Sepasang Remaja di Blitar Nekad Lakukan Aborsi

PANTER | BLITAR – Sepasang kekasih, yakni Fernando Gais Firnes, 16 tahun, warga kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dan Reva Nurdiana Dewi, 18 tahun, warga desa Jeblok, Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, nekat melakukan aborsi bayi hasil buah cinta tReva Nurdiana Dewi, 18 tahun, warga desa Jeblok, Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, nekat melakukan aborsi bayi hasil buah cinta tlarang mereka.

Fernando yang juga kelas 2 SMK 1 Kota Blitar, kini diseret ke ruang pemeriksaan Mapolres Blitar, guna dimintai keterangan. Dihadapan petugas Polres Blitar, dia mengaku nekat melakukan aborsi bayi yang dikandung kekasihnya, karena merasa takut dan malu.

Menurut Fernando, dia bersama kekasihnya melakukan aborsi dengan cara minum minuman bersoda yang dicampur dengan jus nanas. Selang tiga jam kemudian, janin yang baru berumur empat bulan yang dikandung Reva keluar. Kemudian janin tersebut dikuburkan di samping rumah Reva, desa Jeblok Kevamatan Talun Kabupaten Blitar, saat kondisi rumah sepi.

“Setelah Reva minum minuman bersoda bercampar dengan Jus Nanas, jarak tiga jam janin yang dikandungnya keluar,” jelas Fernando kepada wartawan.

Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Ngadiman Rahyudi saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, aborsi yang dilakukan oleh sepasang kekasih ini, menurut pengakuan tersangka dilakukan sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain. Mereka melakukan hubungan suami istri atas dasar suka sama suka, yang dilakukan pada bulan Juli 2012 yang lalu.

“Perbuatan suami istri tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka oleh sepasang kekasih tersebut,” ungkap Ngadiman.

Sementara Reva kekasih Fernando, masih dalam kondisi pendarahan di ruang bersalin Rymah Sakit Ngudi Waluyo, Wlingi Blitar. Oleh pihak keluarga dan Rumah sakit, Reva untuk sementara dilarang dimintai keterangan dan diambil gambarnya oleh para wartawan.

Di tempat terpisah, dokter Didik, dokter Kandungan yang merawat Reva mengatakan, kondisi pasien sekarang masih kritis dan trauma. Selain itu pasien Reva juga mengalami pendarahan yang cukup parah pada bagian kemaluannya. Pendarahan tersebut akibat dari adanya sisa ari-ari yang masih tertinggal di rahim pasien. 

“kondisi pasien masih kretis dan mengalami pendarhan. Rencananya pasien akan dicuret guna mengeluarkan sisa ari-ari yang masih berada di rahim pasien,” kata Didik.

Kini Fernando masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang Unit Pengaduan Perempuan dan Anak. Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, sepasang kekasih tersebut akan dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2009, tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dibawah Umur, serta jika memungkinkan akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (FJR) sumber berita : http://www.pewarta-indonesia.com

Post a Comment

Post a Comment