FOKUS

Panter Streaming

Nusantara

DAERAH

Derap TNI & Polri

HUKUM

PERISTIWA

Advertorial

» » » » Dewi, Ibu Yang Ditolak Bidan Saat Hendak Melahirkan Anak Ketiga, “Apa Karena Kami Miskin?”

foto Dewi Marliana Boru Hutahaean (32),
 Dusun VIII, Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, Asahan.
Silau Maraja, Parapat Janji Asahan, warga Dewi Marliana Boru Hutahaean (32), Dusun VIII, Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, Asahan. menyebutkan, pada Selasa (13/9), sekira pukul 03.00 WIB, ia sudah merasakan sakit di perut. Lalu, suaminya Firman Siahaan langsung berinisiatif membawa Dewi ke rumah seorang bidan yang kebetulan jarak antara rumahnya ke rumah bidan tersebut sekitar 300 meter. Sesampainya di rumah si bidan bernama Kartini Nurliana br Simanjuntak, mereka berkali-kali mengetuk-ngetuk pintu rumah bidan desa tersebut. Namun pintu tak kunjung dibuka. Akhirnya mereka kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Dewi merasa perutnya semakin sakit karena air ketubannya sudah pecah.

Sekira pukul 04.00 WIB, ibu kandung Dewi, Rospita br Simanjuntak kembali mendatangi rumah Kartini dan mengetuk-ngetuk pintunya. Tapi pintu Kartini Nurliana br Simanjuntak tidak juga dibuka. Akhirnya Rospita pulang ke rumah. Lalu sekira pukul 05.30 WIB, mereka kembali datang kembali ke rumah Bidan Kartini yang pada saat itu, Bidan Kartini sudah bangun dan sedang memasak di dapur.

Melihat Bidan Kartini, Dewi bergegas mendekat dan minta tolong ; “tante tolong aku, air ketubanku sudah pecah dan kering”.

Tapi jawaban Bidan Kartini mengecewakan hati Dewi. Ia menolak menangani Dewi tapi dengan cara halus.

“Kau mau melahirkan ya? Namun tante tak sempat menanganimu pula karena tante nanti pagi akan pergi ke Rumah Sakit Elisabet Medan, membawa pasien dari Aek Kanopan (Labura). Kalian pergi saja ke rumah Bidan Yuni,” pinta Bidan Kartini.

Mendengar jawaban Bidan Kartini, Dewi dan keluarganya langsung menuju rumah Bidan Yuni. Namun Bidan Yuni tidak ada di rumah. Karena sudah panik, akhirnya keluarga sepakat membawa Dewi ke rumah mantan Bidan Benna br Sirait yang ada di desanya.

Melihat kondisi Dewi, Benna langsung bertindak dengan cara melakukan penyuntikan ke tubuh Dewi. Kemudian Benna berusaha membantu kelahiran sang bayi dan akhirnya sekira pukul 07.00 WIB, lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama Derson Siahaan.

Dewi mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan bidan Kartini. “Apakah karena kami warga miskin, sehingga Kartini sepele kepada kami? Ke depan, saya berharap, jangan lagi ada ibu-ibu lain mengalami seperti yang saya rasakan dirasakan,” ujarnya.

Bidan Kartini Nurliana br Simanjuntak, ketika ditemui di Puskesmas Setia Janji, tempatnya bekerja mengatakan, pada malam kejadian tersebut ia tidak mendengar bahwa ada warga yang mengetuk-ngetuk pintu rumahnya. Mengenai rencananya hendak berangkat membawa pasien dari Aek Kanopan ke Rumah Sakit Elisabet Medan, ia juga mengatakan tidak jadi berangkat karena ada orang lain yang menggantikannya.

terkait Masalah Tersebut Ahmad Irwan Ketua GAGAK RI Asahan Berkomentar, "sekarang ini, memang amat banyak otak manusia yang tak memiliki Hati dan pikiran, mereka menutup mata untuk orang lain yang dianggapnya tidak menghasilkan apa - apa yang berbentuk ekonomi, namun saat hal tersebut menghasilkan kekuatan ekonomi, mereka akan berlomba - lomba untuk meraihnya, semua undang - undang yang menceritakan tentang orang miskin ditanggung oleh negara bukan cuma sekedar wacana dan retorika sampah dinegara kita republik Indonesia. (ZUDDIN)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: