DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » Dihadang Parang, Penertiban IMB Nyaris Bentrok Di Balikpapan


PANAS: Puluhan warga ikut membantu Hj Nur Aini (jilbab biru) berdebat dengan petugas Satpol PP yang akan melakukan pembongkaran. Foto atas, anggota keluarga berjaga-jaga dengan  senjata tajam dan balok kayu. (ANGGI PRADHITA/KP)
PANTER | BALIKPAPAN - Sebanyak 150 personel dikerahkan untuk menggusur dua bangunan yang diklaim tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Jalan Marsma Iswahyudi Nomor 340 RT 01 Kelurahan Sepinggan Raya, kemarin pagi (3/8). Namun pasukan yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri beserta alat berat kembali ditarik mundur demi menjaga kondusivitas.
Pasalnya, pemilik rumah beserta kuasa hukum ngotot bahwa Satpol PP tak punya hak membongkar dua petak rumah milik Nur Aini di atas lahan 5,5 hektare tersebut. Dalam sekejap puluhan warga ikut membela. Beberapa anggota keluarga Nur Aini bahkan sudah menyiapkan parang dan balok kayu sambil berjaga di depan rumah.
“Berani sentuh rumah saya, pertumpahan darah di sini,” teriak salah seorang anggota keluarga. “Ini pasti ada oknum yang menunggangi,” kata yang lain. Sempat terjadi cekcok sebelum akhirnya pasukan ditarik mundur.    
Menanggapi hal tersebut, Kasatpol PP Freddy Pasaribu mengatakan, masalah sengketa lahan antara ahli waris dengan PT Trans Studio bukan merupakan kewenangan Satpol PP. Adapun tujuan kedatangan untuk menegakkan Perda bangunan liar tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ia menjelaskan, kedua bangunan tersebut tidak memiliki IMB. Surat teguran pun sudah dilayangkan berkali- kali sebelum rencana penertiban kemarin.
“Kalau memang punya IMB tunjukkan. Kalau ahli waris menyangkal tidak pernah menerima surat dari sebelumnya, tidak benar. Kami sudah kirim namun mungkin surat kami ditolak pendiri bangunan," paparnya.
Kabag Ops Polres Balikpapan Kompol Supriyanto mengatakan, agar suasana antar personel dan masyarakat tetap kondusif, seluruh personel diminta mundur. Penertiban, kata dia, menunggu waktu yang tepat untuk kelancaran kegiatan.
"Ini win-win solutionbagi personel dan masyarakat. Kalau untuk kepemilikan senjata tajam, selama masih di area rumah tidak masalah. Asal tidak dibawa ke tempat umum atau niat jahat. Kalau kedapatan akan kami proses," tutupnya.

SIAP URUS IMB
Kuasa hukum Hj Nur Aini, Mulyati, keberatan atas tindakan arogansi Satpol PP yang ingin membongkar bangunan milik kliennya. Keberatan itu ia sampaikan kepada Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Balikpapan. “Iya, nanti kami cek lagi,” ucap Rizal singkat sembari meninggalkan Mulyati yang didampingi oleh anak dari Hj Siti Nur Aini, Andri. 
Mulyati beralasan, dasar hukum pembongkaran tidaklah kuat. Hanya Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal rumah Hj Siti Nur Aini sudah berdiri sejak tahun 1974. Jauh sebelum Perda itu dibuat. “Kalau masalahnya IMB, klien kami siap untuk membuatnya,” tegas perempuan berkerudung itu.
Sebelum mengurus IMB tersebut, Mulyati menerangkan ketua Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan telah menyurati kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan untuk menindaklanjuti Putusan PN Balikpapan No. 39/Pdt.G/2008/PN.Bpp tanggal 5 Agustus 2009. Isi dari putusan itu membatalkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 19 atas nama Tuan Amat Noor dengan luas 55.083 M2, yang kini dikuasai oleh PT Trans Studio Balikpapan.
Putusan itu juga menegaskan bahwa tanah tersebut milik para ahli waris. “Sekarang sedang berproses di BPN. Jadi kalau mau mengurus IMB, tunggu selesai dulu surat itu. Jadi penegakan perda tidak berlaku bagi klien saya,” tegasnya.  *sumber http://kaltim.prokal.co/read/news/274554-diadang-parang-penertiban-imb-nyaris-bentrok/1)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Ppwi Kota Depok

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6