Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » » » TNI, POLRI, dan Bakamla Razia di Perairan Tanjung Balai Asahan setelah Paska Tuntutan Demontrasi Nelayan Tradisional
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER | TBA,  Paska tuntutan demontrasi nelayan tradisional terhadap pihak – pihak yang bertugas terkait pengamanan di wilayah pesisir Asahan dan tanjung balai Raziapun dilaksanakan oleh pihak POLRI DAN TNI serta Intansi Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Asahan dan Tanjung balai.

Dibeberapa media local awalnya Razia Tersebut dilaksanakan untuk memberantas peredaran Narkoba, mencegah Masuknya Barang – Barang Ilegal dan praktik illegal fishing. Hal ini diberitakan oleh banyak media, namun dari Pantauan wartawan kami, bahwa rajia tersebut dilaksanakan akibat desakan masyarakat terkait meningkatnya penggunaaan alat yang dilarang oleh Negara melakukan penangkapan diwilayah pesisir Asahan dan Tanjung Balai.

Safrijal salah satu nelayan tradisional Pematang Sei Baru menyatakan “rajia tersebut tidak totalitas karena siang mereka jaga, malam pengguna pukat berkerja”. Ungkapnya.

“selama ini tidak ada bantuan pemerintah terkait pengamanan wilayah pesisir adapun pos jaga dan beberapa perahu pengamanan untuk wilayah pesisir terdampar di desa pem. Sei. Baru, bahkan rumah apung yang seharusnya berfungsi untuk menjaga wilayah pesisir yang dianggarkan kabupaten Asahan cendrung tidak berjalan bahkan sekarang tempatnya ada dihutan, tampa perawatan dan penjagaan oleh pihak – pihak pengguna anggaran dikabupaten Asahan”. 

pungkasnya saat ditanya apa yang sudah dilakukan pemerintahan kab.Asahan dalam beberapa tahun ini terkait pengamanan wilayah pesisir. 

“kami Cuma nelayan tradisional yang tak mengerti undang – undang dan hokum, saat kami bertindak melakukan sifat – sifat yang menurut kami benar contohnya melakukan pembakaran terhadap pengguna alat tangkap yang dilarang pasti kami disalahkan, ditangkap seolah teroris, Saat kami turun berunjuk rasa kami selalu disalahkan oleh instansi yang bertugas” pungkasnya.

Saya berharap, pihak pemerintaha Republik Indonesia dibawah pemerintahan President Jokowi saat sekarang, agar tegas dan terus menggalakkan penangkapan terhadap para pengguna alat tangkap yang merusak terumbu karang diwilayah pesisir Asahan. karena kami menilai Lanal Tanjungbalai – Asahan tidak konsisten dan terkesan menutup mata selama ini.

Adapun rajia hari ini akibat dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Nelayan Tradisional di POLRES ASAHAN, BUPATI ASAHAN, DInas Kelautan dan Perikanan Kab. Asahan dan DPRD Asahan.

karena kami muak dengan tindakan – tindakan janji untuk memproses, namun nyatanya Cuma omongan doang, kami Cuma yakin kalau pusat yang langsung berkerja dan melakukan pengawasan di wilayah Asahan ini. Apa lagi zona wilayah Lautan Asahan berbatasan langsung dengan Negara – Negara seberang. Ucapnya mengakiri. (kisaran - kab. Asahan /kareem)

About Ppwi Kota Depok

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments