Select Menu

Translate

Utama


Daerah





Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Videos

» » Misteri Pembunuhan Wayan Mirna Salihin Akhirnya Kirdi Ungkap Niat Nekad Jessica
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PantauTerkini | Ada banyak spekulasi motif kematian Wayan Mirna Salihin (27).
Dilihat dari berbagai barang bukti yang berupa media sosial instagram dan WahtsApp mereka kelihatannya adanya dan  bukan sekedar teman biasa walau mereka sesama jenis, maklum kehidupan dunia yang membesarkan mereka diluar sana.
Perbincangan melalui media sosial keduanya sudah lama tidak berjumpa dikarnakan satu dari mereka telah berumah tangga sedangkan Jessica tetap sendiri 
Dari sini sudah terlihat ada rasa cemburu yang membara hingga menjadi dendam tetapi banyak motif yang di analisa seperti ayah Mirna mengungkapkan beberapapraduga atas kematian putrinya. 
Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin sebelumnya menyebut sejumlah kemungkinan motif kematian anaknya akibat perilaku menyimpang Jessica Kumala Wongso.
Nah, kali ini giliran pihak Jessica yang berspekulasi soal motif kematian anak pengusaha kaya itu.
Pengacara Jessica Yudi Wibowo menduga kematian Mirna bisa saja karena motif uang. Kecurigaan Yudi mengarah orang yang ingin memanfaatkan asuransi kejiwaan atas kematian Mirna.
"Saya curiga ada asuransi jiwa atas nama Wayan Mirna dengan jumlah besar di luar negeri. Kalau motif dibunuh maka dapat asuransi 5 juta USD," ujarnya Jumat (4/3/2016).
Uang 5 juta USD itu setara dengan Rp 65 miliar.
Sebagai pengacara, Yudi merasa kasihan terhadap nasib Jessica. Sebab, dia masih yakin Jessica bukanlah sosok pembunuh seperti yang disangkakan polisi.
"Kasihan dia tidak berbuat ditahan dan disangka. Jessica sebagai kambing hitam saja," ucap dia.
Yudi menduga ada pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari asuransi kematian itu.
Dia mempertanyakan sikap polisi yang terus mengarahkan kasus ini pada sosok Jessica semata.
"Mengapa yang disangka Jessica terus? Padahal kan tidak menutup kemungkinan orang lain selain Jessica," kata dia.
Ngapain Polisi ke Australia?
Pengacara Jessica lainnya, Hidayat Boestam mengomentari keberangkatan penyidik Polda Metro Jaya ke Australia untuk mencari tahu riwayat hidup kliennya. Menurutnya apa yang dilakukan polisi sudah kejauhan.
"Itu jauh banget ya, kenapa sampai ke sana-sana juga ya," katanya.
Hidayat mengatakan pihak tidak mengetahui perihal apa yang dibutuhkan penyidik sampai harus menggandeng Australia Federal Police (AFP).
Menurutnya, perkara yang menjerat kliennya dari mulai tempat kejadian peristiwa (TKP) sampai korbannya pun berada di Olivier Cafe, West Mall Grand Indonesia Shopping Town.
"Locus delicti-nya aja di Olivier, TKP-nya aja di sini, rangkaiannya apa? nggak jelas," ucapnya.
Cemburu Mirna Lebih Baik.
Setelah itu, ada kabar mengejutkan dari media ABC Australia.
Menurut ahli hipnotis forensik, Jessica diduga melakukan hal itu kepada Mirna karena cemburu.
Ahli hipnotis, Kirdi Putra telah mewawancarai Jessica dan tokoh-tokoh kunci lainnya dalam kasus pembunuhan yang telah menarik perhatian warga Indonesia tersebut.
Jessica dituduh membunuh Mirna yang ia pertama kenal di ‘Billy Blue College of Design’ Sydney, Australia dengan cara menuangkan sianida ke dalam es kopi vietnam.
Menurut Kirdi, hubungan mereka kemudian merenggang dan tak bertemu satu sama lain selama minimal lima tahun.
Pada waktu itu, beberapa teman Jessica menjadi lebih dekat dengan Mirna, dan akhir tahun lalu Mirna menikah di Bali.
Jessica tak hadir dalam pernikahan tersebut.
"Sebuah motif yang mungkin semacam kecemburuan dan dendam. Pertama, teman-temannya diambil, kedua, Mirna menjalani kehidupan yang lebih baik daripada Jessica -itu bisa menjadi motif," jelas Kirdi.
Ia juga telah memeriksa pesan instan yang dikirim antara kedua perempuan itu dan mewawancarai teman-teman keduanya dan serta suami Mirna.
Kirdi mengatakan, tak ada bukti yang mendukung spekulasi yang beredar di Indonesia bahwa kedua perempuan itu adalah sepasang kekasih.
Jessica tampak tenang,  Jessica diketahui tinggal di Sydney selama 10 tahun bersama orangtua dan saudaranya.
Jessica juga diketahui pernah bekerja pada New South Wales Ambulance Service sebelum dia mengundurkan diri pada bulan November.
Dia ke Jakarta pada Desember lalu untuk liburan, dan bertemu dengan Mirna pada Rabu (6/1/2016) di Olivier Cafe.
Diketahui bahwa Jessica tiba lebih awal di kafe tersebut.
Kirdi telah melihat rekaman CCTV kejadian di kafe dan mengatakan, Jessica berperilaku aneh sebelum dan sesudah Mirna jatuh sakit.
Rekaman itu menunjukkan bahwa Jessica memesan tiga minuman dan kemudian meninggalkan kafe untuk pergi ke toko terdekat.
Ia membeli tiga item dari toko itu dan kembali ke kafe dengan tiga kantong terpisah.
Ia meletakkan tas di atas meja - menutupi minuman dari pandangan - dan beberapa menit kemudian meletakkan tas di lantai, sebelum Mirna dan teman lainnya tiba.
Kirdi mengatakan, ini bisa menjadi momen ketika sianida ditambahkan ke kopi.
Mirna meminum satu tegukan dari kopinya kemudian bereaksi dengan terkejut dan berkata, "Ini nggak enak".
Dalam hitungan detik, ia terjatuh di kursinya, menderita sakit parah.
Kirdi menceritakan, Jessica terus berperilaku aneh; berjalan dengan tenang dan perlahan-lahan ke meja kafe untuk mendapatkan segelas air untuk temannya yang sekarat, dan kemudian menghapus data ponsel dan membuang celana yang ia pakai ke kafe.
Sang ahli hipnotis forensik juga mengatakan bahwa sebelum kematian Mirna, hal yang relatif mudah untuk mendapatkan sianida di Indonesia.
Sianida digunakan sebagai cara mudah untuk menangkap ikan; sejumlah kecil sianida yang ditaruh di kolam atau air yang mengalir dan akan melemaskan ikan lalu membuat ikan-ikan mengambang ke permukaan.
"Warga desa menggunakan sianida untuk memberi racun ke air," kata Kirdi.
Namun Kirdi juga menyebut, tak ada bukti fisik yang kuat terhadap Jessica.
‘Kami tak ingin Jessica mati’.
Polisi Indonesia telah menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kehidupan Jessica di Australia.
"Kami juga ingin tahu apakah sianida itu dari Indonesia atau Australia, jadi kami pergi ke sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombesz Mohammad Iqbal.
Polisi Federal Australia membantu kasus ini setelah Indonesia berjanji tak akan menjatuhkan hukuman mati.
Polisi Australia juga telah membantu menjernihkan gambar CCTV.
Ayah Mirna mengatakan, keluarga bisa melobi pengadilan untuk menjatuhkan hukuman mati tetapi mereka mungkin tak akan melakukannya.
"Saya tak ingin Jessica mati. Ia masih muda dan kami memiliki belas kasihan padanya. 
Apa yang saya inginkan adalah pengakuan jujur yang benar, apa yang Mirna lakukan padanya, mengapa Jessica membunuhnya?," tuturnya.
Ia melanjutkan, "Ini akan membuat kami merasa lebih baik dalam keluarga."(australiaplus.com)

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments