Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Liputan Langsung

» » » Lokakarya Sosialisasi Dan Identifikasi Masalah Rujukan Lintas Batas Program EMAS
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Panter  WajoLokakarya sosialisasi dan identifikasi masalah rujukan lintas batas yang diadakan oleh program EMAS pada  selasa ,26 juli 2016 di Glory salah satu rumah makan di kota sengkang,dihadiri  2 mentor sekretaris dinkes Gowa Armyn dan Kasie Prencanaan RSUD Labuang Baji,PLT EMAS dr.Nurdin perdana,DTL EMAS Eka,dengan tujuan mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan rujukan lintas  batas pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir .
Dalam Penyelamatan ibu bersalin dan bayi baru lahir mempunyai beberapa tantangan,salah satu diantaranya adalah kondisi kegawatdaruratan ibu hami lyang memerlukan rujukan ke faskes yang lebih tinggi sedangkan jarak dari puskesmas lebih dekat dari rumah sakit lintas kabupaten daripada ke rumah sakit daerah di kabupatennya sendiri,rujukan kegawatdaruratan  seperti ini terkendala oleh mekanisme rujukan ,sistem administrasi dan komunikasi yang belum berjalan dengan baik,serta mekanisme dan ketersediaan pembiayaan antar fasilitas kesehatan dan  antar daerah.

Sebagai langkah awal maka dilaksanakan pertemuan dengan tim mentor perjanjian kerjasama lintas batas,tim EMAS dan pihak-pihak terkait untuk mendiskusikan langkah-langkah teknis yang mereka  tempuh untuk menyusun perjanjian pedoman teknis sistem rujukan  kegawatdaruratan ibu dan bayi baru melahirkan lintas batas,yang dimaksud  pihak-pihak  terkait lainnya disini  adalah dinas kesehatan  dan RSUD Kabupaten soppeng,Dinas kesehatan RSUD Kab.Bone,Dinas kesehatan RSUD kab.Sidrap,Dinas kesehatan RSUD Kota Pare-Pare.

Menjawab semua itu DTL Program EMAS Kab.Wajo Eka kepada media online pantau terkini.com,tujuan lokakarya adalah memperkuat  fungsi  layanan fasilitas kesehatan terutama sistem rujukan kegawatdaruratan sebatas administrasi  kabupaten wajo yang pada saat ini kita berbatasan empat(4) kabupaten,sering kita merujuk  ke kabupaten soppeng,kabupaten Bone,kabupaten sidrap dan pare-pare,secara administrasi dan aturan yang sebenarnya untuk merujuk itu harus ke faskes 1 baru ke IPB terkadang ada masalah dalam kegawatdaruratan dengan adanya perjanjian kerjasama lintas batas ini boleh ketingkat atas atau merujuk ke RSUD Maddukelleng pada kondisi-kondisi tertentu inilah yang kita atur pada perjanjian kerjasama  untuk memudahkan masyarakat .

Lebih lanjut Eka Menjelaskan perjanjian kerjasama ini kita akan mencantumkan nomor-nomor kontak  yang bisa dihubungi  untuk memudahkan ,jadi tidak lagi  harus ke Lamaddukelleng dulu baru kembali ,cukup melalui hp ,ini yang akan kita atur pada susunan  perjanjian lintas batas ,kegiatan ini tidak satu hari ini saja kita laksanakan ,tapi ada rangkaiankegiatan-kegiatan untuk mefinalisasi kegiatan perjanjian kerjasama,jelas EKA”
PT-Arief Rahman
Editor:Mukhlis

About Berita Terkini

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments