DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » DPRD Minta Bea Cukai Jangan Takut " PEMAINNYA SIAPA - BEA CUKAI PASTI TAHU "

PANTER | Batam Penyelundupan. Akhir - akhir ini, Kota Batam tengah di ributkan oleh berbagai kasus penyelundupan. Penyelundupan Handphone, beras, gula hingga mobil. Hal ini sungguh cukup menjadi perhatian dan perbincangan sebagian masyarakat Kota Batam dan memunculkan berbagai pandangan dan pendapat. 

Kemana Bea Cukai. Bekerja tidak kah Bea Cukai. Hingga Isu Copot saja Kepala Bea Cukainya dan lain sebagainya, hingga akhirnya, permasalahan tersebut menjadi perhatian khusus para Anggota DPRD Kota Batam, yang berujung pada di gelarnya Rapat Dengar Pendapat alias RDP.

Rapat Dengar Pendapat atau RDP mengenai Import Barang di Kota Batam, yang di gelar di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Batam yang di pimpin oleh Ketua Komisi II Yudi Kurnain, pada Hari Rabu / 21 September 2016, oleh Komisi II dengan Kepala Bea dan Cukai Kota Batam, sedikit tegang. 

Apalagi ketika Pihak Bea Cukai di tanya oleh salah seorang Anggota DPRD Dr. Idawati Nursanti, yang menyinggung tentang pengawasan atau kinerja Pihak Bea Cukai selama ini sudah berpulun tahun ada di Kota Batam. Terkesan tidak tulus Pihak Bea Cukai menjawab.

" Sejauh mana sebenarnya Pengawasan atau kinerja yang di lakukan Pihak Bea Cukai selama ini sudah berpuluh tahun ada di Kota Batam, terkait hal ini. Selama ini Bea Cukai gak kerja donk. Wah, Batam kacau. Siapa pemainnya. Jangan takut. Bea cukai pasti tahu. " Tanya Dr. Idawati Nursanti.

Kata - kata Dr. Idawati Nursanti pun segera di jawab oleh pihak Bea Cukai yang terkesan membela diri seolah tidak mau menerima kata - kata dari Dr. Idawati Nursanti tersebut. Nampak begitu panasnya pihak Bea Cukai mendengar kata tidak kerja dari Ibu Dewan Dr.Idawati Nursanti. 

" Ada sekitar 240 penindakan selama belum ada satu tahun ini. Ada berbagai kasus, ada HP, Beras, Gula. Jadi bukan kami tidak bekerja. 240 penindakan. " Jawab Pihak Bea Cukai seolah tidak mau di bilang tidak bekerja oleh Pihak DPRD Kota Batam. 

Namun demikian, pihak Bea Cukai nampak kebingungan jawab saat di tanya lagi terkait penindakannya itu. 

" Jadi dari 240 penindakan tersebut, berapa yang sudah di proses Hukum ? " Tanya Anggota DPRD lainnya Mulia Rindu Purba. 

" Siapa pengusahanya. Harus di expose. Kami dari Komisi II, juga ingin tahu. Kalau Bea Cukai tidak mau meng expose, biar kami yang expose. Begitu pak. Bagaima barangnya. Bagaimana kapalnya. Dan beras - beras itu mau di kemanakan ? " Tanya Politisi PKB, Aman.

" Kalau masalah Beras, akan di hibahkan, misalnya ke tempat - tempat jauh, seperti Anambas atau untuk rakyat - rakyat tidak mampu misalnya. Kemudian, kalau minuman, akan di musnahkan. Kalau handphone, akan di lelang atau bagaimana nanti, karena kebanyakan handphone bekas, kemudian kalau Kapalnya, itu tergantung dari pengadilan. " Jawab Bea Cukai. 

" Rapat Dengar Pendapat tersebut di pimpin oleh Yudi Kurnain, dan di ikuti oleh Anggota DPRD Batam lain, di antaranya : Rekaveny, Idawati Nursanti, Mulia Rindu Purba, Hendra Asman, Budi Mardianto, Mesrawati Tampubolon, Aman, Boby Siregar, Sallon Simatupang dan Ucok Firmansyah. (SK-Nda ).
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

video

Cat-5

Cat-6