Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » » » » » » 2 Oknum Polisi Terlibat Peredaran Narkoba.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER | Asahan, Nasib Bripka S Sitanggang yang bertugas unit provos Polres Tanjung balai, Sabtu (30/9) akan ditetapkan apakah terbukti sebagai bandar narkoba atau tidak. Sementara rekannya Aipda Arianto Sinaga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Hal itu sesuai dengan pengakuan Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK MHum mengatakan, masih ada waktu selama 6 x 24 jam untuk menetapkan status dari personil unit provost Polres Tanjung balai tsb.
“Bripka SS masih belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses pemeriksaan. Soalnya, untuk kasus narkoba, masih ada kesempatan selama 6 x 24 jam untuk menentukan statusnya”, ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu
Bripka S Sitanggang bersama dengan rekannya Aipda Arianto Sinaga (38) diduga terlibat menjadi pengedar dan bandar narkoba sebagai hasil pengembangan dari penangkapan terhadap dua warga sipil yakni Syah Amri alias Si Am (43) dan Jeremia Surbakti alias Jerry (31) dari Cafe 99, Kota Tanjung balai, Jumat (23/9) lalu.
Keterlibatan Bripka S Sitanggang yang diduga sebagai bandar narkoba itu berawal dari tertangkapnya dua orang pria bernama Syah Amri dan Jeremia Surbakti alias Jery (31), Dimana keduanya ditangkap saat akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dengan Wira (buron) di Cafe 99, Kota Tanjung balai, Jumat (23/9) lalu. Dari kedua pelaku ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,45 gram dan 20,33 gram.
Saat dilakukan pemeriksaan, kedua pelaku mengaku mendapatkan barang terlarang tersebut dari oknum anggota polisi yakni Aipda Arianto yang hari itu juga, Aipda Arianto Sinaga yang bertugas di unit Reskrim Polres Tanjung balai itu langsung diamankan oleh petugas Polres Tanjung Balai, setelah mengamankan Aipda Arianto Sinaga, petugas melakukan penggeledahan terhadap kediaman dari Aipda Arianto Sinaga, dan berhasil ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu 0,40 gram serta peralatan untuk menggunakan barang haram tersebut. Atas adanya bukti-bukti tersebut, Aipda Arianto Sinaga akhirnya mengakui, bahwa barang haram itu diperolehnya dari Bripka S Sitanggang.
Sabtu (24/9), Bripka S Sitanggang yang bertugas di unit provost Polres Tanjung balai itu langsung diamankan guna menjalani pemeriksaan. 
Pada Hari Kamis (29/9) kemarin, telah dilakukan gelar perkara terkait dengan kasus narkoba yang melibatkan dua orang oknum personil kepolisian tersebut. Sayangnya, gelar perkara tersebut dilakukan secara tertutup, sehingga belum dapat diketahui hasilnya oleh pihak media.
Ahmad Sofwan mengenakan jaket putih abu - abu
disela - sela kegiatannya mensosialisasikan Program
ikhlashunniah melawan Narkoba 
Ahmad Sofwan, selaku kader GP ANSOR berkomentar terkait masalah keterlibatan 2 personel polisi dalam peredaran narkoba berjenis sabu tersebut "jujur saya miris membaca dan mendengar kasus tersebut, kita dari Gerakan Pemuda ANSOR di intruksikan untuk perang dengan Narkoba di semua jalur nasional, daerah hingga kedesa bahkan dusun - dusun, sehingga setiap kami para kader GP ANSOR harus berjuang tampa bantuan siapapun dalam mensosialisasikan gerakan Perang dengan Narkoba, sakit betul rasanya mendengar adanya keterlibatan oknum kepolisian ikut mendagangkan barang haram tsb”. pungkasnya
"ketegasan hukum dan kejelasan hukum itu harus ada terbuka dan selalu di publikasikan, jangan cuma penangkapan saja yang dipublikasikan oleh pihak kepolisian, saya sering melihat pihak - pihak tertentu hanya mengundang dan mengjak wartawan melakukan peliputan saat penangkapan, namun saat sidang terkait penangkapan kita tidak pernah tahu sehingga kita kurang jelas terkait masalah tersebut, entah semua yang ditangkap yang dicebloskan kepenjara, atau hanya sebagian, kalau proses sidangnya saja tidak dipublikasikan itulah bisa hadir istilah "tangkap lepas" karena terkait narkoba itu, bukan cuma pengguna, pengedar saja yang ditangkap, namun yang tahu juga dapat dikenakan sanksi atas sikap tidak pedulinya" saat ditanya harapannya kedepan.
"sejujurnya saya amat miris mendengar keterkaitan oknum kepolisian yang turut bermain dalam peredaran hal yang seperti itu, secara tidak langsung dia bukan hanya merusak citra nama instansi kepolisian yang sedang diperhatikan masyarakat langkah dan geraknya, tapi juga menanamkan ketidak percayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian kalau tidak dihukum sedalam - dalamnya, kurir sabu saja kenak hukum 5 tahunan keatas, gimana kok jaringan seperti itu, seharusnya menurut saya bukan cuma di penjara, tapi dihukum mati agar kami sebagai masyarakat tahu bahwa polisi juga bisa kena hokum mati kalau melakukan peredaran narkoba apa lagi mengendalikan peredarannya”. ucap Ahmad Sofwan selaku Kader Gerakan Pemuda ANSOR Nahdlatul Ulama. (Kareem)

About Kareem

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments