DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » MIRIS NASIB KAKEK TUA RENTA DI CALEKO TIDAK DIPERHATIKAN APARATUR WAJO

PanTer | Wajo , Selasa (14/06/2916) Pada bulan  Suci Ramadhan 1437 H sebagai wujud kepedulian  terhadap sesama  PERSATUAN PEWARTA  WARGA INDONESIA (PPWI) Giat turun membagikan sembako gratis kepada fakir  miskin dalam bakti sosial ini PPWI Wajo bekerjasama dengan YAYASAN BHAKTI PERSADA WAJO,Sebelumnya telah dibentuk tim survei terdiri pelajar SMK,Mahasiswa dan wartawan.

Ada tiga kecamatan yang  telah masuk dalam target penemuan warga miskin yang masih memang perlu untuk di berikan batuan atau santunan,

Dalam acara bakti sosial yang berupa santunan ini ada  beberapa  donatur yang ikut serta kegiatan ini di  antaranya   ,PPWI,SMK PERSADA Wajo, BEM  AKBID PERSADA Wajo  dan Dosen,

Di kecamatan sabbangparu Dusun   caleko  Desa Wage yang merupakan sasaran pertama kegitan bakti sosial ini,  menemukan warga  pendatang asal Malaysia bernama Bado seorang kakek lansia yang diperkirakan berumur 60 tahun,

Kakek Bado hidup sebatang kara dan tinggal di sebuah gubuk yang berukuran sangatlah kecil dengan pekerjaan sehari-hari merawat kebun orang lain (menggarap) dengan menanam berbagai macam sayur mayur yang  dapat menghasilkan uang untuk biaya kebutuhan sehari-harinya.
Kadangkalanya kakek Bado  mengharap belas kasih dari pemberian orang, Disamping menanam usia kakek bado sudah terlalu rentang dapat digolongkan sebagai lansia, " apalah yang bisa saya kerja nak"  ungkap kake Bado kepada wartawan Panter .

Panjang cerita ditanyakanlah  apaselama ini ada bantuan dari pemerintah daerah atau pusat kepada kakek Bado oleh tim Panter Wajo jawabnya " Tidak ada " dengan alasan dirinya  tidak memiliki KTP atau identitas apapun, jadi malang benar kakek bado walaupun adanya bantuan hibah seperti raskin atau bantuan lainnya tidak didapatkannya.

Kakek Bado sudah menetap 3 (tiga) tahun di desa ini, Entah berfikiran dari mana sang kakek ini (Bado) menanggalkan hidupnya dan menumpukanharapan didesa ini " hidup saya setelah merantau ke Malaysia bersama istri dan akhirnya istri juga meninggal disana (Malaysia)  dan sayangnya kakek Bado tidak mempunyai anak, hanya di kampung ini kakek Bado masih mempunyai family (Saudara).

Ironisnya pernah ada aparat pemerintah desa datang  meninjau pondok kakek Bado hanya sekedar meninjau tanpa adanya belas kasihan dan dengan alasan lagi-lagi " tidak ada keterangan domisili KTP" yang meenyebabkan kakek Bado tidak bisa dibantu,

Sangatlah di sayangkan aparatur seperti yang  diungkapkan kakek Bado yang memang tidak diperhatikan oleh pemerintah daera atau pemerintah desa tersebut kalau memang tidak ada identitas apapun hendaknya ditolong dan diarahkan apalagi dibuatkan keterangan karena kondisi yang tua renta kakek BADO serta tidak adanya uang untuk melaporkan diri ke penguasa daerah seperti RT atau kantor Desa itulah yang di ungkapkan sang kakek kepada Pewarta Pantau Terkini.

Hingga berita ini di turunkan belum ada pihak dinas terkait  merasa bertanggungjawab atas kakek Bado yang pada intinya tidak ada rasa kepedulian dinas sosial(pemerintah)  atas warga negara yang butuh perlindungan dan bantuan ini  dibenarkan oleh warga sekitar CALEKO  oleh SULTAN kepada wartawan pantau terkini.com, mudah-mudahan pemerintah wajo bisa mencari jalan keluar  dengan adanya diberitakan di media nasioanal PANTAU TERKINI dan  ini hanya sebagian temuan yang diangkat di media.MUHKLIS  .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6