DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » BAKAMLA Salah Satu Badan Keamanan Laut Negeri Kita Tutup Mata , Akibatnya Masyarakat Nelayan dipesisir Asahan Minim Penghasilan

PANTER | Asahan, Wilayah Perairan tangkapan nelayan tradisional kurang dijaga di seputaran kabupaten Asahan. menjadi salah satu permasalahan masyarakat dengan terbukti banyaknya beroperasi kapal-kapal dengan pukat harimau, akibat berawal dari para pengambil kerang yang menggunakan alat merusak ekosistem terumbu tempat tumbuhnya kerang dan ikan.

 Akibatb bertahun – tahun perusakan ekosistem di perairan pesisir Asahan terjadi berkembang dan meluas di Kabupaten Asahan, ini dinilai akibat kurangnya pengawasan yang dilakukan petugas terkait dibidang Badan Pengawasan Perairan di wilayah Kabupaten Asahan dinilai tutup mata, hal ini terbukti dengan masih banyaknya beroperasi kapal tank kerang atau pukat trawl dan beberapa alat tangkap yang cendrung merusak ekosistem laut di Kabupaten Asahan.

Banyaknya beroperasi kapal yang dinilai melanggar aturan tersebut membuat para nelayan tradisional kehilangan pencairan wilayah tangkap nelayan tradisional mutlak dikuasai oleh kelompok nelayan yang menggunakan alat tangkap perusak ekosistem pesisir.

Penilaian tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat DPRD Asahan bersama pihak Satuan Kerja (Sakar) PSDKP, Lanal Asahan Tanjung Balai, UPT Dinas Perikananan dan Kelauatan Provinsi serta nelayan kerang tradisional.

Rapat yang dipimpin ketua Komisi B DPRD Asahan, Mapilindo MPd mengatakan bahwa hasil rapat menyimpulkan, kasus yang menimpa ratusan nelayan kerang tradisional terhadap keberadaaan tank kerang dikarenakan kurangnya pengawasam.

Maka itu diminta pihak yang berwenang untuk melakukan pengawasanya dengan benar, Pengawasan dan tindakan ada di pada Satker PSDKP dan pihak Lanal. Maka itu kedepan kita harapkan pengawasan lebih diperketat serta ditertibkan kapal-kapal yang tidak sesuai prosedur,” ucap Mapilindo.

Kemudian secara tegas Mapilindo mengatakan kepada pihak nelayan bila ada yang membacking kasus tersebut segera dilaporkan kepada DPRD agar ditindak lanjuti keatasanya. Bila pihak PSDKP melakukan pembacking akan diminta untuk dicopot.

Dari pantauan rapat, pihak nelayan sedikit pesimis dengan hasil rapat, pasalnya banyak laporan yang dilakukan nelayan jarang ditindak lanjuti, bahkan ada kapal tank kerang yang telah ditangkap kembali dilepas.

Terkait lemahnya pengawasan, pihak PSDKP, P Siregar membenarkan bahwa mereka kekurangan personel dalam pengawasan, ditambah lagi waktu yang diberikan turun beroperasi masih minim, jumlah kapal cukup banyak yang beroperasi. Dipertengah rapat, mewakili Danlanal sedikit emosi dengan suara tinggi sambil menunjuk jari kearah nelayan yang mengatakan pihak angkatan tidak peduli terhadap keberadaan kapal tank kerang tersebut. Namun suasana dapat direndam oleh pimpinan siding.

Ditempat lain Pendiri Sarekat Nelayan Tradisional Asahan Bekomentar, bahwa sikap dan tindak tanduk yang bertugas terkadang memang cendrung penuh dengan intrik untuk membekap salah sebagian oknum yang menggunakan alat tangkap yang dilarang.(Kisaran – Kabupaten Asahan, 3 September 2016 /azuddin)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Ppwi Kota Depok

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6