Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » Politik Dan Manfaatnya Dari Pandangan Politik Santri dan Politik Jalanan.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post


Ustad Mas'ad Mahdi di sela - sela kesibukannya berdiskusi.
PANTER | Asahan, Politik itu tidak sekejam yang kita pikirkan, bila dijalani dengan landasan keimanan dan berjiwa social tinggi dalam berkarir dalam dunia politik, pada saat sekarang politik cendrung salah penggunaan oleh para pelakon politik sehingga cendrung menjadi senjata yang mencedrai oknum – oknum masyarakat dan oknum yang mulai berkarir dalam dunia politik, apa lagi dengan pendapat banyak kalangan bahwa jika ingin berpolitik harus mampu membunuh, menyakiti dan menghalalkan segala cara dalam peraihan kekuasaan epek pemahaman seperti itulah sehingga pragmatism berkembang I semua kalangan, sampai menggunakan uang dalam peraihan kekuasaan yang ditargetkan untuk diraih. Banyak pandangan dari kalangan yang menyalahkan strategi penghalalan semua cara dalam politik, termasuk actor pemuda, pesantren dan tokoh – tokoh yang cendrung berproses pada orientasi kerakyatan, antara lain :

Mas’ad Mahdi direktur Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah Asahan, ketua PKB Asahan sekaligus tokoh persatuan kalangan santri dikabupaten Asahan, beliau berpendapat Bahwa “saya memandang politik adalah Poli (Ilmu) dan Tik (tahtik dan strategi). Pada Zaman rosulullah Poli (ILMU)lah yang dimanfaatkan rosulullah untuk menggerakkan basic, baik ekonomi, diri dan pemikiran kalangan yang sudah simpatik kepada islam dengan proses penrasionalan terhadap pemahaman islam oleh rasulullah kepada kalangan yang mulai merapatkan diri kepada islam pada peruses dakwah secara bersembunyi, setelah proses dakwah secara terbuka, rasulullah dan beberapa sahabat bergerak dari sisi poli dan social, sehingga menjadi sebuah gerakan yang dilandasi keinginan, keintlektualan dan kesanggupan mengorbankan apapun untuk meraih target pensiaran islam disemua kalangan, sehingga Politik dalam pandangan Islam bagian dari ibadah apabila politik dijadikan Bagian dalam memperbesar kebaikan dan meminimalisir keburukan. Memudahkan urusan yang baik dan mempersempit ruang gerak keburukan. Semuanya dalam panji amar ma'ruf dan nahi munkar kekuasaan, salah satu contoh sikap oleh nabi – nabi kalangan islam adalah :

Nabi Dawud dan Sulaiman, mereka sebagai prototipe seorang penguasa yang memiliki kekuasaan yang sangat luar biasa. Kekuasaannya tidak hanya pada manusia tetapi pada makhluk yang ada. Dari jin, binatang, tumbuhan juga yang lainnya, Namun ditengah kekuasaan yang superpower ini Nabi Sulaiman peduli dengan semut yang kecil dan tak berdaya. Menimbang semua permasalahan dengan keadilan dengan kecerdikan.

Nabi Ibrahim dan Musa, mereka sebagi prototipe sebagai oposisi. Mereka menentang kebijakan penguasa yang zalim dan sewenang-wenang. Mereka menghadapi penyiksaan, pengejaran, perdebatan dan adu argumentasi dengan para penguasa yang ada. Namun mereka tidak melakukan pemberontakan dan perlawanan senjata.

Nabi Yusuf, prototipe berkoalisi dengan pemerintah. Nabi Yusuf menpresentasikan kemampuannya dalam membuat perencanaan, memberikan solusi agar keluar dari kebangkurtan ekonomi yang pelik juga sebagai orang yang sangat amanah dan beritergritas.

Strategi mereka dalam menjalin hubungan dengan para penguasa sangat tergantung dari kondisi yang ada. Memandang kemaslahatan dan keburukan yang ada. Begitu juga para ulama, ada yang menjauhi kekuasaan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dengan targetan yang jelas pada orientasi social yang bagus.

Muhammad Irwan
sosialisasi Gerakan Aku Geram Dan Anti
Koruptor Republik Indonesia 
Muhammad Irwan Selaku sosok pemuda yang seirn memantau perjalanan Politik menyatakan “kebanyakan sekarang politik itu hanya menjadi orientasi dan pekerjaan yang akhirnya membenamkan seseorang kedalam neraka, bahkan menanamkan kepada setiap kalangan bahwa uang dan kekuasaan adalah segalanya, tidak ada yang berani melawan atas kekuatan politik buruk yang cendrung merusak setiap tatanan, bahkan banyak yang memilih yang menang meskipun dirinya tahu bahwa kemenangan itu hadir akibat dari kecurangan, kekuasaan dan kedudukan dimanfaatkan sebagai orientasi untuk memperkaya diri, actor – actor yang berada pada garis perlawanan dikatakan bodoh karena memilih melawan sehingga tak mendapatkan apapun, actor – actor penjilat kekuasaan dikatakan hebat, Karena mampu menyatu dan bersetubuh dengan penguasa seolah kekuasaan adalah segalanya dimuka bumi Tuhan yang tercinta ini. Tipe – tipe yang hanya mampu menjilat menurut saya itu bukanlah tipe politikus namun lebih cendrung pada pengecut, penakut bahkan pengikut yang hanya mampu mengikuti system dan program penguasa tampa berusaha menciptakan program dirinya sendiri untuk masyarakat dan kalangan social lainnya, Padahal sudah Jelas “apabila kamu melihat sebuah keburukan maka cegahlah dengan tanganmu, apa bila tak mampu dengan mulutmu, apa bila tak mampu maka hatimu menyalahkan kesalahan dan kejahatan tsb sesungguhnya itulah selemah – lemahnya iman”. Namun hal ini tidak menjadi pengamalan actor politkus sekarang dari partai manapun itu, bahkan actor politik cendrung berorientasi pada money, hingga selalu berusaha mendakwahkan pada kalangan masyarakat bahwa uang adalah segalanya yang melebih dari padA Tuhan. Yang paling menyedihkan semua lebih bangga berselfi ria dengan penguasa dan orang kaya dari pada berselfi ria mendakwahkan ulama, kalangan miskin. Semua menciptakan program dengantarget kekuasaan tampa menciptakan kesejahtraan, setiap actor politik pada saat sekarang cendrung bertujuan hanya uang dan kekuasaan sehingga mereka lupa orientasi sebuah kepemimpinan yang kelak mereka pertanggung jawabkan” (Aasof)

About Kareem

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments