DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » Defisit Anggaran, Pemkot Balikpapan Tunda Pembangunan Museum Meriam

PANTER|Balikpapan - Dampak defisitnya APBD Kota Balikpapan di tahun ini, membuat rencana Dinas Pariwisata Kota Balikpapan mengurungkan niat membuat musem meriam di Markoni Atas.

Demikian diungkapkan, Dasmawati, Kepala Seksi Cagar Budaya bidang Kebudayaan Dinas Pemuda dan Pariwisata Kota Balikpapan, kepada Tribunkaltim.co, pada Sabtu (3/9/2016).

Belum lama ini, pihaknya sudah merencanakan membuat museum bersejarah perang dunia di Kota Balikpapan.

Kata dia, lahan sudah tersedia milik pemerintah Kota Balikpapan seluas 1.300 meter persegi.

Museum direncanakan dibuat di bagian bawah puncak bukit Markoni Atas, tempat terletaknya meriam peninggalan zaman kolonial Jepang

"Mau dibangun museum, yang bercerita tentang perang dunia dan pasifik. Kami tidak bisa wujudkan, menunggu anggaran tersedia. Pemkot sedang defisit anggaran, tidak bisa segera diwujudkan," ujar Dasma, wanita kelahiran Majene.

Belum lama ini, tersiar kabar dari Pemkot Balikpapan, bahwa anggaran daerah mengalami defisit akibat menurunnya sektor pertambangan.

Proyeksi kemampuan APBD tahun 2017 hanya sebesar Rp 1,08 tiriliun.

Sekarang ini, keberadaan Meriam Markoni dianggap sebagai kebanggaan warga sekitar. Karena setiap waktu, ada saja warga dari luar Kota Balikapan datang berkunjung, penasaran untuk melihat meriamnya yang kini sudah berkarat coklat.

Seolah bagi warga Markoni Atas, daerahnya bisa terkenal dengan adanya meriam peninggalan Jepang ini.

Warga setempat melihat, ada beberapa turis dari mancanegara yang menyambangi, melihat meriam di atas bukit.

Dia berharap, apabila ada museum tentu saja destinasi wisata sejarah Kota Balikpapan akab bertambah. Sehingga bisa membuka mata masyarakat dunia, bahwa Balikpapan dahulu merupakan lokasi yang dijadikan rebutan negara-negara ekspansi dan kolonialisasi seperti Jepang dan negara sekutu.

Lagipula jika museum telah dibuat, akan membawa banyak manfaat bagi daerah, terutama penambahan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

Selama ini, Balikpapan hanya dikenal wisata bahari atau pantai juga kulinernya. Ada baiknya, wisata sejarah digarap juga.

Wisata bersejarah sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak generasi muda supaya mereka ingat sejarah masa silam yang diperjuangkan berdarah-darah.

Bagi mereka yang tahu sejarah, tentu akan berpikir jernih dan akan semangat dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Tambah banyak ilmu kalau kita sering datang ke wisata sejarah," tutur Dasma. (*)Sumber :  http://kaltim.tribunnews.com/2016/09/04/defisit-anggaran-pemkot-tunda-pembangunan-museum-meriam
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Ppwi Kota Depok

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

video

Cat-5

Cat-6