Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » Akibat dari Masalah Pribadi kondisi Tanjung Balai Asahan Mencekam
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER  | Asahan , Tanjung Balai Asahan yang selama ini kota kerang dimana masyarakatnya cukup tinggi tingkat toleransi apalagi dimana diketahui TBA merupakan pintu gerbang kelautan anatara Indonesia Malaysia, (Teluk Nibung dan Portklang Malaysia) adalah kota yang kondusif bagi warganya.
Perbedaan anatara warga pendatang, keturunan tionghoa serta asli melayu sudah tidak ada lagi apalagi tokoh, tokoh pemuda seperti abi besoek yang juga keturunan sering tampil  dan selalu menjaga kerukunan di masyarakat TBA , tapi kali ini lain halnya dengan warga yang mungkin entah apa yang membuatnya jadi malapetaka yang berakibat bagi warga keturunan lainnya.
Menjalankan ibadah, yang biasanya tidak merupakan soal sebab sudah terpisahkan antara daerah dan jarak agar tidak adanya rasa terganggu, namun kali ini kerukunan beragama di kota ini tiba-tiba terusik oleh warga keturunan tionghoa yang merasa terganggu pengeras suara adzan pada Jum’at malam (29/7/2016).
Kota Tanjungbalai Sumut mencekam, dilaporkan enam vihara di Tanjungbalai dibakar warga. Amukan massa itu disulut sikap kurang toleran dari seorang warga terhadap warga lain yang melaksanakan ibadah.
Seperti diberitakan kontributor Pantau Terkini Tanjung Balai Asahan ,pemicu ini disebabkan seorang ibu yang berulah seperti tidak senang adanya suara azan itu  adalah, Herlina (46), istri dari Hong Tui warga Jalan Karya, Kelurahan Tanjungbalai 1, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, yang disebut-sebut sebagai pemicu pembakaran Kelenteng, rumah ibadah warga Tionghoa di Tanjungbalai, Jumat malam hingga Sabtu dinihari (30/7/2016).
Keterangan lanjut yang diperoleh Panter saudara Herlina adalah seorang ibu 3(tiga) anak itu, Awal dari petaka marahnya massa muslim yang telah berani memaki seorang imam masjid yang sedang mengumandangkan adzan diwaktu Shalat Isa di masjid Al Maksum Jl.Karya Tanjungbalai tepatnya di depan rumahnya Herlina .
Panjang cerita sebahagian warga yang melihat gelagat Herlina merasa tidak terima dan akibatnya massa melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah warga keturunan tionghoa yang keberatan dengan suara azan tersebut. 
Tanpa pikir panjang akibat tersulutnya amarah massa warga semakin bertambah dan menjadi anarkis lalu menjalar membakar tempat peribadatan warga yang lain termasuk  3 vihara dan 6 klenteng di Kota Tanjungbalai dibakar.
Pihak Polres Tanjungbalai tidak dapat berbuat banyak karena jumlah massa yang terus bertambah. Bahkan dari segala penjuru bercampur baur. (Yasin Akbar/Irwan/Dj)

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments