Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » Tak Terpengaruh Fatwa MUI KSP Pandawa Mandiri Grup Depok Tetap Menjalankan aktifitas
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER | Depok, Tetap menjalankan aktifitasnya walaupun telah diterbitkan fatwa MUI kota Depok dalam wawancaranya salah satu pengurus KSP Pandawa Mandiri Grup, Erly mengaku, tidak terpengaruh dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Kota Depok tersebut. 
 “Sebelum ada pencabutan izin dari yang berwenang (Kemenkop dan UKM) kami KSP Pandawa Mandiri Grup akan terus menjalankan aktifitas kami. 
Mengenai haram atau tidaknya itu urusan kami dengan Tuhan,” Tegas Erly.

Erly tetap beranggapan bahwa aktifitas KSP Pandawa itu jauh dari praktik riba. Karena menurutnya yang dilakukan oleh KSP Pandawa adalah bagi hasil kepada anggota bukan riba. 

“Kalau yang dipermasalahkan itu bunganya yang sepuluh persen, kita kan sudah bilang dari awal kalau itu kebijakan pemilik untuk membagi keuntungan dengan anggota, bukan bunga,” tambah Erly.

Sempat disinggung mengenai perizinannya di Kemenkop dan UKM RI, Erly mengatakan tidak ada masalah dengan kementerian tersebut karena dirinya percaya bahwa KSP Pandawa tetap berjalan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Dan mengenai RAT dirinya juga mengatakan sudah diberikan sejak bulan April kemarin kepada Kemenkop.

Sayangnya ketika ditanya mekanisme dana tersebut dialiri kemana, wanita yang dikethui adik dari pemilik KSP.Pandawa Nuryanto ini tak menjawab.

Walaupun sebelumnya, Ketua MUI Kota Depok, KH Ahmad Dimyati Badruzaman menegaskan, dalam surat Keputusan Fatwa MUI Kota Depok Nomor 01/SK/MUI/Dpk/VI/2016, ditegaskan KSP Pandawa Mandiri merupakan koperasi yang berkedok pengelola dana investasi yang melakukan prakteknya dengan mencatut pemuka agama Islam.

Sebelumnya Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Depok melakukan penelitian sesuai SOP. Dimyati menjelaskan, atas kajian dan penelitian yang dilakukan MUI Depok tersebut, memutuskan bahwa KSP Pandawa Mandiri Group haram karena ada unsur praktek riba.

”KSP Pandawa bukan lembaga keuangan syariah yang berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional. Praktek yang dilakukan KSP Pandawa pun tidak dibenarkan dalam lembaga keuangan syariah,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam prakteknya KSP Pandawa mencatut sejumlah nama ustad, guna meyakinkan warga jika prakteknya sesuai dengan syariat Islam.

”Akad-akad yang dilakukan dengan sejumlah investor merupakan akad yang rusak (fasid) mengandung unsur riba, tidak transparan (gharar) dan rawan penipuan,” tuturnya.

Atas dasar tersebut dan bukti-bukti yang mendukung, maka MUI Depok menyatakan secara tegas jika KSP Pandawa adalah haram

”Masyarakat Depok kini tak perlu resah karena fatwa MUI yang sudah dikeluarkan. Jadi tidak perlu bertanya-tanya lagi. Secara tegas menyebutkan jika KSP Pandawa dalam menjalankan prakteknya adalah haram dan tidak sesuai dengan syariat Islam,” ucap Dimyati.

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments