DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » » Akibat Air Pasang Sejumlah Siswa Di Tanjung Balai Asahan Harus Jinjing Sepatu Ke Sekolah.

PANTER | Sumut, Kurangnya perhatian pemkab Tanjung balai asahan pada sektor pembangunan dan situasi alam yang ada, bahkan sejumlah proyek pembangunan di pemkab tanjung balai asahan diduga tidak mempunyai AMDAL dan akibatnya situasi alam tidak di perhatikannya melihat curah hujan yang tidak lagi bersahabat dan sering terjadi pasang akibatnya ruas jalan menuju ke sekolah mereka digenagi air pasang surut yang sering di sebut Air ROB. 

Genangan air akibat luapan air pasang terlihat di kawasan Jalan M Abbas, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai. Para siswa yang bersekolah di Sekolah Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) terpaksa harus menjijing sepatu akibat Genangan air Banjir akibat air luapan air laut yang mengenangi ruas jalan tersebut.

 Kondisi terjadi karena tidak adanya benteng penahan serta kurang optimalnya fungsi drainase. Dimana saluran drainase yang begitu kecil tidak dapat menampung kapasitas air sehingga meluap keruas – Ruas jalan. 

Fenomena air rob ini sering terjadi saat air pasang meningkat, disebut masyarakat setempat dengan istilah “Pasang Besar” yang luapan airnya mampu berlipat – lipat saat pasang beda dengan saat Pasang Kecil yang luapan airnya tak seberapa, ditambah lagi dengan sedikitnya kesadaran masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola slokan drainasi yang di penuhi sampah, hingga proses air surut mengalir kelaut terhambat.

Hal sama juga dikatakan Agus warga Jalan M Abbas. Menurut Agus, fenomena banjir rob memang menjadi sebuah persoalan yang mereka alami terutama saat pasang tinggi air dari laut naik melalui muara.

“Kami berharap pemerintah bisa melakukan pembuatan tanggul penahan di sepanjang garis sungai terutama di sekitar muara sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir rob akibat kenaikan air di permukaan laut,” ungkapnya.

Selain di wilayah Kota Tanjung Balai Banjir pasang surut ini juga melanda didesa Pematang Sei Baru dan Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan.

 bahkan hampir sebulan 2 kali pasti terjadi banjir saat air pasang meningkat, sampai terkadang rumah penduduk juga terendam, ucap halimah salah satu warga Pematang Sungai Baru.

“selama ini tidak ada sedikitpun usaha peninggian jalan di seputaran kampong kami ini, dulu sempat ada, namun selang beberapa setengah tahun bangunan jalan itu hancur bahkan sampai saat ini amat sulit di jalani oleh masyarakat, hingga jalan lewatan masyarakat beralih fungsi ke seberang. Ini amat menyusahkan masyarakat. Ucapnya mengakiri. (Kisaran - kab. Asahan /kareem)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Ppwi Kota Depok

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6