Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP

Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung

» » » Daniel Rumbiak: Mahasiswa Harus Sikapi Persoalan Papua dengan Bijak
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER | Manado – Merespon adanya pemberitaan di media bahwa akan ada aksi demo damai Mahasiswa Papua se-Jawa Bali pada tanggal 14 Juli mendatang, menurut salah satu senior Mahasiswa Papua di Sulut Daniel Harold Rumbiak, seharusnya sebagai Mahasiswa memiliki pola pandang yang baik. “Saya mengajak kita bersama untuk menyikapi persoalan di Tanah Papua dengan bijak. Sudah banyak saudara-saudari kita menjadi korban dalam perjuangan Papua untuk memisahkam diri dari NKRI. Ideologi tidak bisa dipaksakan karena merupakan kata hati masing-masing, dan seharusnya kita sebagai manusia yang dibekali akal sehat dan nurani oleh Tuhan bisa memilih mana yang harus diikuti dan mana yang tidak. Tujuan kami ke Sulawesi Utara tidak ada yang lain kecuali belajar,” ungkap Daniel.

Jadi, menurut Daniel, kita Mahasiswa merupakan aset penting bagi Papua, jangan menjadi korban selanjutnya. Kita perlu tahu bersama bahwa Papua membutuhkan calon-calon pemimpin yang berintelektual tinggi untuk membangun Papua.

Oleh sebab itu, para mahasiswa harus pandai menyikapi fenomena pemberitaan di media, lebih baik fokus belajar, menuntut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk membangun Papua agar bisa lebih baik dari sekarang. “Kita semua tahu bahwa musuh kita sebenarnya adalah ketertinggalan di bidang pendidikan dan kemiskinan secara ekonomi. Yang seharusnya kita perjuangkan adalah memerdekakan Papua dari kebodohan dan kemiskinan dan jangan terjebak propaganda bohong pihak organisasi ilegal yang tidak diakui oleh NKRI,” ujarnya serius.

Saya lebih mendukung, lanjut Daniel, jika kita mahasiswa yang ada di Papua dan luar Papua, melakukan aksi Demo yang menyangkut kesejahteraan bagi rakyat Papua, bukan meminta memisahkan diri dari Indonesia.

Mengakhiri pembicaraanya, Daniel berharap agar pihak Pemerintah Pusat juga mengawasi dana Otsus yang seharusnya dialokasikan untuk beasiswa bagi anak-anak Papua, agar dana tersebut tepat sasaran sehingga bisa memotivasi semangat menuntut ilmu ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi mereka, jika memang Pemerintah menginginkan memiliki sumber daya manusia Papua yang bisa diandalkan untuk membangun Papua.

“Jangan ada lagi pihak yang mengkorupsi dana pendidikan bagi anak-anak Papua. Permudah proses bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan beasiswa dan pendidikan gratis, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Papua itu kita, Papua itu kau dan aku,” pungkas Daniel mengakhiri pembicaraan. (AL)

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments