» » » Tersangka Baru Korupsi Dana Sosialisasi Pilkada Depok Belum di Tetapkan Kejari Kota Depok

Tersangka Baru Korupsi Dana Sosialisasi Pilkada Depok Belum di Tetapkan Kejari Kota Depok

Penulis By on 23 August 2016 | No comments

Depok -  Kejaksaan Negeri Depok membidik sejumlah tersangka baru dalam dugaan kasus ‎ korupsi dana sosialisasi Pilkada 2015. Pengusutan perkara terus dilakukan setelah Kejari Depok menahan‎ Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) KPUD Depok Fajri Asrigita Fadillah.
"Akan dikembangkan lagi," kata Kepala Kejari Depok Yudha Purnawan Sudijanto saat dihubungi "PANTER", Sabtu, 23 April 2016.
Pengembangan dilakukan karena perkara penyalahgunaan dana iklan tersebut melibatkan sejumlah pihak. Namun, Yudha enggan membeberkan pihak mana saja yang dibidik Korps Adhiyaksa. Pengusutan terus dilakukan setelah Kejari Depok menahan Fajri Asrigita Fadillah di Rutan Depok, Cilodong, Jumat, 22 April 2016. Yudha menuturkan, upaya paksa tersebut dilakukan guna menghindari tersangka melarikan diri
Sepekan sebelumnya, Fajri ditetapkan sebagai tersangka. "Dua alat bukti sudah dapat, ekpose sudah, baru ditetapkan sebagai tersangka," ujar Yudha. Ihwal terjeratnya tersangka diawali temuan kerugian negara senilai Rp 800 juta dalam audit dana anggaran. Sedangkan total dana sosialisasi mencapai Rp 2,2 miliar. Kucuran fulus itu dialokasikan bagi kegiatan debat terbuka di dua stasiun televisi dan ikla di media cetak serta online. Tersangka diduga menggelontorkan dana tak sesuai dengan RAB. Sejumah saksi telah diperiksa Kejari Depok guna mengungkap kongkalikong penggunaan uang rakyat tersebut.
Agensi iklan Big Daddy selaku pemenang proyek sosialisi Pilkada KPUD Depok turut ditelisik. "Itu kita dalami," ucap Yudha.
Selain kasus korupsi sosialisasi di KPUD Depok, Kejari Depok juga telah menahan Direktur PT Kebangkitan Armand Kesatria, Viktor J.T Mandajo dalam dugaan korupsi korupsi pembangunan jembatan utama Terminal Jatijajar‎ pada Kamis (14/4/2016).‎ Dugaan korupsi yang dilakukan kontraktor tersebut membuat pembangunan terminal mangkrak. Saat itu,‎ Yudha Purnawan menegaskan, segera merampungkan berkas perkara Viktor. "Dalam waktu dekat dilimpah ke penuntutan," ujarnya.
Yudha menuturkan, PT Kebangkitan Armand Kesatria tak memenuhi komitmennya membangun jembatan Terminal Jatijajar Depok.
"Uang muka diambil proyek digeletakkin begitu saja," ucapnya. Tak ayal, Korps Adhiyaksa menetapkan Viktor sebagai tersangka sekitar Selasa (12/4/2016). Akibat praktik lancung tersebut, kerugian negara mencapai Rp 1,1 miliar.

Pada Kamis, 14 April 2016, Kejari pun menahan Viktor. Upaya paksa dilakukan karena tersangka tak kooperatif.‎***
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya