Top Ad 728x90

11 August 2016

,

Masyarakat Bagan Asahan, Menemukan Dugaan Kecurangan pemilihan kepala desa



PANTER | TBA , Aksi Masyarakat Tanjung Balai Asahan di depan Bupati Asahan lokasi aksi : 1. pemdes (Jl.Supratman Kisaran), 2. kantor bupati : Jl. Jend. Sudirman No. 5, Kisaran, 3. kantor DPRD : Jl. Ahmad Yani no.1 kisaran yang dikomandani Muhammad Irwan dengan Rakyat Gerakan Aku Geram Dan Anti Korupsi Republik Indonesia Kabupaten Asahan, Sumatera Utara di depan Kantr Kabupaten Asahan

Dalam Orasinya Koordinator Ahmad Sofwan menyatakan sikap masyarakt yang mendukung gerakan aksi demo di depan BupatiAsahan  dengan Pernyataan sikapnya :

Salam Pergerakan.. 
Dalam perjalanan berbangsa dan bernegara Desa adalah kekuatan sakral yang langsung bersangkut paut dengan masyarakat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, hingga tampuk kepemimpinan desa harus mutlak dipimpin berdasarkan keinginan dan kemauan masyarakat yang berada didesa tersebut agar tercipta sebuah kerja sama antar pemimpin desa (Kepala Desa) dengan masyarakat hingga memiliki kekondusipan dalam menjalankan kepemimpinan.

Namun sepanjang perjalanan saat sekarang desa menjadi sarana yang dijadikan ajang permainan oleh oknum – oknum yang tak bertanggung jawab, hingga kemurnian dan kesucian sistem demokrasi desa total dikangkangi oleh pihak – pihak tertentu termasuk Panitia pemilihan kepala desa.

Maka sudah selayaknya untuk pemuda, masyarakat dan seluruh element mempertanyakan posisi Badan Pemerintahan Desa (BPD) yang hari ini kami nilai berkerja sama dalam berusaha mematahkan kandidat calon kepala desa yang sesuai dengan kriteria dan keinginan masyarakat.

Melirik kasus di Desa Bagan Asahan terkait adanya intrik untuk menjegal kandidat yang diinginkan masyarakat, penuh dengan intrik dan manipulasi bahkan konkalikong yang cendrung merugikan pihak masyarakat sekitar, dengan adanya jajaran Panitia pelaksana pemilu yang notabenenya sudah cendrung malakukan hal – hal yang merusak sistem demokrasi di desa. Antara lain adanya jajaran panitia yang cendrung tidak memiliki kapasitas yang baik dan sesuai dengan paragraf 2 Pasal 9 tentang pembentukan panitia pemilihan pilkades bait ke (2). Tidak adanya pengambilan sumpah dan janji panitia pemilihan kepala desa total melanggar paragraf 2 Pasal 9 tentang pembentukan panitia pemilihan pilkades bait ke (7).
Berdasarkan pengakuan masyarakat bagan Asahan Ada salah satu kandidat yang diduga berat terlibat narkoba bahkan sudah terjadi penggrebekan oleh pihak kepolisian dan BNN namun tetap juga dilepaskan meskipun ada oknum yang ditangkap terlibat narkoba. Ini melanggar BAB V Bagian Pertama tentang Persaratan pasal 28 hurup L dan M. Juga bukan rahasia umum bahwa desa Bagan Asahan kantor kepala desanyapun masih menumpang dan banyak kasus lagi yang diduga melibatkan beberapa oknum calon kepala desa.

Juga terjadi pelanggaran di Pasal 36. Di Pasal 42 ayat 1 Menyatakan “Dalam hal calon kepala desa yang memenuhi persaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 lebih dari 5 (lima) orang, panitia pemilihan melakukan seleksi tambahan dengan menggunakan kriteria, pengalaman, kerja dilembaga pemerintahan, tingkat pendidikan, usia dan persaratan lain”. Bahkan tidak ada sedikitpun sosialisasi dan pemberitahuan terkait pemilihan kepala desa di Bagan Asahan kecamtan tanjung balai Kab. Asahan – sumut.

Maka dari itu kami dari element masyarakat meminta : 

1. Tinjau ulang kandidat – kandidat yang terpilih menjadi calon kepala Desa Bagan Asahan. Karena kami menilai ada intrik yang dilakukan oleh panitia pemilihan kepala Desa Bagan Asahan, yang cendrung menggagalkan kandidat yang memiliki potensi untuk mencerdaskan, memperbaiki dan membina serta mengayomi masyarakat Desa Bagan Asahan.

2. Segera bubarkan panitia pelaksana pemilihan kepala Desa Bagan Asahan, karena cendrung membodoh – bodohi masyarakat, mengkangkangi demokrasi masyarakat desa Bagan Asahan. Dan cendrung menentukan kandidat tidak sesuai dengan Peraturan dan undang – undang.

3. Pihak Badan Pemerintahan Desa dan BPD Kab. Asahan jangan suka berpartisifasi untuk membodoh – bodohi masyarakat sehingga menyakiti masyarakat dalam menentukan kandidat yang akan bertarung menjadi kepala desa.

4. Mundur segera BPD Kab. Asahan dan Panitia Kabupaten karena kami menilai sudah tidak independent dan penuh dengan penyelewengan terkait pemilihan kepala desa serentak se – Kab. Asahan.

5. Meminta Bupati Asahan dan Wakil Bupati Asahan segera mengintruksikan untuk membubarkan panitia Desa dan kabupaten yang cendrung tidak lagi independent.

Demikian tuntutan ini kami sampaikan, apa bila tidak segera direalisasikan maka masyarakat tidak bertanggung jawab atas setiap kejadian dilapangan karena sudah melakukan laporan terlampir yang sudah ditanda tangani masyarakat sebanyak 530 orang, Untuk menjaga masyarakat kami turun atas rasa cinta dan kasih terhadap rakyat

Kembalikan martabat demokrasi yang sudah dianggap penuh keburukan oleh masyarakat. Jangan tumbalkan rakyat demi keinginan dan kehendak pribadi. Apa bila tidak maka rakyat akan bangun dan melawan penindas yang semakin lama semakin menggila.

Salam Revolusi

 **Pemerintahan Kabupaten Asahan, berilah contoh yang baik kepada masyarakat dan dengarkan keluhan masyarakat yang belum kenyang di sekolahan sehingga begitu gampang di bodohi, Mau di bawa kemana generasi anak bangsa ini kedepan. Semoga di hati pimpinan kami masih ada hati yang bersih dan pikiran yang sehat. (Kontributor TBA ) Mas IR)

0 komentar:

Top Ad 728x90