DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » » Nariyahan Nusantara Di Ponpes Darul Hikmah


Nariyahan Nusantara di Ponpes Darul Hikmah

 Sei Alim Hasak, Ratusan Santri dan alumni pesantren berkumpul di Pondok Pesantren Darul Hikmah Asahan dalam kegiatan sholawat Nariyah bersama, yang bertujuan untuk menanamkan semangat beragama dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, dengan misi mengembalikan Seni Budaya Islam yang sudah merapuh dikalangan pemuda di Asahan akibat masuknya Pemikiran dan Faham modernisasi yang berepek pada kurangnya etika kalangan muda di Asahan, Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kab. Asahan, dan dimotori oleh kalangan santri dan alumni santri yang bermaksud kembali menghimpun kelompok agamis Asahan untuk mengawal sikap, tingkah dan pemikiran pemuda Asahan kedepan.

Di sela – sela setelah shalawatan Nariyah, Buya Fadillah Pendiri Pondok Pesantren Darul Hikmah Menyatakan “Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang Nahdlatul Ulama dan Kalangan Santri yang betul – betul menelaah agama, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat "thibbil qulub", ada shalawat "tunjina", dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan "hizib" dan "rawatib" yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW dan dakwah islami dari segi seni”

“Dalam kitab Khozinatul Asror dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror” ucap buya Fadol disela – sela diskusi dengan tokoh dan alumni santri dari berbagai pondok pesantren.

“sekarang etika, sifat dan pemikiran manusia akibat dari kurangnya mencintai rosulullah, sehingga banyak orang tidak takut dosa, bahkan cendrung sanggup menggunakan intrik apapun untuk sebuah tujuan, maka kita bershalawat dengan tujuan untuk menambah rasa cinta kita pada Rosulullah, cinta kita pada islam Nusantara, dan kebersamaan kita dalam kehidupan sehari – hari” pungkas Ustad Amin Rais dari Pondok Pesantren Bina Ulama Asahan setelah memimpin Acara Sholawatan.

“PKB hari ini berusaha mengembalikan semangat religious dan semangat membangun negeri dengan berlandaskan pada kereligiusan, karena dengan kerelegiusan tersebut mampu membendung sikap dan tingkah laku sesorang dalam mengemban amanat dalam kehidupan sehari – hari, momentum shalawatan nariyah ini PKB berusaha Untuk mendo’akan pemimpin hari ini, kedepan dan nanti untuk lebih baik dalam menjalankan kepemimpinannya terkhusus Kabupaten Asahan, semoga berkah dari shalawatan ini mampu menyembuhkan yang sakit dan memenjarakan yang menyakiti perasaan rakyat, karena setiap orientasi kepemimpinan adalah mensejahtrakan rakyat, memberikan perlindungan pada rakyat serta duduk sama rata dengan rakyat. Rosulullah mampu mengendalikan ribuan pasukan pada masanya karena kekonsistenan dan keidealisan yang ditularkannya ke sekitarnya, ditambah interpensi Tuhan dalam menjalankan usaha kebaikan tersebut” pungkas Mas’ad Mahdi selaku Ketua PKB Asahan.

Peserta Karateka Ikut Nariyahan
Muhammad Irwan berkomentar selaku ketua GAGAK RI Asahan “semoga dengan duduk bersama kyiai sepuh diasahan serta shalawatan bersama mampu melahirkan pemuda – pemuda yang religious, terhindar dari narkoba, kenakalan – kanakalan lainnya, karena hari ini banyak orang yang meneriakkan anti narkoba, kekacauan, pragmatism dll. Nyatanya semua bertolak belakang, saya Cuma mendoakan dengan shalawatan bersama ini kelak Allah, menurunkan hidayah kesemua kalangan dan kembali kekhittoh dari rakyat untuk rakyat, karena pemuda yang religious itu pasti akan menjadi lidah penyambung aspirasi rakyat, dan saya yakin dengan salawatan mampu menenangkan yang kacau dan pemikiran – pemikiran yang tak tentu arah sekarang ini” ucapnya.

“hidup itu simple Bos, kita dididik dari pondok pesantren.. ya kembali kepondok pesantren, apa lagi kok udah cerita salawatan, dakwah, nasehat – menasehati dan do’a mendo’akan, sebagai alumni dari pondok saya wajib datang, bukan karena kepentingan politik, bukan karena mau caleg, dll, Cuma karena ini budaya NU, saya kader GP ANSOR, NU itu ayahanda saya, jadi setiap budaya NU saya harus berusaha untuk datang dan melestarikan budaya NU, terserah mau bilang apa, sekali NU.. ya NU”. Pungkas Ahmad Sofwan Selaku wakil Ketua GP ANSOR ASAHAN. saat ditanya hajad kedatangannya. (18 September 2016, Kisaran - Asahan /kareem)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kareem

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6