DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » Pro dan kontra Kinerja Ka. POLRES ASAHAN dalam menangani tuntutan Nelayan Tradisional Asahan.

PANTER | Tanjung Balai-Asahan, kinerja Pihak – pihak yang melakukan rajia paska tuntutan Nelayan tradisional cendrung lamban dan sempat terjadi pembkaran oleh pihak nelayan baru lah bertugas menyamankan zona wilayah tangkap di daerah pesisir Asahan dan Tanjung Balai serta tank kerang yang merusak terumbu daerah Pesisir Kab. Asahan dan Tanjung Balai.

Paska keributan pembakaran 4 pukat tarik oleh Nelayan Tradisional Asahan, POLRES ASAHAN melakukan rajia susulan dengan menggunakan helikopter berkerja sama dengan pihak Direktorat Polisi Perairan Daerah Sumatra Utara ( DIRPOL IAR POLDA SU) Melakukan Rajia didaerah pesisir Kab. Asahan dan Batubara sedikit nya 28 diamankan disinyalir melanggar zona tangkap. Hal ini dinilai bagus oleh beberapa pihak element masyarakat.

Via status facebook, kepala desa Silo Baru Ahmad Sopyan membuat status Kami atas nama nelayan tradisional mengucapkan ribuan terima kasih atas langkah yang dilakukan dalam memahami persoalan Masyarakat nelayan Tradisional pantai Asahan.... 28 Unit tenk kerang telah diamankan.....”. disare dalam Akun Facebook

Selain itu via status nya yang lain “Himbaun kepada seluruh instansi Pemerintah yang berkepoten dilaut , khususnya kepada menteri Kelauatan dan Perikanan RI..untuk membuat aturan yang kuat tentang laut.... jangan hanya kepentingan sepihak ,ada alat tangkap yang dibenarkan....... dan jangan ada pengecualian untuk suatu daerah tertentu...seperti di WPRI 571 ada jenis pukat yang dibenarkan..” via Akun Facebooknya.

Di tempat lain Ahmad Sofwan Selaku Pemuda Pesisir Asahan berkomentar “ hal ini ,menunjukkan lemahnya Kinerja mereka, secara tidak langsung juga menampar kinerja Ka POLRES ASAHAN, apa harus orang POLDA SU yang turun baru selesai semua urusan..!!”pungkasnya dengan nada tidak senang.

“Nelayan Asahan sudah sering dilukai, dari mulai peralatan jaringnya hancur dilanggar pukat, terumbu karang tempat kerang hancur dikilas tank kerang, sehingga hasil tangkapan mereka yang hampir rata – rata menggunakan tangan tampa alat biasa dapat lumayan malah total merosot. Karena terumbu kerang hancur dikerok habis oleh tank kerang” pungkasnya saat ditanya kenapa menganggap kinerja kepemimpinan Ka POLRES ASAHAN.

“Harapan saya Simple, Kedepan saya berharap pihak manapun yang menangani masalah kelautan harus berbenah diri, jangan asek pencitraan tampa hasil seperti tahun ini, saya melihat banyak pencitraan, lihat saja paska rajia sebelum pembakaran, masak mereka tak tahu kalau tank kerang itu marak beroverasi menghancurkan terumbu karang. Tuntutan nelayan sewaktu aksi tangkap dan amankan zona tangkap asahan. malah lari ke illegal, narkoba, dll, sementara zona dan pukat yg beroverasi masih ada, setelah terjadi pembakaran barulah berkerja itupun harus dengan Petugas yang dari POLDA SU dan mengguna kan helicopter. Kinerja lamban, tapi uevoria tinggi kesan yang ku liat” pungkas Ahmad Sofwan yang notabenenya selain pemuda pesisir juga sebagai pengurus cabang Gerakan Aku Geram dan Anti Koruptor Republik Indonesia Kab. Asahan.(15 september 2016, Kisaran-Asahan /Kareem)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6