» » » » » » 3 hari Hilang diselat Malaka Jenazah Korban Tabrakan Tugboat VS nelayan di temukan Mengapung di tengah lautan

3 hari Hilang diselat Malaka Jenazah Korban Tabrakan Tugboat VS nelayan di temukan Mengapung di tengah lautan

Penulis By on 25 September 2016 | No comments

PANTER | Tanjung Balai, Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, petugas gabungan Basarnas dan Polairud menemukan dua nelayan kepiting yang dinyatakan hilang setelah kapal mereka bertabrakan dengan tugboat, Minggu (18/9) subuh lalu di perairan Selat Malaka. Para korban, yakni Safri (34) dan Herman Siagian alias Ucok alias Lai (26). Saat ditemukan kondisi Mengapung dan tidak bernyawa.

Jenazah Safri ditemukan, Selasa (20/9) sore, sekitar pukul 16.30 WIB di perairan Tanjung Lesung. Sedangkan korban Herman Siagian ditemukan di Perairan Tanjung Api, esok harinya Rabu (21/9) siang.

Kapten Patroli Basarnas B Telambanua menuturkan, setelah ditemukan selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk dilakukan visum.
“Setelah tiga hari kita melakukan pencarian akhirnya korban bisa ditemukan, selanjutnya petugas mengevakuasi korban ke RSUD Tanjungbalai untuk kepentingan visum,” kata Telaum banua.

Pantauan Awak PANTER, setelah korban divisum di RSUD Tanjung balai selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di Desa Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, untuk disemayamkan.

Dalam berita sebelumnya,  Tabrakan maut antara kapal nelayan dengan tugboat (kapal tunda) terjadi Minggu (18/9) subuh, di perairan Selat Malaka. Dua nelayan hilang, satu orang meninggal, lima lainnya selamat. Peristiwa mengerikan itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB, saat semua kru kapal nelayan penangkap kepiting tertidur. Mereka tak sadar posisi bot yang semula berjangkar terbawa arus laut hingga ke jalur tengah Tanjungsiapi-api, Selat Malaka.

Tidak seorang pun yang menyadari jika posisi kapal mereka sudah berada di zona bahaya, jalur kapal-kapal besar biasa melintas. Mereka baru tersadar, terjaga dari tidurnya setelah merasakan benturan keras saat kapal yang mereka tumpangi ditabrak kapal tugboat yang saat itu menarik kapal tongkang. Sadar jika posisi mereka dalam bahaya, satu per satu awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. 30 menit kemudian, petugas Polairud (Polisi Air dan Udara) dan petugas Lanal Tanjung balai - Asahan datang dan memberikan pertolongan. Dalam upaya penyelamatan itu, petugas berhasil menemukan lima orang selamat. Mereka adalah anak buah kapal (ABK), yakni Budi (29), Rahmad Hidayat (26), Nanda Syahputra (24), Abdul Aziz (23) dan Izon (22). Kelimanya nelayan asal Bagan Asahan.

Sedangkan dua orang rekan mereka dikabarkan hilang, yakni Sambri dan Ucok. Sementara Kadi, tekong kapal penangkap kepiting ditemukan mengapung dalam keadaan tidak bernyawa. Petugas selanjutnya mengevakuasi para korban yang selamat dan jenazah tekong kapal Kadi ke Tanjungbalai-Asahan. Usai mendapat penanganan medis, lima korban selamat; Budi, Rahmad Hidayat, Nanda Syahputra, Abdul Aziz dan Izon dimintai keterangan oleh petugas Polairud di Mapolres Tanjungbalai. Beberapa jam setelah memberikan keterangan kepada petugas, salah seorang nelayan selamat menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba. Sementara mereka saat kejadian sedang tertidur lelap.

“Saat itu, kami sedang tertidur tiba-tiba kapal tugboat melanggar kapal kami, Sehingga kami terbangun dan langsung melompat ke laut,” katanya. Aziz melanjutkan, tim penyelamat baru tiba setelah sekira tiga puluh menit mereka mengapung di laut.

Kapolres Tanjung balai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK, Senin (19/9), menerangkan bahwa kapal penangkap kepiting (ketam) itu beranggotakan tujuh anak buah kapal dan satu orang nahkoda. Ia menyebutkan, tiga dari delapan nelayan tradisional penangkap kepiting itu dikabarkan hilang.

Tapi Senin (19/9) petang, tekong kapal bernama Kadi berhasil ditemukan. Namun dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara dua orang lagi Sambri dan Ucok hingga berita ini dinaikkan belum diketahui kabarnya. Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, kapal tugboat yang terlibat tubrukan dengan kapal nelayan digiring ke dermaga Belawan. Yang menanganinya Dinas Perhubungan Laut.

Ditemui terpisah, Kapos Basarnas Tanjungbalai-Asahan Zul Indra menerangkan akan melakukan pencarian hingga tiga hari ke depan. Dalam pencarian ini sebanyak 12 personil diturunkan, dibantu petugas Polairud dan Lanal Tanjungbalai-Asahan serta Posal Tanjung Berombang.

Sebelum dibawa ke rumah duka di Desa Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, jasad tekong kapal ikan Kadi sejumlah Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi melakukan proses identifikasi. (Kareem)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya