DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » Sulastri, Oknum Anggota DPRD Riau Diduga Melakukan Penipuan


PANTER | Pekanbaru – Sulastri, oknum anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Propinsi Riau dilaporkan ke Polda Riau, diduga melakukan penipuan/penggelapan. Sulastri anggota DPRD dari Daerah pemilihan kabupaten Indragiri Hilir berasal dari Partai Golkar. - Kronologisnya, Hanif Ahdi Fiddi (33) melaporkan Anggota DPRD Propinsi Riau ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Riau (26 Juni-2016). Pelaku Sulastri memesan alat kesehatan kepada PT. Hematech Nusantara senilai Rp. 345 lebih, tanggal 11 April 2011.

36 jenis alat kesehatan dikirim langsung oleh PT. Hematech Nusantara ke Rumah Sakit Indra Hospital (red. rumah sakit milik pelaku) beralamat Jl. Trimas 77 kabupeten Indragiri Hilir. 

Pegawai PT. Hematech Nusantara menangih bon kepada pelaku, namun hingga kini Sulastri selalu menghindar. Maka pihak Perusahaan melaporkan hal ini ke Polda Riau telah terjadi Penipuan atau penggelapan.

Sebagaimana diketahui publik bahwa para anggota legislatif yang duduk di DPR dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah banyak menadapat sorotan masyarakat karena perilaku kriminal yang mereka lakukan. Tidak sedikit yang terjerak kasus korupsi, juga merambah ke kasus penipuan, penggelapan, dan pencurian. Selai itu, begitu banyak terungkap kejahatan seksual dan pemerkosaan hingga yang lebih ringan, perselingkuhan yang melanda kebanyakan anggota wakil rakyat terhormat itu. 

Pada akhirnya, masyarakat juga yang akan menanggung kerugian dari semua polah tingkah kriminal para anggota dewan yang mereka pilih itu. Uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak dan penghasilan negara lainnya habis ludes tandas dijadikan bancakan para bandit berdasi di DPR. Untuk kasus penipuan dan penggelapan serta kejahatan seksual umumnya langsung berdampak pada kerugian materil dan moril di pihak orang per orang yang terkait bisnis dengan oknum anggota dewan. 

Untuk itu, disarankan kepada seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada, berhati-hatilah dalam menjalin komunikasi dan kerjasama bisnis dengan anggota dewan. Kebanyakan mereka itu adalah penipu. (didi) sumberberita http://www.pewarta-indonesia.com 
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6