PANTAU NUSANTARA

Derap TNI POLRI

Nasional

Peristiwa

Video News

Dirut PDAM Tirtanadi menghadiri Seminar
 "langkah - langkah Percepatan Pembuatan Perda Penyertaan
Modal Penghapusan Hutang PDAM"
PANTER - MEDAN, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI akan menghapus utang di 107 PDAM di Indonesia sebesar Rp3,9 triliun, termasuk utang PDAM Tirtanadi Rp 185,120 miliar yang MoUnya ditandatangani di Kemenkeu Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi SumuT Sutedi Raharjo  pada seminar sehari "Langkah-Langkah Percepatan Pembuatan Perda Penyertaan Modal Penghapusan Utang PDAM Tirtanadi" di kantor PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (29/9/2016).

Seminar itu juga dihadiri Direktur Air Minum Delviyandri, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution, pembicara dari Anggota Komisi C DPRD Sumut Muhri Fauzi, Kejati Sumut dan Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Mujiono.

Sutedi mengatakan penghapusan itu skemanya berupa Penyertaan Hibah Daerah (PMD) pemerintah pusat kepada PDAM Tirtanadi.

Utang itu terjadi, kata Sutedi saat PDAM Tirtanadi membangun dengan pinjaman luar negeri (Loan Agreement nomor 1587-INO,3 Februari 1998) untuk pembiayaan MMUDP III sebesar 12,200 juta dolar AS untuk proyek pembangunan Instalasi Pipa Air (IPA) Limau Manis dengan kapasitas 500 liter/detik dan pengembangan jaringan pipa transmisi, distribusi dan pelanggan serta perjanjian pinjaman antara pemerintah dengan PDAM Tirta Deli untuk pembiayaan proyek pembangunan sarana air bersih PDAM Tirta Deli sebesar Rp9,093 miliar.

Jadi nilai piutang negara pada PDAM Tirtanadi per cut off date 30 Juni 2015 beserta penyesuaiannya untuk percepatan penyelesaian piutang utang negara yakni SLA pokok dan non pokok Rp161,575 miliar dan RDA pokok dan non pokok Rp23,544 miliar sehingga total Rp185,120 miliar.

Sutedi menyatakan penghapusan ini bukan hanya masalah uang saja tapi persyaratan administrasi yang harus dilengkapi dan diselesaikan dengan cepat dalam waktu tiga bulan ini dan Desember sudah selesai.

Pemprov Sumut dan PDAM Tirtanadi serius menyikapi penghapusan ini dan bersinergi dengan pimpinan DPRD Sumut.

"Penghapusan utang dapat mewujudkan neraca keuangan PDAM Tirtanadi menjadi sehat dan lebih fokus meningkatkan kapasitas, jumlah pelanggan dan kualitas air," tegasnya.

Menurut dia, penghapusan utang oleh pemerintah pusat dalam rangka target nasional 10 juta sambungan. Juga target 100-0-100 yakni 100 persen cakupan air, 0 persen sanitasi kumuh dan 100 persen perumahan sehat. Sutedi menambahkan saat ini cadangan air di Medan hanya tersisa 1.000 liter/detik. Sedangkan empat sungai yang ada di sini, sudah ada lebih dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) dibangun di sana seperti sungai Belawan di Sunggal ada IPA di atas dan satu lagi di bawah. Kalau kebutuhan 16.000-20.000 meter kubik per hari maka butuh 200 liter per detik setahun sehingga dalam 5 tahun sudah habis cadangan 1.000 liter/detik. Saat ini cakupun pelayanan masih 85 persen sehingga masih sulit untuk ikut berkontribusi dalam target nasional 10 juta sambungan.

Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi mengatakan prinsipnya DPRD Sumut mendukung penuh adanya penghapusan ITU, Meski sampai sekarang belum ada membahas tentang penghapusan utang, tapi mudah-mudahan minggu depan atau awal Oktober akan ada rapat dan membahas Perda ini lebih diprioritaskan DPRD Sumut pasti mendukung penghapusan utang Tirtanadi Rp185 miliar. Persoalannya masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui antara Pemprov Sumut dan DPRD Sumut.
"Dengan penghapusan ini, diharapkan kinerja PDAM makin meningkat,"kata Muhri Fauzi. (M.ir)

Sidang Roymando Mahasiswa sadis Pembunuh Dosennya
sendiri
PANTER – MEDAN, Dendam sering dimarahi dan diancam nilai jelek, Roymando Sah (20) tega menghabisi nyawa Nur Ain Lubis (63), dosennya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ironisnya, pembunuhan ini sudah lama direncanakan mahasiswa asal Padang sidimpuan itu.

Fakta ini terungkap saat Roymando didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (29/9) sore. Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Matias mengatakan pembunuhan yang menggemparkan ini terjadi di dalam kamar mandi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMSU, di Jalan Muchtar Basri Kecamatan Medan Timur, Senin 2 Mei 2016 sekira pukul 15.47 WIB lalu. Sejak bangun tidur di kontrakannya Jalan Tuasan Medan sekitar pukul 08.00 WIB, Roymando sudah terpikir untuk menghabisi nyawa Nur Ain Lubis. Niat itu sudah dia pendam karena dendam terhadap korban yang kerap memarahinya dan mengancam akan memberinya nilai jelek. Singkat cerita, sekira pukul 11.00 WIB sebelum berangkat ke kampus, Roymando mengambil pisau bergagang hijau bersarung dan satu martil. Alat-alat itu dia simpan di bawah jok sepeda motor Supra X 125 hitam miliknya.

Roymando pun berangkat menuju kampus dan memarkir sepeda motornya di parkiran kampus tsb. Dia lantas naik ke lantai 4 (empat) menuju ke ruang kuliah untuk mengikuti mata kuliah Hukum Dagang yang dibawa oleh korban pada pukul 13.00 WIB. Perkuliahan sedianya berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Namun, korban tak kunjung datang mengajar.

Pukul 14.15 WIB, Roymando keluar dari ruang kuliah dan langsung menuju parkiran sepeda motor. Di sana terdakwa lantas mengambil pisau yang sebelumnya dia simpan di bawah jok sepeda motor. Agar tak dicurigai, Roymando menyimpan pisau di saku celana sebelah kiri dan martil di saku sebelah kanan. Terdakwa juga mengambil topi biru di jok sepeda motor dan dia selipkan di saku celana belakang.

Terdakwa masuk kembali ke Gedung FKIP dan duduk di depan ruang dosen yang berada di lantai satu. Saat itulah Roymando melihat dosennya (Nur Ain) keluar dari ruang dosen dan masuk ke kamar mandi FKIP. Tiga menit berselang, Roymando mengikuti korban sambil memakai topi. Detik berikutnya, Roymando masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu dari dalam sembari menunggu korban keluar. Begitu korban keluar, Roymando langsung menghunus pisaunya dan menghujamkannya berkali-kali ke leher korban. (karem)

Mayat Nelayan Korban Cuaca Ekstrem dibawa Kerumah Duka
PANTER – SERGAI, Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara memakan korban. Seorang nelayan ditemukan tewas saat mencari udang. Mayatnya ditemukan kemarin pagi dengan posisi terbelit jaring.

Adalah Herman (47) nelayan na’as tersebut. Warga Dusun 2, Desa Ara Payung, Pantai Cermin Serdang Bedagai ini tetap saja memaksakan dirinya pergi ke tengah laut untuk menjaring udang. Padahal, Rabu (28/9) malam laut sedang tak ramah. Ombak tinggi. Angin kencang. Hujan pun cukup deras. Tak pelak, korban yang semula ingin menjaring udang malah terjerat jaring hingga mayatnya ditemukan pada Kamis (29/9) pukul 08.00 WIB.

Rabu itu bapak dua anak ini dijemput oleh temannya, Ahmad (51), Safari (36), dan Siman (33). Para tetangga ini mengajak korban menjaring langgai udang di Pantai Kuala Lama sekira pukul 17.30 WIB. “Kami pergi setelah diberikan izin sama istrinya,” terang Ahmad.

Mereka berempat pun menjaring udang di pinggir pantai. Namun, setelah pukul 21.00 WIB, korban menjaring makin ke tengah. Dia sama sekali tidak mendengarkan ajakan ketiga temannya untuk segera pulang. Pun, ajakan agar naik ke darat tak digubris korban.

“Malam hari itu memang cuaca buruk dan ombak besar disertai angin kencang di tengah laut. Kita lihat dari pancaran sinar senter yang ada di kepalanya. Sudah kita panggil, namun dia tidak mendengar. Kami langsung pulang,” jelas Ahmad.

Keluarga yang merasa curiga dengan tidak biasanya korban belum pulang hingga larut malam memutuskan untuk mencari. Bersama tetangga dan nelayan lainnya mereka mencari mulai pukul 22.30 WIB. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil. Herman baru ditemukan di perairan jermal berjarak 5 sampai 6 kilometer dari bibir Pantai Kuala Putri pada pukul 08.00 WIB, Kamis (29/9) dengan kondisi terjerat jaring langgai udang.


Kanit Reskrim Mapolsek Pantai Cermin Ipda Syamsul Bahri SE membenarkan penemuan mayat nelayan tersebut. “Mayat sudah kita bawa ke rumah duka dan sudah dikebumikan,” tegas Kanit Reskrim IPDA Syamsul Bahri. (rev)
PANTER – PANTAI LABU, Hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (28/9) malam, memporak-porandakan rumah di 6 desa Kecamatan Pantai Labu. Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Maruba Siregar adalah salah satu warga kurang beruntung. Rumahnya di Dusun IV Desa Durian ditimpa pohon bira-bira. Peristiwa terjadi ketika dia dan keluarganya sedang beristirahat. Beruntung pohon tidak sampai menimpa mereka. Kini keluarga tersebut harus mengungsi ke rumah family.

Kondisi lebih menyedihkan dialami Ponem Simbolon (35). Rumah berdinding tepas beratap rumbia berukuran 6x5 M2 miliknya di Dusun VII Desa Pematang Biara Kecamatan Pantai Labu, rata dengan tanah.

“Mulai angin kencang, kami sudah mengungsi ke rumah orangtua yang berjarak hanya puluhan meter dari rumahku. Sudah dua kali Dinas Sosial Deli Serdang memfoto rumah kami tapi sampai sekarang bedah rumah yang diagungkan tak pernah kami dapat,” ketus ayah dua anak ini.

Di Dusun III Desa Kelambir, beberapa atap rumah terbang disapu angin. Untuk Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu, sedikitnya 20 rumah rusak ringan. Sedangkan dua rumah masing-masing milik Muhammad Jabir (50) dan Rahim (33) di Dusun I Desa Rantau Panjang, rusak parah. Seluruh atap seng terbang diterpa angin.

Kepala Desa Rantau Panjang Muhammad Yusni menyebutkan, bantuan Muspika dan Pemkab Deli Serdang sudah diberikan. Untuk perbaikan, seluruh warga kerja secara gotong royong.
Untuk wilayah Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu, rumah permanen milik Jubir (33) di Dusun I Desa Bagan Serdang atap seng dapurnya juga disapu angin.

Berikutnya rumah milik Masriah (75) di Dusun I Desa Bagan Serdang juga rusak parah. Atap seng bagian tengah dan depan rumah diterbangkan angin. “Saat itu aku mau membaca surat yasin. Tiba-tiba angin kencang dan menerbangkan atap seng rumah kami. Aku terpaksa menumpang di rumah cucu dan anakku,” kenang Masriah. Situasi tak jauh beda juga dialami Farida (60), warga Dusun II Desa Bagan Serdang. Atap seng dapur rumahnya rusak parah.

Bergeser ke Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu 4, puluhan rumah juga rusak parah. Kepala Desa Sei Tuan, Parningotan Marbun menyebutkan rumah Riduan Siregar (35) dan Silitonga, nyaris tumbang diterpa angin kencang.

“Kedua rumah itu tidak layak huni, berdinding tepas dan beratap rumbia. Rumah semi permanen milik Marudut Manalu (35) tepasnya terbang. Sedangkan lokasi isi ulang air mineral milik mantan Kepala Desa Resman Sinurat atap sengnya terbang. Kita sudah buat laporan ke Kecamatan Pantai Labu dan akan ada bantuan bagi warga,” yakinnya. (AIZU)
PANTER | Asahan, Nasib Bripka S Sitanggang yang bertugas unit provos Polres Tanjung balai, Sabtu (30/9) akan ditetapkan apakah terbukti sebagai bandar narkoba atau tidak. Sementara rekannya Aipda Arianto Sinaga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Hal itu sesuai dengan pengakuan Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK MHum mengatakan, masih ada waktu selama 6 x 24 jam untuk menetapkan status dari personil unit provost Polres Tanjung balai tsb.
“Bripka SS masih belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses pemeriksaan. Soalnya, untuk kasus narkoba, masih ada kesempatan selama 6 x 24 jam untuk menentukan statusnya”, ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu
Bripka S Sitanggang bersama dengan rekannya Aipda Arianto Sinaga (38) diduga terlibat menjadi pengedar dan bandar narkoba sebagai hasil pengembangan dari penangkapan terhadap dua warga sipil yakni Syah Amri alias Si Am (43) dan Jeremia Surbakti alias Jerry (31) dari Cafe 99, Kota Tanjung balai, Jumat (23/9) lalu.
Keterlibatan Bripka S Sitanggang yang diduga sebagai bandar narkoba itu berawal dari tertangkapnya dua orang pria bernama Syah Amri dan Jeremia Surbakti alias Jery (31), Dimana keduanya ditangkap saat akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dengan Wira (buron) di Cafe 99, Kota Tanjung balai, Jumat (23/9) lalu. Dari kedua pelaku ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,45 gram dan 20,33 gram.
Saat dilakukan pemeriksaan, kedua pelaku mengaku mendapatkan barang terlarang tersebut dari oknum anggota polisi yakni Aipda Arianto yang hari itu juga, Aipda Arianto Sinaga yang bertugas di unit Reskrim Polres Tanjung balai itu langsung diamankan oleh petugas Polres Tanjung Balai, setelah mengamankan Aipda Arianto Sinaga, petugas melakukan penggeledahan terhadap kediaman dari Aipda Arianto Sinaga, dan berhasil ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu 0,40 gram serta peralatan untuk menggunakan barang haram tersebut. Atas adanya bukti-bukti tersebut, Aipda Arianto Sinaga akhirnya mengakui, bahwa barang haram itu diperolehnya dari Bripka S Sitanggang.
Sabtu (24/9), Bripka S Sitanggang yang bertugas di unit provost Polres Tanjung balai itu langsung diamankan guna menjalani pemeriksaan. 
Pada Hari Kamis (29/9) kemarin, telah dilakukan gelar perkara terkait dengan kasus narkoba yang melibatkan dua orang oknum personil kepolisian tersebut. Sayangnya, gelar perkara tersebut dilakukan secara tertutup, sehingga belum dapat diketahui hasilnya oleh pihak media.
Ahmad Sofwan mengenakan jaket putih abu - abu
disela - sela kegiatannya mensosialisasikan Program
ikhlashunniah melawan Narkoba 
Ahmad Sofwan, selaku kader GP ANSOR berkomentar terkait masalah keterlibatan 2 personel polisi dalam peredaran narkoba berjenis sabu tersebut "jujur saya miris membaca dan mendengar kasus tersebut, kita dari Gerakan Pemuda ANSOR di intruksikan untuk perang dengan Narkoba di semua jalur nasional, daerah hingga kedesa bahkan dusun - dusun, sehingga setiap kami para kader GP ANSOR harus berjuang tampa bantuan siapapun dalam mensosialisasikan gerakan Perang dengan Narkoba, sakit betul rasanya mendengar adanya keterlibatan oknum kepolisian ikut mendagangkan barang haram tsb”. pungkasnya
"ketegasan hukum dan kejelasan hukum itu harus ada terbuka dan selalu di publikasikan, jangan cuma penangkapan saja yang dipublikasikan oleh pihak kepolisian, saya sering melihat pihak - pihak tertentu hanya mengundang dan mengjak wartawan melakukan peliputan saat penangkapan, namun saat sidang terkait penangkapan kita tidak pernah tahu sehingga kita kurang jelas terkait masalah tersebut, entah semua yang ditangkap yang dicebloskan kepenjara, atau hanya sebagian, kalau proses sidangnya saja tidak dipublikasikan itulah bisa hadir istilah "tangkap lepas" karena terkait narkoba itu, bukan cuma pengguna, pengedar saja yang ditangkap, namun yang tahu juga dapat dikenakan sanksi atas sikap tidak pedulinya" saat ditanya harapannya kedepan.
"sejujurnya saya amat miris mendengar keterkaitan oknum kepolisian yang turut bermain dalam peredaran hal yang seperti itu, secara tidak langsung dia bukan hanya merusak citra nama instansi kepolisian yang sedang diperhatikan masyarakat langkah dan geraknya, tapi juga menanamkan ketidak percayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian kalau tidak dihukum sedalam - dalamnya, kurir sabu saja kenak hukum 5 tahunan keatas, gimana kok jaringan seperti itu, seharusnya menurut saya bukan cuma di penjara, tapi dihukum mati agar kami sebagai masyarakat tahu bahwa polisi juga bisa kena hokum mati kalau melakukan peredaran narkoba apa lagi mengendalikan peredarannya”. ucap Ahmad Sofwan selaku Kader Gerakan Pemuda ANSOR Nahdlatul Ulama. (Kareem)
PANTER | Tanjung Balai, Diduga terlibat menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu, dua orang oknum anggota Polresta Tanjung balai diamakan Sat Narkoba Polres Tanjung balai. terbongkarnya perbuatan kedua oknum polisi itu setelah Sat Narkoba Polres Tanjungbalai berhasil menangkap dua orang pria warga Jalan Putri Bungsu, Lingkungan IV, Kelurahan Tanjungbalai Kota IV, Kelurahan Tanjungbalai Utara dan Jery  (31) warga Jalan Sehat, Lingkungan II, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, saat bertransaksi sabu-sabu dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli disebuah cafe di Jalan Pahlawan, Jumat (23/9) dari kedua pelaku polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,45 gram dan 20,33 gram dari tangan kedua pelaku.

Setelah tertangkapnya kedua pengedar tersebut, selanjutnya petugas melakukan pengembangan terhadap pelaku. Saat diintrogasi mereka mengaku barang tersebut milik Jery. Setelah dilakukan introgasi terhadap Jery yang mengaku bahwa barang tersebut milik seorang anggota polisi, setelah oknum anggota polisi tersebut diamankan selanjutnya Petugas Kepolisian melakukan pengembangan dikediaman oknum anggota polisi tersebut diasrama Polisi Jalan Sudirman tepat dibelakang Polsek Tanjungbalai Selatan.

Dikediaman oknum anggota polisi tsb. petugas kepolisian dikediaman oknum tersebut, petugas Sat Narkoba menemukan barang bukti sabu seberat 0,40 gram serta sebuah bong kaca. Tak sampai di situ petugas lalu mengintrogasi oknum anggota tsb dan akhirnya menyatakan bahwa barang haram tsb juga milik seorang anggota kepolisian Bripka SS setelah mendapatkan informasi dari anggota tsb pihak petugas Sat Narkoba Melakukan menahanan terhadap Bripka SS.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK menlalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga membenarkan penangkapan kedua okmum polisi tersebut. Dikatakan Sinulingga, dari kedua oknum tersebuttelah ditetapkan sebagai tersangka.

 “Saat ini salah satu dari oknum tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedang yang satu lagi masih dalam penyelidikan,” kata Sinulingga.

Selanjutnya kata Sinulingga, atas perbuatan para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 sub pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terkait Masalah tersebut, Ahmad Sofwan berkomentar "Menimbang banyaknya kenakalan yang melanggar hukum yang total merusak citra kepolisian di Republik Indonesia ini, dari mulai yang merogoh kantong pengendara, hingga yang men fasilitasi orang berjualan sabu, saya secara pribadi berharap semoga POLRI, segera berbenah agar tidak ada lagi oknum - oknum kepolisian yang nakal, jahat dan perusak seperti itu, segeralah memperbaiki keseluruhan sikap, sifat dan tingkah anggota secara nyata agar masyarakat terayomi, teramankan, bukan hanya meningkatkan pencitraan seolah aktor politik saja" Pungkas Ahmad Sofwan yang notabenenya adalah Kader Gerakan Pemuda Ansor. (Kareem)

Sekda Kab labuhan batu membuka kegiatan Sosialisasi
Ikan Terubuk (Tenualosa Ilisha)
PANTER – LABUHAN BATU, Sekda kabupaten Labuhanbatu, Ali Usman Harahap atas nama Bupati membuka kegiatan sosialisasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 43/KEPMEN-KP/2016 Tanggal 02 Agustus 2016 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan terubuk (Tenualosa Ilisha).
Kegiatan Kamis (29/9/2016) di Aula PKK Kabupaten Labuhan batu Jalan Soepratman Rantau prapat ini turut dihadiri Kasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Mudatsir, Biro Hukum KKP Haryani, Kepala BPSPL Padang M Yusuf S dan yang mewakili Kepala DKPP Kabupaten Labuhanbatu Sofyan Ependy Harahap  (Kabid Kelautan). 
Ali mengatakan, ikan terubuk Kabupaten Labuhan batu memiliki sejarah sehingga oleh founding father menjadikannya salah satu unsur dalam lambang daerah menggambarkan identitas atau ciri khasnya.
Namun seiring meningkatnya populasi manusia dan peningkatan kebutuhan terhadap sumber daya hayati laut mengakibatkan menurunnya populasi ikan terubuk dimaksud, hal ini diprediksi antara lain akibat eksploitasi ikan terubuk secara berlebihan (Overfishing) Termasuk penyebabnya terjadinya pencemaran sungai dari limbah industri yang ada disekitar perairan sungai barumun.
 
Atas dasar pemikiran tersebut, pada tahun 2012 Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, tujuannya untuk melaaksanakan suatu kajian ataupun mengidentifikasi spesies dan lokasi pemijahan ikan terubuk di Kabupaten Labuhanbatu.

Ali Usman menjelaskan, bahwa dengan mempedomani peraturan yang berlaku, maka rekomendasi hasil identifikasi spesies dan lokasi pemijahan ikan terubuk di Kabupaten Labuhanbatu dimaksud telah kita tindak lanjuti dengan usulan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia supaya dapat mengeluarkan suatu peraturan dengan tujuan untuk pelestarian ikan terubuk di Kabupaten Labuhanbatu.
Usulan Pemkab Labuhanbatu dimaksud telah disahuti oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan setelah melalui berbagai proses maka telah diterbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan Nomor 43/KEPMEN-KP/2016 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa Ilisha), jelasnya.
Di sisi lain mantan Camat Bilah Hilir ini mengingatkan para nelayan untuk menahan diri saat musim bertelurnya ikan terubuk,. Kemudian nelayan harus ada semangat untuk bangkit, karena kesabaran akan mencapai kesuksesan.
“Nelayan harus bangkit dan harus menjaga sumber Mudatsir selaku nara sumber menjelaskan bahwa dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 43/KEPMEN-KP/2016 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan terubuk (Tenualosa Ilisha).
Ada poin tiga ada menetapkan bahwa larangan penangkapan ikan terubuk (tenualosa ilisha) saat pemijahan selama 6 (enam) hari saat peralihan bulan gelap ke bulan terang (tanggal 5 sampai dengan tanggal 10 kalender hijriah) pada bulan Januari sampai dengan bulan April setiap tahunnya.
Larangan penangkapan Ikan terubuk (Tenualosa Ilisha) saat pemijahan selama 6 (enam) hari saat peralihan bulan terang ke bulan gelap (tanggal 20 sampai dengan tanggal 25 bulan hijriah) pada bulan Janurai sampai dengan bulan April setiap tahunnya.
Kemudian pada poin keempat disebutkan, perlindungan terbatas untuk wilayah sebaran tertentu sebagaimana dimaksud diktum kedua yaitu sepanjang jalur ruaya pemijahan Ikan Terubuk di Daerah Aliran Sungai Barumun. Dengan peta sebagaimana tercantum dalam lampiran II dan titik kordinat sebagaimana tercantum dalam lampiran III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri.


Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat berpidato
 didepan ratusan prajurit.
PANTER – SIMALUNGUN, Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung menutup latihan Antar Kecabangan (Ancab) Batalyon Tim Pertempuran (BTP) Yonif 126/KC, Kamis (29/9/2016).

Penutupan dilaksanakan di Dusun Bohoan Nagori Dolok Marawa, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, mengusung tema "Batalyon Tim Pertempuran melaksanakan operasi militer selain perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”

Acara penutupan di area latihan prajurit seluas 8.140 hektar bernama Simtra (Simalungun Military Training Area) dihadiri sejumlah perwira jajaran Kodam I/BB serta pejabat Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Dalam penyampaiannya, Lodewyk Pusung mengatakan, latihan antar kecabangan yang diselenggarakan untuk keakraban antar prajurit lainnya. "Tujuan ancab ini agar kalian untuk saling kenal dengan satuan (prajurit) yang lain," katanya.

Latihan dilaksanakan selama 8 hari diikuti oleh sebanyak 854 personil yang terdiri dari prajurit bantuan tempur seperti Armed, Zipur, Kavleri, Arhanud dan prajurit Infanteri 126/KC serta prajurit jajaran Kodam.

Di sisi lain, ia juga membeberkan kesatuan yang menurutnya meraih hasil yang tidak maksimal. "Saya tidak tutup-tutupi, (hasil) yang jelek, saya bilang jelek," tegasnya

Dari satuan prajurit yang mengikuti, menurutnya pasukan Armed yang berhasil membidik target yang ditentukan. "Tepuk tangan buat Armed," katanya.


Selain prajurit, Pangdam juga memerintahkan agar Danrindam I/BB lebih memperhatikan pelatih prajurit. "Nanti Danrindam tatar lagi pelatihnya," tegasnya.
Bupati Sergei dalam kegiatan VLEP
PANTER – SERGEI,  Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Soekirman didaulat memimpin delegasi Indonesia oleh Deputi 7 Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK RI) untuk membahas permasalahan penanggulangan kemiskinan pada Forum Konferensi 4th Asean+3 Village Leaders Exchange Programme (VLEP) yang diselenggarakan oleh International Poverty Reduction Center in China (IPRCC) yang berlangsung sejak tanggal 18-24 September di Hotel Shanghai, China.

Agenda utama dari konferensi ini adalah membahas perkembangan sekaligus bertukar informasi seputar program yang sudah dikerjakan oleh masing-masing Negara, dalam mengentaskan kemiskinan di daerahnya terutama inovasi pemerintah dalam memajukan perekonomian desa.
Hal ini dikemukakan Bupati Sergai Soekirman melalui Kabag Humas Setdakab Benny Saragih, di ruang kerjanya di Kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Selasa (20/9/2016).

Dalam forum tersebut, Soekirman sebagai delegasi dari Indonesia untuk permasalahan di Indonesia Bagian Barat berkesempatan memaparkan strategi dan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mensukseskan program pengentasan kemiskinan. Ini mulai dari program PNMP-Mandiri Pedesaaan yang saat ini dilanjutkan dengan program Alokasi Dana Desa (ADD) dan didukung regulasi melalui Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Tema tersebut dituangkan dalam pembahasan mengenai membangun desa sebagai pusat pembangunan ekonomi daerah untuk pengentasan kemiskinan (Building a Village as a Center of Regional Economy Development for Poverty Reduction),” jelas Benny.

Delegasi dari Indonesia lainnya yakni dari mitra Kemenko PMK, Koordinator program Strategic Alliance for Poverty Alleviation (SAPA) Kemenko Kesra Fakhrulsyah Mega dan delegasi dari wilayah Indonesia Timur adalah Muliadi Prayitno dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir bersama Bupati Sergai, Koordinator Daerah SAPA Sergai Kominta Sari Purba.

Di Kabupaten Sergai sendiri, menurut Benny sebagai salah satu lokasi inti daerah sasaran program SAPA telah melaksanakan berbagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam hal ini, Pemkab telah memfokuskan berbagai kebijakan maupun program dalam beberapa kluster. Salah satu kluster tersebut adalah program percepatan penanggulangan kemiskinan yang bersinergi dengan program-program Kemenko Kesra.

Usai memberikan pemaparannya dihadapan 76 peserta konferensi yang berasal dari 13 negara ini, Bupati Sergai bertukar cenderamata dengan perwakilan dari Asian Development Bank dan IPRCC serta Mr. Armyn Bauer sebagai co sponsor dari 4th VLEP. 10 negara yang ikut dalam konferensi ini merupakan negara ASEAN ditambah 3 negara yakni China, Jepang dan Korea.

Selain bertukar informasi mengenai program dan succes story masing-masing negara, para delegasi negara ASEAN termasuk Bupati Soekirman akan tinggal di desa sekitar Shanghai untuk melihat langsung dan belajar pengalaman masyarakat dan lembaga desa di sana. Ini kemudian dijadikan sebagai bahan komparasi dan pembelajaran bagi masyarakat di Sergai. (aasof)
Nurlela br Nasution  terpaksa di tahan akibat
melakukan penipuan dari satu daerah ke daerah
lain
PANTER – BATUBARA, Kehidupan yang semakin sulit dan usaha yang semakin menipis menyebabkan Nurlela br Nasution berfikir pendek untuk mendapatkan uang hingga melakukan Penipuan, Dalam aksinya Melakukan penipuan Nurlela br Nasution yang sudah berusia 64 tahun ini menggunakan tiga nama samaran, yakni Siti Aisyah, Fatimah dan Ernis, dengan tiga nama itu, Nurlela sudah melanglang buana ke sejumlah daerah. Misinya satu, menipu lalu ambil uangnya.

Selama melancarkan aksinya, Nurlela selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. 
Aksi Nurlela kandas setelah tak berapa lama tinggal di Gang Perjuangan, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Batubara. Nurlela akhirnya ditangkap Selasa (27/9), sore sekira pukul 15.00 WIB.

Nurlela diamankan setelah korbannya bernama Neni Sri Wahyuni (40), seorang PNS, warga Lingkungan VII, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Batubara, melaporkan aksi pelaku ke Polsek Indrapura. Modus pelaku  yakni dengan cara menawarkan berbagai jenis barang-barang yang telah dilelang dengan meminta uang pembayaran di depan. Akan tetapi barang-barang yang dijanjikan sebenarnya tidak ada. Lalu, pelaku menawarkan uang pinjaman dari usaha uang titipan, dengan meminta uang administrasi, akan tetapi uang pinjaman yang dijanjikam juga tidak ada diberikan.

Dari tangan tersangka Nurlela, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 8.063.000, tiga unit handphone, 10 buku tabungan berbagai bank, dua lembar ATM BRI dan Bank Mandiri, kalung dan cincin imitasi serta tas sandang.


Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Paur Subbag Humas Bag Ops Polres Batubara Aiptu Saidi dan Kapolsek Indrapura AKP Soedaryanto, Rabu (28/9) mengungkapkan, bahwa Nurlela merupakan pelaku penipuan antar daerah yang selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat.



“Sudah banyak korbanny, dalam menjalankan aksinya, selain menggunakan identitas asli, tersangka Nurlela juga menggunakan ID Card dengan nama samaran yakni; atas nama Siti Aisyah, Fatimah dan Ernis,” sebut Kapolsek Indrapura AKP Soedaryanto, tanpa merinci nama-nama korbannya. (M.ir)

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum)
 Kejati Sumut Bobbi Sandri
PANTER – MEDAN,  KEJATI SUMUT belum menerima berkas perkara milik Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan dari penyidik Poldasu, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar, setelah berkas perkara dinyatakan belum lengkap atau P-19.

“Setelah kami kembalikan, belum ada. Berkas dikembalikan polisi lagi ke kami. Jadi kami tunggu sajalah,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Bobbi Sandri, Selasa (27/9).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah materi penyidikan yang harus dilengkapi penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut. Kini, Kejati Sumut menunggu berkas dilengkapi sebelum dinyatakan berkas perkara lengkap atau P-21. “Jaksa peneliti di Kejati Sumut, diketahui berkas masih kurang lengkap sehingga di P-19. Berkas masih kurang lengkap baik dari syarat formal dan materil. Secara umum, formal meliputi administrasi pada berkas dan materil, meliputi isi berkas terkait unsur pasal yang disangkakan penyidik, dan meliputi keterangan saksi,” jelas Bobbi.

SPDP itu, disampaikan oleh Penyidik Subdit 2 Dit Reskrimum Polda Sumut pada 9 Juni 2016. Kemudian, disinggung jika berkas berstatus lengkap atau P-21, apakah Kejati Sumut akan melakukan penahanan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan? Bobbi belum bisa banyak berkomentar. “Kami tunggu kebijakan (Jaksa Penuntut Umum) nanti. Tahap pertama belum, masih menunggu,” jelasnya.
Ramadhan Pohan sewaktu Di POLDA SU.

Dalam berkas SPDP ini, pihak Polda Sumut juga menetapkan Savita Linda Hora Panjaitan yang diketuai sebagai relawan bagian keuangan pada tim Ramadhan Pohan-Eddy Kusuma, saat bertarung pada Pilkada Kota Medan 2015 lalu. “Dalam satu SPDP ini, ada dua tersangka, yakni Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora,” jelasnya.

Bobbi menjelaskan, kedua tersangka itu, diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan serta turut melakukan perbuatan, dan turut membantu melakukan kejahatan. “Dengan itu, keduanya dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 Pasal 55 1e KUHPidana,” bebernya.

Dengan itu, Pidana Umum (Pidum) Kejati Sumut, sudah menunjuk tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk memantau perkembangan kasus yang dilaporkan LHH Sianipar, yang mengadu pada 13 Maret 2016 lalu ke Polda Sumut, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan, yang dilakukan mantan anggota DPR RI itu. “Kejati Sumut telah memerintahkan Tim Jaksa Penuntut Umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tersebut,” pungkasnya. (kareem)

BUNGA, gadis yang menjadi budak sek ayah kandungnya
sendiri.
PANTER – MEDAN, Siswo Siswanto (48), ayah yang tega menjadikan anak kandungnya BUNGA (20) sebagai budak sex sejak kelas 1 SMP, Parahnya, hasil hubungan sedarah yang sudah berlangsung kurang lebih tujuh tahun itu telah melahirkan 2 bayi dari hasil hubungan gelap tersebut. Akhirnya, perbuatan biadab itu terbongkar setelah warga curiga siapa ayah dari anak yang dilahirkan Bunga, Rabu (28/9) sore itu warga sekitar terkejut mendengar Bunga pulang dari klinik dan telah melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki. Para tetangga curiga dengan kelahiran anak Bunga tanpa suami sehingga menjadi buah bibir pembicaraan para tetangga, Tetangga yang curiga dengan kelahiran anak Bunga tersebut mencoba menanyai siapa ayah dari bayi yang dilahirkannya.

Dengan kondisi masih lemas dan rasa takut, Bunga menceritakan kepada tetangga ayah dari anak yang dilahirkannya Siswo Siswanto (48) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Mendengar ceritanya warga setempat emosi melihat tingkah yang dilakukan ayah kandung Bunga tsb. Sore itu juga, suasana di rumah Bunga mulai ramai didatangi para tetangga, ibu kandung Bunga, Hus (45) yang baru pulang bekerja sebagai cleaning servis di salah satu perumahan membenarkan pengakuan anak kandungnya sehingga membuat emosi warga setempat, rupanya Siswo Siswanto sudah mengetahui bahwa warga sudah mencium tingkah lakunya selama ini terhadap anaknya, dia memilih mengamankan diri dengan pergi ketempat kerjanya sebagai satpam.

Dengan terbongkarnya aib sedarah itu, Bunga tampak pasrah dengan musibah yang menimpanya. Tapi, anak nomor 2 dari 5 bersaudara ini masih ada rasa kasihan dengan ayah kandungnya, Siswo.
"Kenapa semu  bisa  tahu semua, aku jadi malu dan kasihan sama ayah," ungkap Bunga dengan nada pasrah di rumahnya.

Bahkan, Bunga yang tampak pasrah sambil meniduri bayinya yang masih berusia 4 hari, tampak kesal terbongkarnya aib sedarah tersebut. "Mak, kenapa semua tahu, aku jadi malu," katanya lagi.
Dijelaskan Hus dia tak ada bermaksud membuka aib terkait hal tsb, hanya saja tetangga mengetahui dengan sendirinya. "Tak ada mamak kasih tahu, tetangga tahu sendiri. Jangan salahkan mamak," kata Hus di rumahnya.

HUS, ibu Kandung Bunga.
Hus mengaku, selama ini anaknya tak ingin hal itu terbongkar. Karena, Bunga masih kasihan melihat adik – adiknya yang masih kecil mengetahui perbuatan ayah kandung mereka. "Si Bunga, dia kasihan lihat adik nya dan bapaknya, makanya dia tak mau orang tahu," ucap Hus.

Bahkan, Bunga tetap menutupi aib itu karena tak sanggup melihat ayahnya menanggung akibat dari perbuatan yang telah dilakukannnya. "Dia gak tega lihat bapaknya kalau ditangkap, makanya dia kadang pasrah tapi sedih melihat bapaknya. Makanya saya pun bingung," ungkap ibu anak 5 ini.
"Selama anak saya hamil anak pertama dari suami saya, tak ada satupun yang mengetahui, perutnya selalu saya tutup pakai kain dan tak pernah keluar rumah," tambah Hus.

Setelah Bunga tamat sekolah, kehamilannya pun semakin membesar. Lalu, Hus pun membawa Bunga ke klinik untuk melahirkan. Lalu, bayi itu diserahkan Hus kepada bibinya yang tak lain adik kandung dari ayahnya. "Cucu saya itu sudah berusia setahun lebih, jenis kelaminnya wanita dan bernama Aisah Marnisari. Sekarang dirawat sama bibi saya, karena mereka tak punya anak," ungkap Hus.

Setelah Bunga melahirkan anak pertama dari hubungan gelap dengan ayah kandungnya. Ternyata tak hanya sampai di situ, Siswo malah ketagihan tetap ingin meniduri anak kandungnya, Di sela-sela Bunga yang sudah bekerja di pabrik mabel dan ingin kuliah, Siswo ketagihan ingin meniduri anak kandungnya. Hubungan sedarah itu pun kembali dilakukan Siswo kepada Bunga hingga mengandung anak ke-2, Aib itu kembali ditutupi Hus kepada keluarga dan tetangga. "Saya bingung dan takut, padahal keluarga dari suami saya sempat bilang pisahkan anak saya dari suami. Tapi, saya tak bisa berbuat apa - apa sehingga anak saya bisa dihamili suami saya lagi," kata Hus.

Di rumahnya, Bunga tampak diam dan murung dengan musibah yang dialaminya. Dengan kondisi lemas, Bunga tak mau banyak bicara dan seakan kesal atas aib yang dialaminya terbongkar dengan diketahui orang banyak hingga masalah itu ke kantor polisi.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Yasir Ahmadi dikonfirmasi mengatakan, laporan korban sudah diterima dan akan diproses. "Bila unsur sudah lengkap, akan segera kita tangkap pelakunya," katanya. (AIZU)


Panter Wajo.Peringatan hari  ulang tahun korpri ke 45 pada bulan oktober  yang akan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten wajo,maka pemerintah kecamatan belawa telah merapatkan  bersama  pada tanggal,17 september 2016 di Aula kantor kecamatan Belawa,dihadiri kepala sekolah,Lurah dan semua unit kerja atau PNS se kecamatan Belawa,maka disepakati  partisipasi bagi  PNS menyetor sebesar Rp.100.000,(seratus ribu rupiah)disetor ke bendahara  gaji(  Suryadi,S.Sos).
Namun tanpa  ada pemberitahuan lagi menurut salah satu PNS yang namanya tidak mau di mediakan  ,yaitu ada tambahan lagi yang harus di setor senilai Rp.225.000,jadi total Rp.325.000 yang harus kami setor ke bendahara gaji serentak pada oktober nanti, untuk perayaan ulang tahun korpri ke 45,uang tambahan tersebut katanya untuk pembelian baju training dan topi,tapi ini kami merasa berat sekali dan kami juga sudah telpon ke kecamatan lain,dan tidak ada yang melaksanakan seperti itu harus setor uang banyak seperti kita,karena mereka sudah anggarkan meman katanya,apa lagi kami hanya  pegawai kecil,yang seratus ribu tidak apa itu kita maklumi aja,tapi ada tambahan itu berat bagi kami,ungkap salah satu pegawai PNS berinisial (F) di kecamatan Belawa.
Penulis:A.Ns
Editor:Mukhlis

Panter Wajo.Kebakaran pasar sentral yang sempat membuat panik para pedagang dan warga sekitar ,pada selasa 27/09/2016 jam 06.00 wita,inilah yang ingin diperjelas oleh beberapa  media  yang tergabung untuk mendapatkan data  akurat tepat dan seimbang   dengan konfirmasi langsung bersama  ketua forum bersama koalisi  pedagang,penjual pusat perbelanjaan  pasar sentral sengkang(FBKPASS)H.Rafi.
Menurut H.Rafi Padu,meman pedagang harus mematikan semua listriknya sebelum pulang,atau menurungkan kilometer listriknya,dan ternyata petugas ronda kami itu yang  lima orang pertama mendapati ada kebakaran salah satu los penjual kain dan pakaian jadi milik H.Tajuddin,masih dalam keadaan menyala seperti kipas angin dan lampu ,tanpa pikir panjang karena melihat titik api menyala ,petugas ronda langsung bertindak cepat memadamkan api menggunakan Racun Api sebanyak 15 buah tabung dari 50 tabung racun apai  yang meman disiap siagakan,dan anggota yang lain menghubungi pihak lain dan berwajib,dan pengakuan  pedagang meman lupa mematikan listrik.
Lebih lanjut H.Rafi menambahkan, bahwa meman penyebabnya arus pendek listrik, dan sudah di cek oleh polisi olah TKP,kalau kerugian sebetulnya dari pihak pedagang tidak banyak karena hanya beberapa yang terbakar,kalau penafsiran saya ada 10% kalau dirupiahkan berkisar Rp.3.500.000,kalau modal seluruh barang meman berkisar 50 juta rupiah tapi itu tidak terbakar semua.
Sejak pengelolaan  diserahkan ke FBKPASS pasar sentral sengkang sudah ada perubahan ,dana yang masuk  dari swadaya pedagang sama dengan dana sewaktu pasar sentral dulu  sebelum   pasar sentral   terbakar hebat  pada tahun lalu ,tetapi dana habis entah kemana,dan sejak dipegang oleh forum,kita sudah nampatkan perubahan dari dana swadaya pedagang, kita belikan racun api 50 buah,CCTV 36 buah ,Genset listrik 2 ,Bor air ada 6 titik,pembangunan pos satpam dan penambahan keamanan,dulu hanya  2 satpam ,perlu diketahui inilah dana yang kita tarik dari pedagang sebesar Rp.3000 dan untuk pungutan meman  sudah ada sejak 25 tahun lalu  di pasar sentral sejak  dibangun,untuk bayar kebersihan dan Satpam,lebihnya kita sisihkan untuk membeli keperluan umum untuk pasar sentral dan tidak asal  beli ini dirapatkan bersama forum dan semua pedagang,inilah perbedaan pengelolaan pasar sentral   sengkang karena ada kejelasan dibandingkan tahun kemarin,Jelas H.Rafi.
Penulis:Lis/Tim
Editor:Mukhlis
PANTER – Tanjung Balai, 50 personel Satuan Polisi Pamong Prajaa (Satpol PP) mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) pengendalian massa. Latihan tsb bertujuan membentuk sosok Sat Pol – PP handal, ulet dan berdedikasi tinggi, berwawasan serta berpengetahuan.
Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH dalam amanatnya yang disampaiakan Sekretaris Daerah Drs Abdi Nusa saat membuka kegiatan Diklat Pengendalian Massa di Aula Gedung IPHI mengatakan, personel Satpol PP harus handal, ulet dan berwawasan.
Dikatakan Abdinusa, sesuai Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan, keberadaan Satpol PP berperan membantu Kepala Daerah dan keputusan Kepala Daearah serta penyelenggaraan ketertiban umum dan keterentaraman masyarakat.
Di samping itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2010 tentang Satpol PP dinyatakan bahwa kedudukan Satpol PP adalah, pertama sebagai perangkat pemerintah daerah, kedua struktur organisasi, wewenang, hak, tugas dan kewajiban Satpol PP ditetapkan dengan peraturan daerah.
Ditambahkan Abdi Nusa, dalam konteks itu diperlukan upaya peningkatan kesiagaan Satpol PP dalam rangka efektivitas, implementasi konsep dan korelasi ketenteraman dan ketertiban umum, serta penegakan Perda yang berdampak langsung pada kelancaran dan peningkatan fungsi-fungsi pemerintahan.

Sebelumnya, Kasatpol PP Haykal Akmal melaporkan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi personil Satpol PP Kota Tanjungbalai berkaitan dengan tugas dan fungsinya dalam menegakkan Perda dan keputusan kepala Daerah. (aasof)
M. Yusuf, TKI yang menjadi kurir sabu di ponis bersalah dan dijatuhi
hukuman 15 Tahun penjara dengan denda Rp 10 Miliar
PANTER – ASAHAN, Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Kabupaten Asahan memvonis TKI yang baru pulang dari Malaysia menjadi kurir sabu – sabu 15 tahun penjara. Terdakwa yang diketahui warga Dusun Kubu Raya Desa Meunasah Tengoh, Kecamatan Pandarah, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh naik kapal tongkang dengan jumlah penumpang 50 orang menuju Tanjung balai. Terdakwa diketahui membawa sabu-sabu seberat 922,40 gram.

Dalam putusannya, majelis hakim diketuai Arsul Hidayat, hakim anggota Boy Aswin Aulia dan Nelly Andriani, dan Panitera M Hasibuan menyatakan, terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana dalam dakwaan subsider melanggar pasal 112 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan agenda sidang putusan di PN Kisaran, Senin (26/9/2016). Majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan primer melanggar pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009. Sebelumnya tersangka didakwa dengan dakwaan subsidaritas dengan tuntutan 18 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M Yusuf dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 10 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka digantikan dengan pidana selama 6 bulan,” kata Arsul membacakan putusan.

Setelah menjatuhkan vonis, kemudian Arsul mempertanyakan tanggapan kepada terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sabri Fitriansyah Marbun, dengan memberikan pilihan terima, pikir-pikir atau banding. Atas putusan tersebut terdakwa menyatakan-pikir pikir.

Yusuf ditangkap pada Selasa (5/1/2016) sekitar pukul 18.25 WIB oleh Intel Kodim 0208/Asahan di Jalan Lintas Teluk Nibung Bagan Asahan Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima intel Kodim 0208/Asahan pada pukul 13.00 WIB. Dalam laporan itu disebutkan mengenai adanya kapal tongkang yang membawa 50 orang TKI dari Malaysia menuju Tanjung Balai. Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan yang membuahkan hasil dengan dilakukan penyergapan terhadap terdakwa yang saat itu dicurigai membawa sabu-sabu dengan berat lebih kurang 1 kg. Ketika itu dia tengah menunggu jemputan di Jalan Lintas Teluk Nibung Bagan Asahan Sei Apung menuju kampung halamannya di Kabupaten Bireun, Aceh. Setelah itu tersangka dilimpahkan pihak Kodim ke pihak Badan Narkotika Nasioanal (BNN) Kabupaten Asahan untuk proses lebih lanjut hingga berakhir di PN Kisaran dan divonis hukuman selama 15 tahun penjara, karena bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. (aasof)

PANTER – MEDAN, Syahril dan Hendi PNS yang bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu sekaligus Bandar Sabu yang akhirnya ditangkap Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Senin (26/9). Dari tangan mereka, polisi menyita peralatan dan masing-masing sabu seberat 0,2 gram.

Penangkapan kedua PNS itu berkat pengembangan dari penangkapan sabu sebelumnya. Polisi lalu melakukan penyamaran untuk melakukan penangkapan. Yang akhirnya polisi berhasil menangkap Syahril di Jalan Raden Saleh Medan, saat akan pergi ke kantor, dari hasil penangkapan ditemukan 0,2 gram sabu. Lalu, polisi kembali melakukan pengembangan dan menangkap Hendi di salah satu pusat perbelanjaan Palladium Plaza. Dari tangan Hendi, polisi menyita peralatan dan sabu seberat 0,2 gram.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Try Setyadi Artono mengatakan, penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan dari beberapa tersangka, yang sebelumnya mengaku membeli sabu dari Syahril dan Endi.

"PNS ini ditangkap hasil pengembangan dan setelah diperiksa keduanya ditetapkan sebagai pemakai sekaligus pengedar sabu," katanya, kemarin.

AKBP Try Setyadi Artono menjelaskan, dari kedua tersangka pihaknya mengamankan 0,4 grma sabu. Selain itu telah melayangkan surat ke Pemprovsu terkait penangkapan dan pemeriksaan serta penahanan kedua tersangka. "Keduanya kita jerat pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun," jelas Tri Setyadi.

Selain mengamankan kedua oknum PNS tersebut, pihaknya juga menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), NS alias Nuni (40) warga Pasar 4 Barat, Gang Ratem, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dengan barang bukti sabu seberat 1/2 Kg. "Pengakuan tersangka sabu ini milik suaminya bernama Abadi Indra alias Romo. karena terlibat maka tersangka kita tahan juga," ungkap Tri Setyadi.

Selain itu, polisi juga mengamankan Irwan alias Cenil dan Agus alias Adun warga Jalan Pancing, Lingkungan IV, Gang Manggis, Kelurahan Besar, Medan Labuhan. "Jadi kelima tersangka kita tangkap dari tempat dan waktu berbeda dalam satu minggu terakhir ini. Semuanya pengedar sekaligus pengguna narkoba," jelasnya. Sementara, Syahril dan Endi saat dimintai komentar, enggan bicara. "Aku cuma make, gak ngedar," katanya. (M.ir)

7 Begal yang berhasil ditangkap oleh POLSEKTA MEDAN BARU dan SARESKRIM POLTABES MEDAN
PANTER - MEDAN, Polsekta Medan Baru dan Satreskrim Polrestabes Medan ringkus tujuh begal yaitu Jimmy Prawira (24), Rahman Efendi (18), Arif Zulfi Husni (19), Nanang (20) Rafik (20), Raka (20) dan Suek (16). Akibat aksi mereka dua korban dinyatakan meninggal dunia, yakni Helen (43) warga Jalan Labu, Medan dan Endang Sulastri Sihombing yang merupakan PHL Polsekta Medan Baru.
Mulanya, empat pelaku berhasil diamankan oleh Pihak Kepolisian, yaitu : Jimmy Prawira (24) warga Jalan Kelambir V, Rahman Efendi (18) warga Jalan Besar Medan-Binjai Km 12, Arif Zulfi Husni (19) warga Jalan Gaperta Ujung, Gang Cempaka, Lingkungan 3, Medan Helvetia dan Nanang (20) warga Sukadono, Helvetia. dari penangkapan empat pelaku tsb, Pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus, Penyidikan mereka membuahkan hasil. Di antaranya, Rafik (20), Raka (20) dan Suek (16) yang menetap di Jalan Zainul Arifin, Kampung Kubur.
"Pelaku ini cukup meresahkan. Selama ini mereka telah menggangu ketentraman di Kota Medan. Akibat aksi mereka, dua korban meninggal dunia, meski tidak di TKP langsung. Tapi, tetap jadi korban aksi mereka," ujar Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto (Kapolrestabes Medan).
Mardiaz menjelaskan, dua korban yang meninggal dunia setelah dirampok di lokasi berbeda di Jalan Gajah Mada, hari Jumat (2/9) lalu. Ceritanya, korban Helen hendak pulang dari Jalan Ringroad menumpangi angkutan umum. Sesampainya di Jalan Gajah Mada, korban turun dari angkot. Tak lama kemudian, pelaku Jimmy dan Arif Zulfi menggunakan sepeda motor, berusaha menarik tas korban. Sempat terjadi tarik – menarik tas yang akhirnya korban kalah tenaga, sempat mendapatkan perawatan di RS Martha Friska.
Korban kedua, Endang yang menumpangi becak bermotor bersama ibunya, Farma, dari Helvetia menuju Kampung Lalang. Di Jalan Gatot Subroto, persisnya depan Markas Kodam I/BB, tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku Jimmy dan Rahman Efendi dengan mengendarai sepeda motor yang kemudian merampas tas korban.
Akibatnya perbuatan mereka korban terjatuh yang kemudian dilarikan ke RS Elisabet Medan lalu meninggal dunia. Mardiaz menambahkan, kedua korban yang sempat kritis dan akhirnya tewas ini. Tujuh orang pelaku ini, saling berkaitan. Mereka ini Kelompok Begal," sambung Mardiaz.
Hasil interogasi sementara kepada pelaku, Mardiaz menyebut, kalau para tersangka sudah melancarkan aksinya di 43 lokasi berbeda. Menurut Mardiaz, 16 lokasi diantaranya masuk ke wilayah hukum Polsekta Medan Baru.
Menurut Mardiaz, Tim Anti Begal yang telah dibentuk telah berulang kali melakukan pengintai terhadap para pelaku. Namun, kelihaian mereka membuat beberapa tersangka lolos dari sergapan."Penyelidik kami, sudah berkali-kali mengintai. Tapi mereka lihai. Jadi baru saat ini tertangkap," ujar Mardiaz.
Dari tujuh tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit sepeda motor Hond CBR, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, dua potong baju kaos, satu buah jaket, satu potong kemeja, satu unit TV LCD 17 inci merek LG, empat buah tas, lima buah telepon genggam, dua buah sajam jenis samurai, satu buah dompet, satu buah memory card, satu buah kartu ATM BCA dan satu buah jam tangan. Akibat ulahnya, para pelaku disangkakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (kareem)

Labels

Adv artikel bali Banten bisnis Bogor budaya daearh daerah daetah depok Depok derap dewan Featured fenomena fokus gayahidup Headline Hiburan hukum Humas Polda Kaltim investigasi iptek Irian Jaya jabodetabek Jakarta Jawa Barat jawatengah jawatimur Jokowi Kalimantan kaporli Kebersihan kesehatan KPU kriminal kulener kuliner lampung lantik LPII luarnegeri mahasiswa Market masyarakat miskin membangun menteri Metro mitos MSDC Nahdlatul Ulama Nariyahan Nariyahan Nusantara nasional nelayan nias Nur'azizah obat olahraga opini ott Pajak Paluta papua pasar kemiri pdip PDRM Pekanbaru Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan pembunuhan pemerintah pemilu Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas perbaungan peristiwa peristuwa perkelahian anggota DPRD perkelahian anggota DPRD Riau perkemi Pertamina pertanian Perusahaan listrik negara pidana pilkada pinggir PKB pkk Pks pln PLTA Batangtoru pm malaysia PMII PN Medan PN Siantar PNS polisi peduli politik Polres Polres Balikpapan Polres Nias Polres_sidempuan Polresta polrestabes_medan polrestapekanbaru polri Polsek Air Batu polsekskppekanbaru ponorogo ppwi pradi supriatna Presiden prestasi probolinggo profile PT PLN PT_KAI purwakarta rahmansyah_putra_sirait RAPP redaksi Redia Frisna Rista regional Rei renungan Repdem Riau rizal efendy rokan rupiah samarinda samosir sampah depok samsat depok satlantas polres asahan Satma_pp sekda_provsu seleb sepakbola serang serbada sergei Sertijab Sholawatan Siak Siantar Sidoarjo sijunjung Silo Laut simalungun sinabung siswa Slawi solo soroako sosial sosialisasi sukabumi sulawesi sumut Surakarta Susanto Suwandi tamanlalulintas tanggerang tanjung balai tapteng Tasimin tebing tinggi tegal tipikor Tips tmmd tni depok fokus tokoh tokohpemudaaceh trawas Tumpas video Wajo wakapolri walikota depok Wisata

Epaper

Total Pageviews