantor Bupati Rohil delapan lantai, Beberapa tiang listrik tumbang dan patah, dan beberapa pohon pelindung tumbang.

"Beruntung puting beliung itu tidak menerjang bangunan kantor Bupati Rohil," Kata Pelaksana tugas (Plt) Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi ketika meninjau bangunan pusat perkantoran batu enam.

Dirinya juga bersyukur kalau angin puting beliung itu tidak menerjang bangunan yang ada dikawasan batu enam, sehingga tidak ada bangunan kantor pemerintahan yang mengalami kerusakan. "Yang rusak itu hanya bangunan tempat genset kantor bupati rohil, beberapa tiang listrik dan pohon pelindung," Ucap Surya Arfan.

Pantauan dilapangan selain terlihat atap bangunan genset kantor bupati rohil berserakan diterjang angin, beberapa pohon dan tiang lustrik yang patah juga terlihat beberapa atap perumahan kejaksaan negeri (Kejari) rohil juga terlihat rusak karena diterbang angin.(Chandra)
Panter | Batam,  Jangan HERAN penyelenggaraan urusan di Pemko Batam SARAT Pungli, Korupsi, Tilep-Menilep.
Nah ini BUKTI dan LSM BARELANG Serta awak Media Pewarta Indonesia, minta Kejati Kepri PERIKSA oknum Kabid Prasarana Sumber Daya Air Dinas PU Batam diduga KONGKALIKONG tunjuk “aseng” pemilik kelompok perusahaan CV. JP dan CV. WAA pemenang lelang Sewa Peralatan untuk Pemeliharaan Rutin Drainase APBD 2011 – 2016 TOTAL NILAI Rp.5.612.320.000
WALAU BEKO DISEWA TIAP TAHUN DARI REKANAN YANG SAMA TETAP AJA BATAM DILANDA BANJIIIIIIIIIIIIIIRRRR.............
Pemenang Lelang APBD 2016
Nama Lelang Sewa Peralatan untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.000.000.000,00
HPS Rp 965.329.787,46
Nama Pemenang CV. JP
Alamat KOMPLEK RUKO BANDAR MAS BLOK G NO.7 SUNGAI PANAS - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.606.190.3-215.000
Harga Penawaran Rp 783.080.000,00
Pemenang Lelang APBD 2015
Nama Lelang Sewa Peralatan Untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.100.000.000,00
HPS Rp 1.085.981.547,00
Nama Pemenang CV. JP
Alamat KOMPLEK RUKO BANDAR MAS BLOK G NO.7 SUNGAI PANAS - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.606.190.3-215.000
Harga Penawaran Rp 932.600.000
Pemenang Lelang APBD 2014
Nama Lelang Sewa Peralatan untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.550.000.000,00
HPS Rp 1.549.941.570,00
Nama Pemenang CV. JP
Alamat KOMPLEK RUKO BANDAR MAS BLOK G NO.7 SUNGAI PANAS - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.606.190.3-215.000
Harga Penawaran Rp 1.129.080.000,00
Pemenang Lelang APBD 2013
Nama Lelang Sewa Peralatan untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.303.000.000,00
HPS Rp 1.299.478.471,00
Nama Pemenang CV. WAA
Alamat Ruko Rejeki Graha Mas Blok E No.09 Sei Panas - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.319.691.8-215.000
Harga Penawaran Rp 818.600.000,00
Pemenang Lelang APBD 2012
Nama Lelang Sewa Peralatan untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.303.000.000,00
HPS Rp 1.302.827.830,00
Nama Pemenang CV. JP
Alamat KOMPLEK RUKO BANDAR MAS BLOK G NO.7 SUNGAI PANAS - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.606.190.3-215.000
Harga Penawaran Rp 942.350.000,00
Pemenang Lelang APBD 2011
Nama Lelang Sewa Peralatan Untuk Pemeliharaan Rutin Drainase
Kategori Jasa Lainnya
Instansi
Satuan Kerja DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BATAM
Pagu Rp 1.303.000.000,00
HPS Rp 1.302.827.830,46
Nama Pemenang CV. WAA
Alamat Ruko Rejeki Graha Mas Blok E No.09 Sei Panas - Batam (Kota) - Kepulauan Riau
NPWP 02.319.691.8-215.000
Harga Penawaran Rp 1.006.610.000,00.    By (jn)

PANTER | Batam, Disayangkan, Uang Pajak Masayarakat Yang di Kumpulkan oleh Pemerintah Kota Batam dan dianggarkan melalui APBD Kota batam yang di pergunakan untuk Insfrastruktur masyarakat justru diduga Dimanfaatkan oleh Kontraktor dengan pekerjaan yg tidak sesuai dengan spek yg ada.

Awak Media Dari Pantau Terkini mencoba bertanya kepada pengawas  lapangan yg bernama (AJ) tentang spek yg ada,tetapi jawaban selalu tidak tahu.justru beliau menyuruh tanyakan kepada  konsultan pengawasnya, kata nya!. Esok harinya Awak Media coba bertanya kepada konsultan pengawasnya ,beliau enggan menyebut namanya.jawabanya “Maaf pak saya kurang tahu yg tau itu bos saya”katanya .saya balik bertanya”siapa nama bos nya pak dan di mana alamat kantornya”beliau menjawab degan acuh sambil berlalu,dengan menjawab” Saya tidak tau pak”jawab beliau dengan ketus.Dari kesimpulan yg saya dapat di lapangan.Perhatikan gambar Gorong2 yg lama (BULAT) dia meternya lebih besar dibandingkan dengan yg gorong2 yg baru (SEGI EMPAT).Peroyek dengan Nilai Rp 2.311.119.239.00 ini Sarat dengan KORUPSI. (JON)
PANTER – MEDAN, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Padangsidimpuan, AKP DS dan tiga anggotanya ditahan terkait laporan pemerasan terhadap mantan Personel  Ada Band, Eel Ritonga. Keempatnya ditahan selama 20 hari di sel tahanan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut.

Propam Polda Sumut menahan Kasat Rekrim Polres Padangsidimpuan setelah menerima laporan dari mantan Personel  Ada Band (Eel Ritonga). Dalam menjalankan aksinya, AKP DS disebut-sebut tak sendiri, melainkan dibantu tiga anggotanya berinisial Iptu JH, Ipda YH dan seorang penyidik bintara berinisial IS.

Menanggapi ada aksi pungutan liar, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan setelah dibentuknya tim, Kasat Reskrim Polresta Padangsidimpuan, AKP DS dan tiga rekannya sudah didalam di sel .

"Ya, sekarang keempat orang itu ada di Polda untuk mempermudah proses penyelidikan. Semuanya ada di lingkungan Propam untuk proses penyelidikan," kata Kapoldasu, usai mengikuti Apel Kebangsaan dan Kesiapan Kontijensi di Wilayah Sumut di Lapangan Benteng, Medan, Kamis (27/10).

Menurut Rycko, pemeriksaan itu menyangkut indikasi adanya upaya pemerasan atau pungutan liar (pungli) terhadap mantan personel Ada Band, Eel Ritonga. "Kita periksa dulu, baru kemudian kita mengetahui apa sebenarnya yang terjadi," ujar Rycko.

Mantan Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang kini berubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menyebut, dugaan pemerasan yang dilakukan keempat personel Polresta Padangsidempuan itu harus dibuktikan. "Harus dibuktikan itu, ada atau tidaknya pemerasan yang dilakukannya," pungkasnya.

Kapolresta Padangsidimpuan, AKBP Muhammad Helmi Lubis mengatakan, meskipun Kasat Reskrimnya kini tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut, namun pelayanan keorganisasian di jajaran reskrim Polresta Padangsidimpuan tidak terganggu. Sebab, pekerjaan Kasat Reskrim langsung diambil alih oleh Kapolres.

"Tidak ada masalah, apakah Kasatnya berhalangan atau tidak, sedang ditahan Propam atau tidak. Justru, saya menghadapkannya (AKP DS) langsung kepada penyidik Propam kemarin. Untuk mempermudah proses penyelidikan atas permintaan tim Propam," katanya.

Dia membeberkan, apapun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Propam Polda Sumut tidak diketahuinya. "Saya tidak tau apa hasil pemeriksaannya karena tidak diberitahu. Sebab, itu bukan ranah saya," ungkapnya singkat.


Sebelumnya, Mantan personel Ada Band Eel Ritonga, mengaku diperas seorang oknum polisi berinisial AKP DS senilai Rp1 miliar. AKP DS saat ini bertugas di Polres Kota Padangsidimpuan. Selain AKP DS, tiga anggotanya berinisial Iptu JH, Ipda YH serta seorang bintara berinisial IS, juga diduga terlibat dalam kasus itu. (M.Ir)
PANTER – Medan, Persisnya di bawah jembatan layang,, persimpangan rel kereta api Jalan Pertempuran Simpang Jalan KL Yos Sudarso Kamis (27/10) mendadak heboh. Karena Seorang pengendara sepeda motor, Joni Sinaga (32) ditemukan terkapar dalam kondisi mengenaskan, setelah ditabrak kereta api Alias Ular Besi Pengangkut barang Medan – Belawan.

Kecelakaan ini bermula ketika korban yang merupakan warga Jalan Filisium Perumnas Helvetia, melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda GL Pro BK 4401 YE, dari arah Jalan Mesjid, menuju Jalan Cemara Medan.

Begitu keluar dari Jalan Mesjid, korban melihat pengendara dari arah berlawanan tidak dapat melintas lantaran palang pintu kereta api, menutup badan jalan.

“Seharusnya kalau dari Jalan Mesjid, kalau mau menuju Jalan Cemara mesti mutar arah dari persimpangan empat Jl Yos Sudarso, tapi karena lewat kereta api kan ditutup, jadi pengendara dari arah berlawanan gak bisa lewat, karena itu dia (korban) lawan arah terus mutar dari perlintasan rel,” ungkap warga sekitar yang pada saat itu berada di lokasi kejadian.

Memanfaatkan kondisi jalan yang lengang, korban nekad melaju melawan arah, tanpa memedulikan kereta api yang melintas.

“Memang jaraknya dekat sekitar 10 meter dari Jalan Mesjid ke perlintasan rel, apalagi gak ada kendaraan yang lewat, digasnya aja mutar lawan arah,” ungkap warga.

Naas, sesampainya di perlintasan besi, dari arah belakang, lanjut Rizky, melaju kereta api barang dengan kecepatan penuh dan langsung menabrak korban hingga membuatnya terpental sejauh 10 meter.

Sejumlah pengendara yang mengantri dibalik palang perlintasan dibuat tercengang akibat kecelakaan itu.

“Itulah dia paksa kali pulaknya, udah tahu kereta api yang lewat,” gumam pengendara sepeda motor.

Pasca kecelakaan, sejumlah warga langsung mengerubungi tubuh korban yang terbujur tak berdaya. Mirisnya, kedua kaki korban sudah tidak melekat di bagian tubuhnya.

Petugas Polsek Medan Barat yang mendapat laporan Langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, sekaligus mengurai kemacetan di lokasi kejadian.

Personel Polsek Medan Barat, Brigadir D Manulang, menyebutkan walaupun mengalami luka serius, beruntung nyawa korban masih selamat. “Kondisinya kritis dan dibawa ke RS Martha Friska,” pungkasnya. (M.Ir)
PANTER – SUMUT, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Ambar Wahyuni mengungkapkan pengelolaan kas daerah tahun anggaran 2015 amburadul.BPK pun tidak memberikan opini untuk 4 kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.

"Keempat kebupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Samosir, Kabupaten Nias Selatan dan Kota Sibolga," sebut Ambar saat menggelar Workshop Media di Kantor BPK Sumut, Jalan Imam Bonjol, Rabu (26/10). 

Ambar memaparkan beberapa yang menjadi permasalahan dari pemberian opini terhadap laporan hasil pengeloalan kas daerah yakni aset tetap belum dicatat dalam neraca, aset tetap tidak didukung data rincian yang memadai, akumulasi penyusutan belum sesuai dengan SAP, kapitalisasi pengeluaran setelah perolehan awal atas aset tetap tidak ditambahkan atah diatribusikan pada nilai aset awal, tetapi sebagai aset baru.

Tak hanya itu, untuk belanja modal pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak, perjanjian akun piutang dan penyisihan piutang belum sesuai ketentuan, serta penatausahaan piutang PBB P2 belum memadai dan belum dolakukan validasi."Berdasar hasil pemantauan penyelesaian kerugian daerah per tanggal 20 Oktober 2016 pada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-wilayah Sumut terdapat 3.229 kasus dengan nilai kerugian sebesar Rp1,087 triliun dan US$ 4.086,64," terang Ambar.

Dari jumlah itu, sebut Ambarita, telah diangsur senilai Rp166,819 miliar dan telah dilunasi senilai Rp142,075 miliar. Sehingga masih terdapat sisa nilai kerugian Rp777,948 miliar dan US$ 4.086,64. Ia pun menyebutkan pemerintah daerah dengan tingkat penyelesaian kerugian daerah terendah adalah Pemerintah Kota Sibolga dengan tingkat 7,07%.

Sedangkan tingkat penyelesaian kerugian daerah tertinggi pertama adalah Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan tingkat penyelesaian 77,2%, Pemerintah Kabupaten Langkat berada diurutan kedua dengan peringkat 60,32% dan Pemerintah Kota Tebingtinggi berada diurutan ketiga dengan persentase 59,99%.

Tidak tertibnya Pemda dan Pemko menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan menindak lanjuti dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilakukan BPK sehingga menimbulkan kerugian negara.

"BPK tidak memberikan sanksi karena bukan wewenang BPK.Ada pengurangan insentif dari pusat jika lambat menyerahkan LKPD," pungkas Ambar tanpa menyebut daerah mana saja yang dihentikan insentifnya.
Di sebagian besar negara di dunia, ketika seseorang meninggal dunia maka makamnya hanya akan ditandai dengan nisan, namun, ini tidak terjadi di Filipina dimana ada satu tempat untuk mereka menggantungkan peti mati dari orang yang meninggal di sebuah tebing. Peti mati yang tergantung di Echo Valley Sagada ini adalah peti mati dari keluarga Igoret, dimana menggantungkan peti mati di sini merupakan sebuah simbol keberuntungan untuk para generasi muda. Pemandangan Echo Valley yang dipenuhi dengan peti mati benar-benar membuat suasana begitu mengerikan.

Pulau Boneka (Island of the Dolls)-Meksiko

Setiap tahunnya, para turis berbondong-bondong datang ke Meksiko untuk melihat langsung tempat ini. 50 tahun yang lalu, seorang gadis kecil tenggelam di kanal dan ketika ditemukan, ia masih memegang sebuah boneka. Kini, setiap tahun orang-orang berdatangan dan menggantungkan boneka di pohon, dengan cara itu mereka mengklaim dapat mendengar suara bisikan dari gadis tersebut. Para pengunjung mengatakan bahwa ketika mereka berkunjung ke pulau tersebut mereka seperti diikuti dan terdapat suara-suara misterius di antara pohon.

Pripyat-Ukraina

Di Kiev, Ukraina terdapat sebuah kota mati yang bernama Pripyat. Pripyat dulunya adalah sebuah kota untuk tempat tinggal para pekerja Chernobyl Nuclear Power Plant yang kemudian dievakuasi tahun 1986. Sejak itulah, kota ini menjadi mati dan sepi sementara tidak banyak peneliti dan fotografer yang mendatangi lokasi ini.

Port Arthur-Australia

Tahun 1996, seorang pria bersenjata membunuh 35 orang dan melukai 23 orang di sini. Pria tersebut diketahui memiliki penyakit mental— dan sejak itu Australia memperketat aturan kepemilikan senjata di negaranya. Pada April 2016 kemarin, diadakan peringatan untuk menandai 20 tahun kejadian tragis tersebut. Para korban hingga kini masih dihantui oleh memori buruk tentang penyerangan di hari itu.

Hutan Berhantu Aokigahara-Jepang

Hutan yang berada di kaki Gunung Fuji ini dinobatkan sebagai hutan paling mengerikan di Jepang karena tulang belulang berserakan dimana-mana. Hutan Aokigahara adalah tempat favorit untuk bunuh diri terbukti dengan sebanyak 500 kasus yang tercatat sejak tahun 1950. Bahkan, tempat ini tercatat sebagai tempat bunuh diri favorit kedua setelah Jembatan Golden Bridge di Amerika.

Tana Toraja-Indonesia

Jika Anda menyelami kehidupan di Indonesia lebih mendalam, maka Anda akan menemukan banyak sekali tradisi yang berhubungan dengan kematian. Misalnya di Tana Toraja, meskipun mereka beragama Kristen namun mereka tetap mempertahankan ritual animisme mereka saat ada orang yang meninggal; mereka juga mengadakan upacara besar-besaran dalam beberapa hari. Mayat orang yang meninggal kemudian disimpan di rumah tradisional yang disebut Tongkonan, dengan dinding yang dipenuhi oleh kepala kerbau sebagai tanda kekayaan keluarga.

The Stanley Hotel-Colorado-USA

Hotel menyeramkan ini adalah tempat dimana Stephen King mendapatkan inspirasi untuk The Shining. Pemilik hotel bahkan menyetel film The Shining versi uncut pada setiap kamar di channel 42. Tamu yang ingin mengupgrade layanan kamarnya bisa meminta ‘Ghost advantage Package’ yang terdiri dari K2 meter dan mug REDRUM. Pihak hotel juga menyediakan 4 tur mistis yang berbeda setiap harinya jika tamu ingin melihat langsung hantu yang ada.

PANTER – TANJUNG BALAI, Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan menyita 15 bal pakaian bekas asal Malaysia dari dua tempat berbeda.

Rencananya, pakaian bekas ini akan dipasok ke sejumlah kota di Sumatera Utara, termasuk Medan.

"Awalnya kami menyita barang ilegal ini dari bus pengangkutan CV Karya Agung BK 7007 WA yang tengah menuju ke Medan. Dari bus pertama yang kami amankan, ditemukan barang bukti tujuh bal pakaian bekas," ungkap Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Samara, Kamis (27/10) siang

Setelah mendapat informasi kedua, polisi kembali bergerak ke Jalan Sei Berantas, Kecamatan Sei Tulang Raso, Asahan. Di sana, polisi menemukan mobil pribadi berplat B 8617 M.

"Dari lokasi kedua ini, kami menyita delapan bal pakaian bekas yang rencananya akan dikirim ke Medan. Barang-barang ini nantinya akan diserahkan ke Bea Cukai Teluk Nibung di Tanjungbalai," ungkap Bayu.

Selain menyita barang bukti 15 bal pakaian bekas, polisi juga mengamankan dua orang sopir. Mereka adalah Herman Sinaga warga Tanjung Pinggir dan Musa Marpaung warga Sei Berantas.

"Kedua sopir itu masih berstatus sebagai saksi. Nantinya, kami akan dalami pemilik barang bekas dimaksud," ungkap Bayu. (Kareem)

PANTER – MEDAN, Penertiban rumah yang berada di pinggiran rel, Jalan Timah, Kecamatan Medan Area, untuk melangsungkan pembangunan jalur ganda KA Raillink Medan-Kualanamu, diwarnai isak tangis. Masyarakat menuding, PT KAI tak memiliki rasa kemanusiaan.

Puluhan rumah yang berdiri di sepanjang rel KA tersebut, diratakan oleh PT KAI dengan mengerahkan 1 unit alat berat. Selain itu, PT KAI juga menggandeng TNI, Polri, Satpol PP hingga Polsus KA dalam melakukan penertiban tersebut.

Tim sudah berkumpul sejak pukul 10.00 WIB. Masyarakat yang merasa tak terima dengan sikap PT KAI, menangis sembari berteriak agar penertiban tak dilakukan. Selain itu, masyarakat yang merasa diintimidasi oleh PT KAI pun melakukan perlawanan dengan melempar lumpur tanah kepada tim yang melakukan penertiban.

Tepat pukul 11.00 WIB, penolakan keras dilakukan oleh massa dengan melempar lumpur itu kepada tim yang melakukan penertiban. Bahkan, Kapolsekta Medan Area, Kompol Arifin juga dilawan massa.

"Tolong kami pak. Ganti bangunan kami, biar bisa pindah. Kami belum punya rumah kontrak. Musala satu-satunya tempat kami tidur," ujar Ida Piliang (46), warga yang digusur sambil menangis, Rabu (26/10).

Ida mengaku, ia bayar pajak setiap tahunnya. Untuk ukuran rumahnya 6x6, ia bayar pajak Rp 200 ribu. Uangnya ia setor ke PT KAI. Ida mengaku bayar PBB itu bukan ke PT KAI langsung. Melainkan, ada orang suruhan dari PT KAI berinisial S yang mengutip PBB tersebut. Tapi belakangan, PBB yang mengalir ke PT KAI itu tak disetorkan kepada PT KAI lagi sejak tahun 2005.

Ida juga mengaku, sudah menetap di pinggiran rel sejak tahun 1970-an. Meski PT KAI ada memberikan ganti rugi berupa uang tunai Rp1,5 juta, namun dia tak mengambil uang tersebut karena harganya tidak manusiawi.

"Menggusur 60 KK ini mengalahkan teroris saja banyak pakai ratusan petugas, mobil watercanon juga. Woi PT KAI, di mana hati nurani mu kepada kami yang disini mayoritas mamak-mamak," teriaknya lagi bersama warga lainnya.


Ida sangat sedih dengan sikap Pemko Medan, khususnya Wali Kota Medan yang tidak peduli dan memberikan perhatian kepada warga pinggiran rel yang digusur. "Dari awal (penertiban), tak ada orang Pemko melhat nasib kami. Jangankan wali kota, perwakilannya pun tak Nampak batang hidungnya,” kata Ida sambil menyeka air matanya. (M.Ir)

Labels

Adv artikel bali Banten bisnis Bogor budaya daearh daerah daetah depok Depok derap dewan Featured fenomena fokus gayahidup Headline Hiburan hukum Humas Polda Kaltim investigasi iptek Irian Jaya jabodetabek Jakarta Jawa Barat jawatengah jawatimur Jokowi Kalimantan kaporli Kebersihan kesehatan KPU kriminal kulener kuliner lampung lantik LPII luarnegeri mahasiswa Market masyarakat miskin membangun menteri Metro mitos MSDC Nahdlatul Ulama Nariyahan Nariyahan Nusantara nasional nelayan nias Nur'azizah obat olahraga opini ott Pajak Paluta papua pasar kemiri pdip PDRM Pekanbaru Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan pembunuhan pemerintah pemilu Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas perbaungan peristiwa peristuwa perkelahian anggota DPRD perkelahian anggota DPRD Riau perkemi Pertamina pertanian Perusahaan listrik negara pidana pilkada pinggir PKB pkk Pks pln PLTA Batangtoru pm malaysia PMII PN Medan PN Siantar PNS polisi peduli politik Polres Polres Balikpapan Polres Nias Polres_sidempuan Polresta polrestabes_medan polrestapekanbaru polri Polsek Air Batu polsekskppekanbaru ponorogo ppwi pradi supriatna Presiden prestasi probolinggo profile PT PLN PT_KAI purwakarta rahmansyah_putra_sirait RAPP redaksi Redia Frisna Rista regional Rei renungan Repdem Riau rizal efendy rokan rupiah samarinda samosir sampah depok samsat depok satlantas polres asahan Satma_pp sekda_provsu seleb sepakbola serang serbada sergei Sertijab Sholawatan Siak Siantar Sidoarjo sijunjung Silo Laut simalungun sinabung siswa Slawi solo soroako sosial sosialisasi sukabumi sulawesi sumut Surakarta Susanto Suwandi tamanlalulintas tanggerang tanjung balai tapteng Tasimin tebing tinggi tegal tipikor Tips tmmd tni depok fokus tokoh tokohpemudaaceh trawas Tumpas video Wajo wakapolri walikota depok Wisata

Epaper

Total Pageviews